Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
53 Reuni


__ADS_3

Khea dan teman-temannya sedang berada di salah satu restoran hotel bintang lima. Mereka sedang merayakan proyek baru yang dimenangkan oleh Deo. Pria itu ingin berbagai kebahagiaan bersama dengan sahabat-sahabatnya sekaligus mengadakan reuni, karena sudah lama tidak berkumpul seperti ini akibat kesibukan masing-masing.


Mereka semua datang, membuat acara perayaan ini semakin meriah.


Di lain tempat


Ken sejak tadi memandangi layar laptopnya, menunggu kepulangan Khea dan Gean. Dia sudah sangat merindukan mereka. Hari ini Ken membeli banyak peralatan lukis, yang dia pesan secara khusus dari Itali. Dia ingin menjadi orang tua yang baik bagi Gean.


Dia menyadari sesuatu, kalau selama ini Khea tidak pernah mendapatkan dukungan dari keluarganya dalam menjalani hobi dan impiannya. Semua Khea lalui sendiri. Jadi, Ken tidak mau Gean merasakan hal yang sama, seperti yang Khea alami. Meksi dia juga sangat tahu, kalau Khea selalu mendukung apa yang Gean sukai.


"Aku senang, sekarang kamu sudah bisa mewujudkan impian-impian kamu," ucap Yuri, salah satu sahabat Khea juga.


"Ini semua berkat kalian. Entah apa aku jadinya tanpa kalian dan Gean."


Mata Khea menerawang jauh, mengingat masa-masa kelam yang akan membekas sampai kapan pun.


"Jangan diingat-ingat lagi."


Mereka mengangguk kompak. Semua saling merangkul dan bergandengan tangan.

__ADS_1


"Ingat, apa pun yang terjadi nanti, kami akan selalu ada di sisi kamu. Jangan pernah lupa itu. Ada kami untuk kamu." Lagi, Yuri berucap.


Hening, mereka terdiam. Ini seperti kejadian beberapa tahun yang lalu. Entah kenapa suasana mendadak melow begini. Mereka memang telah lama tidak berkumpul seperti ini, namun saat bertemu, seolah menandakan kalau akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan.


"Ayo, kita harus gembira. Ini kan reuni kita setelah sekian lama tidak bertemu." Yuri mengambil salah satu kue, dan memberikannya pada Deo.


"Ayo foto-foto."


Keesokan harinya


Lagi-lagi foto di sosial media beredar. Di mana Khea yang kasik ke kamar hotel dengan seorang pria. Salah satu pebisnis muda yang bernama Deo.


Takut kalau salah satu pria itu akan menjadi ayah Gean.


Banyak komentar negatif untuk Khea, tapi perempuan itu cuek saja, malah memberikan undangan untuk fashion show butik miliknya.


Gean yang merasa kesal, karena banyak komentar yang mengatakan kalau mamanya wanita panggilan berkedok designer dan artis.


"Biarkan saja, Gean. Kalau kita marah, maka orang yang menyebarkan gosip itu akan kesenangan. Jangan memberikan apa yang musuh mau, atau kita yang akan hancur," nasihat Khea.

__ADS_1


Di lain tempat, Yuri menggebrak meja.


Sialan! Tidak akan aku biarkan!


💕💕💕


"Kalian lihat sendiri, kan? Dia selalu saja dikelilingi oleh banyak pria. Pasti sudah sering tidur dengan mereka."


"Jangan menyiram minyak pada api, Rissa."


"Hanya pendapat."


"Pendapat kamu itu, menjurus pada fitnah. Kamu bisa dituntut dengan pasal pencemaran nama baik."


Nio menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir pada Rissa.


"Sekarang aku sadar, ternyata kamu lebih menyebalkan daripada Vana," ucap Marco.


"Jangan membandingkan aku dengan dia. Aku memang bicara apa adanya, dan aku tidak pernah mengejar-ngejar pria yang menjadi tunangan saudaraku."

__ADS_1


"Kalau saja Ken itu bukan kekasih Vara, mungkin aku juga tidak akan selesai itu pada dia. Kalian tidak akan tahu bagaimana perasaan perempuan," lanjut Rissa.


__ADS_2