Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
91 Kenapa?


__ADS_3

Hidup terhina itu membuat jalan terasa sempit dan sangat menghimpit. Rissa diusir dari tempat tinggalnya dengan cara tidak terhormat.


Orang tuanya sakit-sakitan karena juga diusir dari tempat tinggal mereka. Dan adik perempuannya? Menjadi bahan olok-olok orang-orang.


Kelurga Rissa terpaksa tinggal di gubuk kecil pinggir sawah. Setiap kali mereka bertemu dengan orang-orang, hanya hinaan yang mereka dapatkan. Bahkan banyak laki-laki yang dengan terang-terangan mengatakan kepada Rossa untuk mau tidur dengan mereka dengan imbalan.


Rissa kini hanya bisa menangis dan meratapi nasibnya.


Orang lain yang berbuat, tapi orang lain juga yang harus menanggung akibatnya.


Itulah yang harus diterima oleh kedua orang tua dan adik Rissa. Rissa yang membuat kesalahan, tapi kedua orang tua dan adik Rissa yang harus menanggung malu dan aib.


💕💕💕


Vara memasukkan barang-barangnya ke dalam koper. Dia akan pergi dari negara ini, entah akan kembali lagi atau tidak. Berada di sini akan terus membuat dia bersedih.


Dia sadar, hubungannya dengan Ken tidak akan pernah kembali seperti dulu lagi. Dia sudah memutuskan untuk mengurus perusahaan yang ada di luar negeri. Semakin melebarkan karir dan yang pasti, tidak lagi menjadi perempuan bodoh.


Dia akan menutup hatinya rapat-rapat, hingga tidak akan lagi kecewa karena hal yang sama.


Jangan sampai ada lagi Rissa-Rissa yang lain, juga jangan ada lagi Ken yang lain.


Hubungannya dengan Ken ... entah suatu pengkhianatan atau bukan. Hubungan Ken dengan Khea sendiri kasih belum jelas. Jika nanti Ken bersama dengan Khea, berarti Ken akan menjadi adik iparnya.


Ya ampun, entah bagaimana perasaannya saat itu terjadi.

__ADS_1


Sesak, sakit, dan pilu.


Bukan setahun dua tahun dia bersama Ken sebagai tunangan.


Vara tertawa pelan.


Menertawakan jalan hidupnya.


Dia belum mengatakan apa-apa pada kedua orang tuanya, tapi keputusannya sudah bulat.


Ternyata begini rasanya hati yang hancur.


Pasti ini juga yang dirasakan oleh Khea dulu, saat Ken memutuskan untuk lebih memilih Vara.


Dia akui, dirinya juga bodoh. Sebagai orang yang mengaku sangat mengenal Ken luar dalam, seharusnya dia sadar kalau perasaan Ken padanya hanya rasa nyaman sebagai seorang sahabat. Sebagai teman curhat yang memiliki persamaan nasib.


Bukan karena Ken yang begitu peduli padanya.


Bukan karena Ken yang cinta mati hingga merelakan apa pun asal dia bahagia.


Bukan juga karena Ken ingin selalu menuruti keinginan dia sebagai bentuk rasa cintanya.


Tapi mungkin karena alam bawah sadar Ken pun, tidak menginginkan pernikahan ini.


Sekali lagi, dia harus mengakui kalau Khea lebih unggul darinya. Khea berhasil mewujudkan impian tanpa membawa nama keluarga.

__ADS_1


Patah hati itu menyakitkan.


Bukan hanya ditinggalkan oleh tunangan, tapi juga dikhianati oleh sahabat sendiri.


Lagi-lagi dia benci.


Sedih dan kecewa.


Iri.


Kenapa lagi-lagi Khea yang bisa memiliki banyak sahabat yang setia seperti mereka? Padahal, dari tingkah dan perkataan, Khea lebih tak tahu aturan.


Khea yang terlihat lebih liar.


Khea yang egois.


Khea yang selalu berpenampilan seksi.


Khea yang boros.


Khea yang bicara semaunya tanpa memikirkan perasaan orang.


Khea yang mau menang sendiri.


Khea yang ....

__ADS_1


Hah, entah apa lagi.


Tapi kenapa? Kenapa?


__ADS_2