Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
85 Rasa Benci Rissa


__ADS_3

"Tapi aku juga anak dari orang tuaku. Aku membayangkan bagaimana kalau aku seperti Gean, yang tumbuh tanka kasih sayang orang tua yang lengkap. Orang tuaku yang lengkap tapi sangat sibuk saja, membuat aku kesepian dan merasa kurang kasih sayang ...."


Ara menatap wajah Marco yang memang menunjukkan keseriusan dalam bicaranya, tidak dibuat-buat untuk cari muka.


"Coba kalau kamu yang ada di posisi Gean, bagaimana perasaan kamu? Melihat mama kamu yang kerja keras untuk memenuhi kehidupan mereka. Dicibir dan harus menanggung malu?"


Ara terdiam, kalau dia yang menjadi Gean, tentu saja dia akan sangat marah dengan ayah kandungnya, tapi dia juga pasti merasa tidak tega dengan mamanya. Mungkin inilah yang Gean rasakan. Setiap kali melihat Gean, Ara yakin dalam hati anak itu menyimpan kegundahan. Pandangan mata Gean yang tajam, dalam dan menenangkan namun menyimpan banyak misteri.

__ADS_1


Marco melihat mata Ara yang sendu. Dia tahu gadis di hadapannya itu sedang berpikir keras dengan gejolak batin yang penuh kebimbangan.


"Kamu mau kan, menyatukan Ken dan Khea? Ini bukan demi Ken, atau pun Khea, tapi demi Gean. Masa depan anak itu masih sangat panjang. Bagaimana nanti saat dia sekolah dsn dibully oleh teman-temannya? Bagaimana nanti saat dia dewasa dan bertemu dengan orang yang dia cintai? Apa kamu tidak memikirkan sampai sejauh itu?"


Ara masih diam. Dia memikirkan perkataan Marco yang ada benarnya juga. Apa bisa Khea terus menanggungnya seorang diri? Selama enam tahun berpisah dengan Khea, Ara memang tidak tahu bagaimana kehidupan mereka berdua, tapi pastinya sangat berat.


Bagaimana saat Gean sakit dan Lega Haris merawatnya seorang diri?

__ADS_1


"Aku tahu kamu masih ragu, tapi sebaiknya kamu pertimbangkan baik-baik. Jangan memandang Ken yang kamu benci, tapi pandanglah Gean sebagai seorang anak yang masih sangat membutuhkan perhatian dsn kasih sayang seorang ayah."


Ara menghela nafas. Menyatukan mereka seolah mengkhianati Khea. Yang dia khawatirkan, Khea akan sendiri seumur hidupnya, menutup diri pada pria lain, dan merasa kesepian.


Di tempat lain


"Heran, orang-orang begitu memuji dia. Apa bagusnya sih perempuan seperti dia? Cewek arogan yang bersikap seperti korban. Dasar sombong, Keluarga Vara dan Ken sudah meminta maaf, tapi masih saja dia egois. Dasar besar kepala, pasti dia merasa bangga akan dirinya yang dikejar-kejar oleh kedua keluarga itu." Rissa terus saja menggerutu. Gadis itu sangat membenci Khea.

__ADS_1


"Enggak duku, enggak sekarang, masih saja mencari masalah. Pasti dia memanfaatkan anaknya untuk menarik perhatian Ken dan mendapatkan Ken. Semoga saja Ken segera menikah dengan Vara dan pengganggu itu segera pergi!" Rissa merasa khawatir dengan nasib Vara. Selama ini sahabatnya itu Sidah sangat bersabar dan setia menunggu Ken, tidak marah ketika pernikahan mereka selalu saja ditunda. Tapi kini, cobaan ada di depan mata, dan berasal dari masa lalu mereka.


Rissa hanya berharap hubungan Ken dan Vara selalu baik-baik saja, menikah dan segera memiliki anak yang lucu dan menggemaskan, agar tidak ada yang bisa memisahkan Ken dan Vara. Kalau untuk masalah Gean, kan bisa saja Ken tetap bersama Gean meski tidak menikahi perempuan itu, begitu pikir Rissa.


__ADS_2