Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
75 Kalian Memang Tidak Sama


__ADS_3

Vara akhirnya mengatakan apa yang ingin dia katakan kepada Ken. Setelah diyakinkan oleh Rissa, yang memang sesuai juga dengan keinginan hatinya.


"Baiklah, aku setuju."


"Benarkah?"


"Tentu saja."


Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Rissa. Kalau memang Ken mencintaiku begitu besar, dia pasti akan selalu mendukung semua keinginan dan keputusanku.


Ken sendiri juga merasa tidak masalah mereka menunda pernikahan mereka. Sekarang atau nanti, toh mereka juga akan tetap menikah, pikirnya.


๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•


Hingga akhirnya, Vara kembali meminta mundur pernikahan mereka.


"Kita sudah beberapa kali menunda, Vara."


"Tapi kita masih sama-sama sibuk, nanti malah tidak fokus."


"Baiklah."


"Aku senang kamu selalu mendukung semua keputusanku."


Ken sendiri tidak tahu kenapa dia selalu menyetujui begitu saja setiap kali Vara ingin menunda pernikahan mereka. Apa karena begitu besar rasa cintanya?

__ADS_1


๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•


"Apa kamu mau menunda lagi? Ini Sidah satu tahun, Vara!"


"Baru satu tahun, Ken. Karir kita lagi bagus-bagusnya, loh. Kamu kan juga bilang sendiri, kalau kamu banyak proyek yang harus dikerjakan. Belum lagi harus ke beberapa negara dalam satu bulan."


"Baiklah."


Ken mulai merasa hubungannya dengan Vara mulai hambar. Tapi entah kenapaโ€”lagi-lagiโ€”dia tidak bisa menolak penundaan pernikahan mereka.


Ken melihat sepasang keluarga kecil. Seorang suami, istri dan anak kecil. Dia tersenyum, membayangkan akan memiliki keluarga seperti itu.


"Tapi aku ingin segera punya anak, Vara."


"Iya, sabar ya. Nanti juga kita punya anak."


"Ya kalau memang itu yang terbaik, kenapa tidak?"


Mendengar itu, Ken merasa kesal. Bahkan lebih kesal daripada setiap kali mendengar Vara yang ingin menunda pernikahan mereka.


"Terserah kamu saja, lah. Lama-lama kamu egois, dan susah dikasih tahu. Sama seperti Vana!"


Deg


Jantung Ken berdetak kencang.

__ADS_1


Ini pertama kalinya mereka membahas tentang Vana setelah satu tahun berlalu. Jantung Ken berdebar, dia merasa ada sesuatu yang aneh. Ada perasaan yang sulit dia jabarkan.


Apa itu?


Apa karena dia yang kesal?


Kesal saat Vara bercerita kalau dia melihat foto yang Rissa berikan tentang Vana yang pergi dengan pria lain?


Tidak pernah lagi Ken mendengar suara rengekan saat Vana ingin meminta jalan dengannya. Tidak ada lagi Vana yang mengerucutkan bibirnya saat kesal melihat dia dan Vara bersama.


Semua tentang Vana, tidak lagi dia lihat dan dengar.


"Jangan samakan aku dan dia! Kami tidak sama!" ucap Vara kesal.


"Ya, kalian tidak sama. Tidak bisa dibandingkan."


Kalau aku yang menikah dengan Vana, mungkin kami sudah memiliki anak. Tapi apa dia juga akan selalu menunda pernikahan kami? Apa dia akan memiliki anak demi impiannya menjadi model?


Apa dia benar-benar hamil? Sialan! Anak dari pria mana? Awas saja kalau pria itu tidak mau bertanggung jawab kepada Vana dan anaknya, aku akan menghabisi pria sialan itu. Ck, kenapa aku jadi kesal begini? Apa anaknya sudah besar? Mirip siapa dia? Apa anaknya laki-laki, atau perempuan? Semoga saja anaknya mirip Vana, bukan laki-laki sialan itu!


Tapi, lebih baik Vana berbohong saat itu. Lebih baik dia berbohong soal kehamilannya. Vana mencintaiku, kenapa malah hamil dengan pria lain? Sialan! Apa dia diperkosa? Bajingan! Brengsek! Siapa bajingan itu?


Ken mengepalkan tangannya, wajah memerah karena emosi.


Bagaimana pun juga, meski suka menyebalkan, tapi aku dan Vana sudah bersama sejak kecil ... bagaimana keadaan dia saat ini? Di mana pun dia berada, aku harap dia baik-baik saja.

__ADS_1


Tapi sekali lagi, Ken terlihat kesal saat membayangkan Vana dengan anaknya.


Bajingan mana yang sudah menyentuhnya?


__ADS_2