
Selepas dari gunung, Ken pergi ke pantai. Besok adalah kepulangannya kembali ke kota. Dia sudah memantapkan hatinya, tidak akan goyah lagi meski apa pun yang akan terjadi.
Gean juga sudah mulai masuk sekolah. Para orang tua yang melihat Gana, berbisik-bisik membicarakan anak itu. Gean sudah biasa adegan semua itu, tidak akan lagi peduli kecuali mereka menghina mommy-nya.
Khea memasuki ruangannya, melihat ada banyak buket bunga di atas mejanya, bahkan meja tamu dan meja kumpulan design miliknya. Perempuan itu menghela nafas, kalau meminta asistennya untuk memindahkan dari meja kerja, dan kalau mau, boleh dia bawa pulang.
Keluarga Ken dan Vara sedang sibuk menyiapkan pesta pernikahan anak mereka. Ronald dengan keras menentang pernikahan ini. Dia ingin Ken bertanggung jawab Alda Khea dan Gean.
"Vara itu masih bisa mendapatkan laki-laki lain, Taki kalau Gean? Apa kalian bisa menjamin kalau cicitku akan mendapatkan kasih sayang yang tulus dari keluarga lain? Apa kalian tidak menginginkan cucu kalian sendiri?"
"Bukan begitu, Pa."
"Ini atas keinginan keluarga Vara, yang tetap ingin melanjutkan pernikahan Vara dan Ken."
"Memangnya mereka tidak memikirkan cucu mereka? Apa mereka mau cucu mereka direbut oleh keluarga lain, hah?"
"Bukan begitu juga, Pa. Mereka tentu saja sangat menginginkan Gean, juga ingin Ken bertanggung jawab pada Ken, tapi ...."
__ADS_1
"Tapi apa, hah?"
"Vara yang tetap ingin menikah dengan Ken. Dia bersikeras melanjutkan pernikahan yang sudah tertunda selama tujuh tahun ini."
"Vara? Apa dia tidak memikirkan keadaan adik dan keponakannya? Sebenarnya yang cinta buta itu siapa, Vara atau Vana?"
Kedua orang tua Ken diam. Kalau melihat keadaan saat ini, tentu saja Vara terlihat lebih egois. Vara masih gadis, status ya juga masih lajang, akan ada banyak pria lain yang mau menikah dengannya. Dia juga masih muda, belum tiga puluh tahun, baru dua puluh tujuh tahunan.
"Aku tidak akan merestui Vara dan Ken, aku juga tidak akan datang ke pernikahan mereka. Seluruh harta warisanku akan aku berikan hanya untuk Gean. Tidak peduli kalau nantinya Ken akan memiliki anak dari perempuan lain. Tapi kalau Ken memiliki anak lain dari Vana, baru aku akan memberikan warisanku untuk adik-adik Gean."
Vara yang diam-diam mendengar dari balik pintu, mengusap air matanya.
Tapi dia tidak akan goyah. Dia akan tetap bertahan dengan Ken. Tidak peduli soal harta, karena cintanya pada Ken bukan karena harta.
Di perusahaan milik Dennis
Pria itu sedang mengadakan meeting dengan lihat produksi. Mereka mengatakan, kalau antusiasme penonton akan film Akhir Penantian sangat besar. Mereka menginginkan sekuelnya, yang menceritakan tentang kisah cinta Queen dan Kala, juga Blue.
__ADS_1
Mereka bahkan sering memposting status-status yang menjodoh-jodohkan Khea dan Nio dalam kehidupan nyata. Ya, seperti itulah baper-nya mereka.
Dennis juga ikut membaca komentar para netizen, yang ada akun resmi milik Jang Entertainment.
"Ck, akan sangat susah membujuk Khea."
"Bagaimana kalau kita menawarkan bayaran yang tinggi?"
"Ini bukan masalah uang. Kalau memang uang yang dibahas, sudah sejak awal dia menyetujuinya, tidak perlu aku repot-repot membujuknya sendiri."
.
.
.
Yang punya Vote, boleh kasih ke sini, ya🤗
__ADS_1
Makasih juga like, komen, dan gift.
Mungkin alurnya agak lama, tapi memang seperti itu aku buat. Cepat di awal, terus agak pelan, eh tahu-tahu tamat, dehðŸ¤