
Memasuki dunia entertainment, berarti siap masuk ke dalam pergaulan yang glamor. Khea selalu saja diajak ke klub malam, namun perempuan itu menolaknya. Bukan karena sok alim atau apa, hanya saja dia memikirkan Gean. Bukan berarti juga dia tidak pernah masuk ke tempat seperti itu, tentu saja dia pernah, saat masih sekolah dulu.
Khea tidak akan bersikap polos atau tidak tahu apa-apa tentang dunia malam itu.
"Ayolah Khe, nanti juga ada Nio di sana. Mau ya?"
"Tapi Gean ...."
"Titipkan saja ke asisten rumah tangga. Aku tahu kamu sangat sibuk, tapi bersenang-senang satu malam saja bukan berarti kamu mengabaikan anak kamu."
"Lihat bagaimana nanti, deh."
__ADS_1
Selama ini Khea memang tidak pernah bersenang-senang tanpa Gean, apalagi memasuki klub malam sejak memiliki anak. Dulu, saat dia masih sekolah, dia sering pergi ke tempat itu bersama teman-temannya, termasuk Ara. Di tempat itu juga dia bisa mengenal banyak orang dan karakter mereka.
Khea dan Gean kembali jalan-jalan ke mall. Mereka akan membeli peralatan sekolah untuk Gean juga perlengkapan berlibur ke pantai. Wajah Khea dan Gean yang sering muncul di berita menjadikan mereka pusat perhatian. Khea yang menggunakan rok sebatas lutut, memperlihatkan kaki jenjangnya yang putih mulus. Begitu juga dengan Gean yang memakai celana pendek selutut. Ibu dan anak itu memakai kaos biru berkerah.
"Ck, aku juga mau punya anak dan istri secantik itu. Jandanya pun aku rela," ucap salah satu pria yang bicara dengan temannya.
Rambut Khea diikat setengah, menunjukkan lehernya yang juga pasti putih dan mulus.
Bentuk tubuh Khea memang sangat bagus. Tidak terlihat kalau dia seorang ibu beranak satu. Bahkan dia masih terlihat seperti ABG saja, dan Gean adalah adiknya.
Khea dan Gean bergandengan tangan. Menuju salah satu toko sepatu. Ken yang melihat Khea dan Gean, langsung ikut masuk ke toko itu. Dilihatnya ibu dan anak itu sedang memilih sepatu yang sama untuk mereka.
__ADS_1
Mereka mau memakai sepatu yang sama?
Ken tersenyum, dia juga ikut memilih model sepatu yang sama untuk dirinya.
Khea dan Gean lalu ke toko baju, Gean memilih baju dan Khea ikut memilih baju kasual yang sama seperti Gean untuk dirinya sendir. Ken lagi-lagi mengikuti apa yang mereka lakukan. Ken tersenyum, belum pernah dia merasa senang ini sejak kedatangan Khea dan Gean dalam hidupnya kembali. Dia sampai lupa kalau dia datang ke sini karena ingin memantau salah satu brand yang ada di mall ini.
Arka menghela nafas kesal. Sepertinya dia harus menjadwal ulang pekerjaan bosnya itu, karena Ken terlihat tidak ingin diganggu oleh apa pun atau siapa pun.
Senggol bacok!
Begitulah kira-kira jika ada yang mengganggu kesenangan Ken saat ini. Arka juga bisa melihat rona bahagia di wajah bosnya itu. Biasanya Kan akan selalu muram dan menggerutu dengan hal yang tidak jelas. Ada saja yang membuatnya kesal. Bahkan hanya menarik orang menghela nafas saja, sudah membuat pria itu sewot. Oleh sebab itu **** membiarkan dulu Kan bersenang-senang, karena jarang sekali bisa melihat Khea dan Gean di tempat terbuka seperti ini.
__ADS_1