Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
32 Membungkam Mulut Mereka


__ADS_3

Hari ini adalah hari di mana acara fashion show diadakan. Bukan hanya fashion show saja, tapi juga penghargaan untuk designer dan brand yang terpilih.


Ara sudah tiba di tempat acara. Dia dan Khea janjian bertemu langsung di tempat ini. Di sana juga sudah banyak tamu undangan yang datang. Termasuk Ken dan keluarganya, Vara dan keluarganya, juga sahabat-sahabat mereka.


Ara merasa gelisah, apa mungkin Khea tidak jadi datang karena tidak ingin bertemu dengan mereka?


Mereka sudah duduk di tempat yang telah ditentukan. Acara segera dimulai, para model memperagakan gaun mereka dari salah satu brand yang juga terkenal.


Gaun-gaun itu tentu saja sangat indah, apalagi di tubuh model yang memadai memiliki lekuk tubuh yang bagus.


Bukannya memperhatikan gaun-gaun yang diperagakan, Ken malah sibuk melirik bangku kosong yang ada di sebelah Ara. Dia sangat yakin kalau dua bangku kosong itu untuk Khea dan Gean. Ara pasti sudah berusaha agar mendapatkan kursi untuk Khea dan Gean.


Beberapa gaun dari tiga brand sudah diperagakan. Inilah salah satu yang ditunggu dari para tamu, yaitu peragaan busana dari brand yang mereka sukai, Crystar.


Gaun pertama langsung memukau mereka. Gaun itu terlihat sangat glamor. Mata Vara langsung berbinar saat melihat gaun itu, juga para perempuan lainnya. Dalam hati mereka, sangat ingin memiliki gaun seperti itu.


Peragaan yang kedua adalah jas laki-laki, yang tidak kalah bagusnya. Perancangnya sepertinya sangat paham apa yang dibutuhkan dan disukai para kaum elit itu. Jas yang sangat pas di tubuh model pria yang berwajah tampan itu, semakin memperkuat kesan gentle.

__ADS_1


Mereka berdecak kagum setelah melihat peragaan berikutnya, masih brand yang sama. Sampai di busana yang terakhir, gaun berwana hitam pekat dibawakan oleh model internasional.


Mereka sampai memberikan standing applaus untuk gaun itu. Entah kenapa gaun itu memancarkan kesan glamor dan kesedihan sekaligus.


"Busana-busana yang sangat indah sekali ya, para hadirin sekalian?"


"Selanjutnya, acara yang sangat dinantikan, adalah penghargaan untuk brand terbaik tahun ini. Pemenangnya lagi-lagi jatuh pada Crystar. Sudah empat tahun berturut-turut brand ini mendapatkan penghargaan internasional, tapi kita belum pernah bertemu dengan pemilik sekaligus designer-nya. Apakah tahun ini kita akan diberikan kesempatan untuk bertemu dengan pemilik Crystar?"


Lampu tiba saja padam, lalu berganti dengan lampu sorot yang menyoroti panggung. Model-model yang tadi memperagakan busana dari Crystar melangkahkan kaki mereka mengisi bagian pinggir panggung. Lalu muncullah seseorang yang diduga adalah orang yang mereka tunggu-tunggu.


Lampu kembali menyala semua, semua orang. langsung terpana saat melihat wajah perempuan yang sangat cantik dengan busana mewah. Bukan hanya itu, tali dia bergandengan tangan dengan anak laki-laki yang sangat tampan.


Vana?


Wah, dia cantik sekali.


Bukankah itu anak perempuan dari Tuan Bryan?

__ADS_1


Wajah Khea tersenyum tipis. Kesan yang dia berikan adalah perempuan tegas yang tidak mudah ditindas.


"Kamu perkenalkan secara resmi, Miss Kheara Carel."


Salah satu model pria memberikan buket bunga pada Khea, dan mereka berpelukan layaknya sahabat dekat.


Bagi yang mengenal Khea sebagai Vana, tentu saja mereka tidak bisa berkata apa-apa. Bagai bisa seorang perancang terkenal dan memilih brand terkenal adalah Vana? Atau yang sekarang dikenal sebagai Khea.


Mereka, yang dulu menghinanya, mengatai dirinya tidak pandai berbisnis dan selalu menyusahkan, boros tidak tertarik dengan pekerjaan sedikit pun, menjadi orang yang mereka kagumi saat ini?


Mungkin saat ini mereka seperti orang yang kehabisan nafas.


Tapi berbeda dengan Ara dan kedua orang tuanya. Mereka berdiri, kembali bertepuk tangan dan tersenyum penuh kebanggaan. Ara berlari menghampiri Khea dan berteriak.


"Khea, kamu berhasil! Kamu berhasil! Kamu berhasil mewujudkan impian kamu sejak kecil!"


Khea dan Ara berpelukan. Ara menangis haru, dia benar-benar tidak menyangka kalau Khea akhirnya sukses dengan cita-citanya, menjadi designer terkenal dan mendirikan rumah mode sendiri, dan dikagumi banyak orang.

__ADS_1


"Akhir kamu bisa membungkam mulut mereka."


__ADS_2