
Ponsel Dennis berbunyi, panggilan dari nomor tanpa nama, itu berarti orang itu belum pernah menghubunginya. Tapi siapa orang yang bisa memiliki nomor ponselnya? Apakah asistennya dengan lancang sudah lancang memberikan nomor ponselnya pada orang lain tanpa sepengetahuan dan seijinnya? Bahkan artis yang ada di bawah naungannya saja belum tentu semuanya memiliki nomor ponselnya.
Tidak ingin menahan rasa penasaran semakin lama, Dennis segera mengangkat panggilan itu.
"Halo?"
"Halo?" Terdengar suara anak kecil.
"Siapa ini?"
"Ini Gean. Gean mau mengajukan beberapa persyaratan kalau Uncle mau Gean main di film Uncle." Diucapkan dengan penuh percaya diri tanpa basa-basi, persis seperti Khea. Mendengar itu, Dennis langsung tertawa. Berani sekali seorang anak kecil memberikan syarat dan penawaran padanya. Tapi karena Dennis sendiri yang memang berharap kalau Khea dan Gean bermain di film besutannya, maka saat tahu Gean sendiri yang langsung menghubunginya, dia sangat senang.
"Apa syaratnya, Jagoan Kecil?"
Gean segera mengajukan beberapa persyaratan. Dennis mengeryitkan keningnya, apa benar yang dia dengar?
__ADS_1
Kedua orang berbeda generasi itu semakin serius membicarakan kerja sama itu melalui ponsel. Gean sudah seperti artis profesional saja, dan Dennis benar-benar takjub dibuatnya.
...🌼🌼🌼...
Khea membaca contoh naskah itu dengan seksama. Jujur saja, dia cukup tertarik dengan film ini, sedangkan Gean sama sekali tidak peduli dengan naskah itu. Anak laki-laki itu sedang sibuk makan es krim di dalam ruangan Dennis.
Dennis yang melihat Gean selalu bersikap datar, hanya tersenyum. Meskipun masih kecil, tapi aura anak itu sudah terpancar. Dia yakin, meskipun Gean belum pernah bermain film dan ini adalah film perdananya, tapi dia akan langsung menjadi pusat perhatian, terlepas dari isu tentang kedua orang tuanya.
Khea akhirnya menanda tangani kontrak film itu, dan sebagai orang tua Gean, dia juga yang akan menjadi penanggung jawabnya.
Kedatangan Khea dan Gean ke perusahaan entertainment itu mengundang banyak perhatian orang-orang. Para wartawan langsung memberondongnya dengan banyak pertanyaan, terutama masalah pribadinya.
"Nona Khea, apa benar ayah dari putra Anda adalah tuan Ken?"
"Apakah video itu benar, atau hanya rekayasa saja?"
__ADS_1
"Jadi benar Anda memiliki hubungan keluarga dengan mereka?"
"Kalau kenapa Anda mengganti identitas Anda?"
Khea diam saja, matanya melirik Gean, khawatir akan anaknya itu. Gean memang masih anak-anak, tapi tidak terlalu kecil hingga tidak mengerti apa yang dikatakan oleh wartawan itu. Apalagi Gean itu sangat cerdas dan kadang Khea berpikir cara pikir Gean itu termasuk dewasa sebelum waktunya.
Gean, meskipun diam saja, tapi dia tidak suka orang-orang bertanya tentang siapa Daddy-nya.
...🌼🌼🌼...
Tibalah saat mereka harus bertemu dengan para pemain lainnya. Hari ini Keha tampil sangat cantik. Sebagai salah satu pemeran utama di film itu, sudah seharusnya dia menjaga penampilannya agar tidak diremehkan oleh orang lain, apalagi sebelumnya dia tidak pernah bermain film. Dia tahu, pasti akan banyak omongan miring dan pikiran kalau dia hanya mencari keuntungan dalam masalahnya, atau aji mumpung!
Tapi Khea tidak peduli, selama enam tahun ini dia sudah kenyang memakan hinaan dan cap buruk dari orang-orang.
Saatnya dia unjuk gigi!
__ADS_1