Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
61 Saat Pertama Kali Bertemu


__ADS_3

Khea sudah memantapkan hati untuk kembali ke tanah air. Dia ingin semakin mengembangkan karirnya di negaranya sendiri. Meski tidak menjadi seorang model internasional, tapi dia bisa merancang baju-baju indah yang akan digunakan oleh para model, artis, dan kaum sosialita. Di negara ini, dia juga menjadi model untuk beberapa produk, yang mulai dia dapatkan sejak dirinya mulai berpijak di dunia luar.


"Untuk saat ini, kami belum bisa kembali ke Indonesia," ucap Yuri.


"Tidak masalah, aku dan Gean bisa ke sana sendiri."


"Tidak, aku dan Jessica akan mendampingi kalian. Aku bisa meminta pindah tugas."


"Benar, biarkan mereka bersama kalian. Deo juga masih harus bolak-balik ke Jakarta. Nanti kalau pekerjaan kami di sini sudah selesai, kami akan pulang juga."


Tibalah hari kepulangan Khea ke negara yang memberikan banyak luka padanya. Tapi dia harus kembali, membuktikan kepada mereka yang telah membuangnya, kalau dia tetap bisa berpijak dengan kakinya sendiri, meski telah mereka patahkan dengan luka yang sampai saat ini masih menganga lebar.


Mereka tiba di Jakarta, menghirup udara negara ini. Gean melirik kanan kiri, melihat bagaimana kota yang telah lama Khea tinggalkan.


Saat hari pertunangan Ara ....


"Gean, Gean di sini saja ya, sama uncle dan aunty. Mommy mau bertemu dengan teman mommy, sebentar saja."


"Ya, mommy."


Khea mulai masuk ke dalam tempat pertunangan. Gean sendiri merasa gelisah, dia ingin bersama Khea, takut terjadi hal yang buruk pada mommy-nya. Kenapa Khea tidak mau mengajaknya ke dalam? Itu yang ada dalam pikiran anak itu.

__ADS_1


Gean langsung berlari ke ballroom, saat Austin dan Jessica sedang lengah.


"Jangan membentak mommy-ku!" teriak Gean saat melihat seorang pria yang membentak Khea.


Matanya menatap nyalang pria yang ada di hadapannya itu, yang melihat dirinya seolah melihat setan.


"Vana ...."


Gean langsung menoleh pada suara yang lain.


Deg


Wajah itu, sangat mirip dengan dirinya, hanya dalam versi sangat dewasa.


Aku membenci pria ini.


******Flashback Off******


Ken memejamkan matanya, air matanya mengalir tiada henti. Rasa sesak, rasa bersalah dan menyesal memporak-porandakan hatinya.


Begitu juga dengan keluarga Ken dan keluarga Khea.

__ADS_1


Pantas saja Khea dan Gean sangat membenci dirinya. Siapa yang tidak akan membenci setelah mendapatkan kesakitan seperti itu?


Bukan luka fisik.


Tapi luka batin.


Ken merasakan nyeri di dadanya, benar-benar nyeri, seolah dia memiliki penyakit jantung.


Berita tentang kondisi mental Khea begitu menghebohkan orang-orang. Teman-teman Khea merasa merah, siapa yang sudah dengan tega menyebarkan berita itu.


Memang bukan berita bohong, tapi juga tidak pantas untuk disebarkan. Kenapa harus menyebarkan aib itu? Apa orang itu tidak punya hati?


"Wah, pantas saja mereka marah saat aku mengatakan kalau dia seperti orang gila. Ternyata dia memang pernah gila, atau mungkin masih gila!"


Brak!


"Cukup Rissa. Jangan merasa dirimu paling sempurna, setiap orang punya masalah hidupnya masing-masing!" bentak Nio.


"Lama-lama aku jadi muak sama kamu!" ucap Bram.


"Maaf, aku tidak bermaksud merendahkan dirinya, aku hanya mengungkapkan apa yang aku pikirkan saja."

__ADS_1


Vara sendiri dan keluarga sedang berada di kediaman mereka. Mereka menutup diri dari orang-orang. Entah karena malu kepada orang-orang, atau malu kepada diri sendiri.


__ADS_2