Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
95 Terikat, Tapi Tidak Terikat


__ADS_3

Jantung Ken sudah berdetak kencang. Dia sadar, dan sangat tahu, kalau Khea tidak mungkin memberikan persyaratan yang ringan pada mereka, apalagi dengan sikap Khea yang seperti itu.


Semua menunggu dengan perasaan cemas. Jantung berdetak kencang seolah sedang menunggu vonis kematian.


"Katakanlah, Khea."


"Aku akan menerima warisan itu, dengan catatan, Ken tidak boleh memiliki anak dari perempuan lain. Baik dari jalur pernikahan yang sah secara agama, atau pun agama dan hukum. Oh, juga termasuk anak di luar pernikahan. Tidak juga boleh mengadopsi anak, baik disahkan secara hukum, atau tidak."


"Apa?"


"Bukankah itu berarti kamu melarang Ken menikah dengan perempuan lain?" tanya mama Ken.


"Aku tidak bilang begitu, tapi kalau ada yang menyimpulkan seperti itu, ya silahkan."


"Kalau begitu, kenapa kamu tidak menikah saja dengan Ken?"


"Cih! Kalian kira aku bodoh!"


Wajah pias terlihat jelas dari wajah kedua orang tua Ken, terutama mamanya. Khea membenci mereka berdua, terutama mamanya Ken.


Gean memandang wajah Khea. Begitu dalam dan lekat.


Mereka paham.

__ADS_1


Sangat paham.


Khea tidak akan pernah membiarkan Ken memiliki anak lain, dari perempuan lain. Enak saja, Ken akan menyayangi anak lain, yang seharusnya diberikan untuk K


Gean sejak bertahun-tahun yang lalu.


Khea bersumpah tidak akan membiarkan itu terjadi.


Doa sudah gagal memperjuangkan hak Gean sejak anak itu masih dalam ke kandungan, karena Ken menolak mengakui.


Jadi, ini yang akan Khea perjuangkan.


"Apa kamu berniat ingin menguasai harta itu?" tanya mama Ken


"Aku tidak meminta. Kalau tidak mau, ya sudah. Kalau masalah harta, aku bisa mendapatkan dengan kemampuan aku sendiri. Toh aku sukses juga dengan tanganku sendiri, tidak ada campur tangan kalian. Oya, aku juga bisa menikah dengan pria kaya lainnya."


"Bukankah ini tidak adil, Khea? Aku juga mau kamu tidak menikah dan memiliki anak dari pria lain."


"Kalian tidak berhak mengajukan persyaratan."


Mommy melarangnya memiliki anak dari perempuan lain. Itu berarti aku tidak akan memiliki saudara dari ibu yang berbeda, kan?


Tidak, tidak, tidak. Aku tidak mau.

__ADS_1


Gean mengepalkan tangannya.


Ronald berpikir, yang sedang diperjuangkan oleh Khea adalah Gean. Bukan masalah harta, tapi ini lebih penting dari itu.


Ken sendiri berpikir, tidak masalah doa tidak menikah dengan perempuan lain, toh dia juga tidak berencana untuk itu. Tapi dia ingin Khea juga melakukan hal yang sama. Biarkan Gean menjadi anak mereka satu-satunya.


Mama Ken ingin mengajukan protes keras. Bukankah ini sama saja membelenggu Ken dalam ikatan yang tidak jelas? Tidak boleh memiliki anak dari perempuan lain, tapi statusnya pun bukan suami orang. Memiliki anak, tapi tidak diakui.


Bukan suami orang, tapi juga bukan duda.


Lajang, tapi hampir sama saja tidak boleh menikah.


Dsn mereka, memiliki cucu tapi tidak dianggap opa oma.


Memiliki cucu, tapi tidak memiliki menantu.


Khea memang tidak mengatakan secara langsung kalau Ken tidak boleh menikah dengan perempuan lain, tapi perempuan mana yang mau dinikahi tanpa boleh memiliki anak kandung sendiri?


Apalagi hubungan Ken dan Vara pun, sudah berakhir, padahal sebelumnya perempuan itu mengatakan tidak keberatan.


Khea benar-benar membalaskan semuanya dengan cara terbaik, menekan mereka luar dalam.


Mommy akan melakukan apa pun demi kamu, Gean. Meskipun orang-orang mengatakan mommy egois dan jahat, mommy tidak peduli.

__ADS_1


Mereka yang membuat mommy seperti ini.


Mommy tidak akan pernah membiarkan mereka memberikan kasih sayang untuk anak lain dan melupakan kamu. Pada akhirnya, hanya mommy yang akan memberikan mereka keturunan!


__ADS_2