Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
88 Coba Tanyakan Pada Mereka (I Love You, Mommy)


__ADS_3

Video tentang kejadian di restoran tadi malam kini memenuhi berita online. Infotainment pun ikut membahasnya. Ada yang merasa iba dengan Ken, ada yang merasa kasihan dengan Khea dan Gean, ada juga yang menyudutkan perempuan itu. Bagi yang tidak menyukai perempuan itu, pasti akan mencari kesalahan sekecil apa pun.


Pasti dia mempengaruhi anaknya untuk membenci ayah kandungnya sendiri.


Tidak seharusnya seorang anak seperti itu kepada ayah kandungnya sendiri. Bagaimana pun juga, hubungan darah tidak bisa dihapus begitu saja.


Yang anaknya anak, tetap saja anak. Tidak ada yang namanya mantan anak dan mantan orang tua.


Berdosa itu Khea, yang sudah memutuskan hubungan dengan keluarganya. Orang tua tetap saja orang tua, mau seperti apa pun kesalahan mereka, seharusnya memaafkan jauh lebih baik.


Awas karma, memutusakan hubungan ayah dan anak, juga memutuskan hubungan dengan kedua orang tua dan kakaknya, nanti anaknya sudah besar, dia yang dilupakan sama anaknya!


Masih banyak lagi hujatan dan yang menyalahkan Khea, menyudutkan perempuan itu hingga membabi buta.


Tempat lokasi syuting dipenuhi oleh para wartawan. Mereka ingin meliput Khea dan Gean, membuat proses syuting cukup terganggu.

__ADS_1


"Khea, sebaiknya kamu dan Gean break dulu. Pulanglah ke rumah sampai keadaan membaik." Bang J memberi saran. Dia juga khawatir kalau Khea tetap melangkah syuting, tapi tidak berkonsentrasi.


Khea menatap bang J.


"Mereka tidak akan menyerah sebelum dapat apa-apa, Bang."


Khea lalu mendekati para wartawan, yang mulai memberondongnya dengan banyak pertanyaan.


"Jadi, apa yang ingin kalian tahu?"


"Tentang video-video yang pernah beredar, Nona Khea." Khea mengangguk.


"Tentu saja tidak."


"Benar, orang tua mana yang akan diam saja saat anak gadisnya dinodai? Tapi apa yang aku alami? Saat aku menuntut pertanggung jawaban dan pembelaan, mereka malah mengusirku. Hati anak mana yang tidak akan sakit? Seharusnya laki-laki itu membusuk di penjara. Tapi selama hampir tujuh tahun ini, dia malah hidup dengan bebas. Disanjung dan dipuja orang. Dianggap pria sempurna bak malaikat. Jika anak kalian mencintai pria seperti itu, apa kalian akan menerimanya sebagai menantu begitu saja tanpa rasa khawatir meskipun pria itu mengatakan menyesal, meminta maaf dan bertaubat?"

__ADS_1


Mereka lagi-lagi diam, karena jawabannya tentu saja tidak. Pasti ada rasa cemas, meski orang itu sudah dah insyaf, dan itu sangat manusiawi. Takut kesalahan yang sama akan terjadi lagi, karena hati siapa yang tahu? Masa depan siapa yang bisa menebak?


"Dan untuk kalian para perempuan, sudahkah kalian menjadi aku? Coba tanyakan ke semua perempuan di dunia ini yang pernah mengalami pelecehan seksual, apa yang mereka rasakan? Apa mereka bisa memaafkan pelaku begitu saja? Apa tidak ada rasa dendam di hati mereka? Apa tidak ada rasa trauma dalam diri mereka? carilah data seakurat mungkin, berapa banyak korban pemerkosaan yang tidak melakukan bunuh diri? Berapa banyak korban pemerkosaan yang hamil dan melahirkan anak itu? Berapa banyak yang melakukan aborsi? Berapa banyak yang membesarkan anak mereka sendiri? Berapa banyak yang membuang anak itu ke panti asuhan atau ke tempat sampah? Berapa banyak ...." Nafas Khea memburu, rasa sakit yang selalu dia pendam, tapi masih saja dia yang disalahkan.


Mereka, para wartawan dan orang-orang film, diam mendengarkan perkataan Khea. Gean yang diam-diam mendengarkan perkataan Khea, menunduk sedih.


Terima kasih mommy, karena tidak melakukan semua hal buruk itu padaku. I love you so much.


.


.


.


.

__ADS_1


Aku nulis bab ini, gimana gitu. Kasihan sama Gean 🥺


Ngomong-ngomong, kenapa sepi like dan komen🤔


__ADS_2