Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
46 Gean Tidak Peduli


__ADS_3

"Memang apa salahnya Gean tidak punya daddy, Mommy? Mommy sudah cukup untuk Gean. Tanpa daddy pun, mommy bisa memberikan Gean makan dan minum. Bisa mengajak Gean jalan-jalan, bisa membelikan Gean baju, sepatu, dan mainan. Juga bisa menyekolahkan Gean."


"Pemirsa, kita ...."


"Gean tahu orang-orang itu sudah membuang mommy dan Gean."


Deg deg deg


"Karena mereka, mommy jadi dihina orang-orang. Gean dibilang anak haram, tidak punya daddy, tidak jelas siapa daddy-nya."


"Mereka tidak mau mengakui mommy dan Gean. Jadi, Gean juga tidak akan pernah mengakui mereka. Lebih baik mereka mati saja. Bagi mereka, mommy juga sudah mati, kan!"


"Gean ...."


"Gean tahu semuanya Mommy. Karena Gean pernah diam-diam mendengar Mommy bercerita pada aunty Jessica dan uncle Austin. Mereka tidak mau mengakui mommy dan Gean, dan mereka mengusir Mommy. Gean tidak akan memaafkan orang-orang itu. Gean hanya punya mommy, tidak butuh yang lain. Mommy dan Gean kasti akan lebih bahagia dari mereka."


"Ya, mommy dan Gean akan bahagia meski kita hanya berdua saja."


Khea memeluk Gean. Dia tidak pernah menyangka kalau anaknya itu akan mendengar pembicaraan dia dengan Jessica dan Austin, padahal itu sudah sangat lama sekali.

__ADS_1


Orang-orang yang ada di sana atau pun yang menonton di televisi, tidak menyangka akan mendengar pernyataan ini dari anak sekecil itu. Pembawaan Gean memang terlihat dewasa dan tenang. Dia tidak seperti anak yang seusianya. Apa mungkin ini karena faktor besar tanpa kasih sayang seorang ayah? Pikir mereka.


Ara dan sahabat-sahabat Khea ikut sedih mendengar perkataan Gean, bahkan mereka menangis. Tidak tega dengan nasib anak itu, yang tidak diakui oleh papa kandungnya sendiri.


Orang-orang yang mendengar Gean hanya mengatakan 'mereka' merasa bingung. Siapa yang dimaksud dengan mereka? Apakah ayah kandungnya dan keluarga ayahnya?


Kalau memang benar, sungguh bejat sekali perbuatan mereka.


Keluarga Vara dan Ken hanya bisa meratapi perkataan Gean. Apalagi saat Gean mengatakan kalau mereka lebih baik mati saja dan tidak akan mengakui mereka. Apa itu artinya kesempatan untuk mereka tidak ada sama sekali?


Namun beberapa postingan mulai bermunculan di sosial media.


Gean itu tidak terlalu mirip dengan nona Khea, pasti dia mirip ayahnya, kan?


Masih banyak lagi komentar dari para netizen. Rating acara ini juga melonjak drastis, apalagi ini siaran langsung.


"Gean anak yang hebat, tetap jadi kebanggaan mommy, ya!" ucap Bisma mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Oke pemirsa, jangan ganti channel Anda karena sebentar lagi kami akan kembali setelah jeda iklan berikut."

__ADS_1


"Bisakah tidak lagi membicarakan masalah pribadi? Saya tidak ingin anak saya merasa terganggu dan melukai psikisnya."


"Tidak Mommy, Gana memang ingin mereka tahu, kalau Gean hanya memiliki mommy. Gean tidak butuh mereka, jadi mereka tidak boleh menggangu kita lagi."


Khea terdiam. Apakah anaknya ini sengaja mengikuti acara ini karena tujuan ingin menyertakan semua ini?


Khea akui Gean memang sangat cerdas. Dia bisa melakukan hal-hal yang tidak pernah Khea sangka sebelumnya.


"Halo pemirsa, kembali lagi bersama kami di acara Temu Bintang Idola. Di segmen ini, kita akan melihat kekompakan ibu dan anak ini ya."


Mereka melihat kekompakan Khea dan Gean. Semua pertanyaan dijawab dengan benar dan cepat. Jelas sekali kalau ibu dan anak itu memang saling memahami dan menyayangi.


"Oke, sebelum acara ini ditutup, Gean, ada tidak yang ingin kamu sampaikan pada mommy kamu?"


"Mommy jangan khawatir, Gean dan Mommy akan lebih bahagia dari mereka. Dan Gean tidak peduli karena tidak punya ayah, karena dia tidak penting untuk Gean. Mereka yang punya orang tua lengkap juga belum tentu lebih bahagia dari Gean."


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like, komen, vote, gift ya ... biar aku semangat, makasih🤗


__ADS_2