
Nio yang sudah bilang pada Ken akan membantu pria itu, mengikuti Khea dan Gean ke restoran Jepang. Karena mereka adalah orang yang terkenal, kado banyak yang memperhatikan keberadaan mereka bertiga.
Gean langsung memesan makanannya. Bukan hanya sushi saja yang dia pesan, tali juga menu lainnya.
"Khea, apa tidak sebaiknya kamu bicara dengan mereka? Selesaikan masalah ini lebih cepat, agar hidup kamu dan Gean tenang."
Mendengar perkataan Nio itu, membuat Khea menghela nafas.
"Jangan mencampuri urusan aku, Nio. Apa kamu tidak melihat ada Gean di sini?"
Memang susah bicara empat mata saja dengan Khea, karena Gean selalu ikut ke mana saja Khea pergi kecuali ke perusahaan Ken saat itu.
Mereka lalu melanjutkan makan dengan tenang. Diam-diam ada yang kembali memperhatikan mereka. Jika dilihat, Khea, Gean dan Nio memang terlihat seperti keluarga kecil yang sedang makan siang bersama dan terlihat harmonis.
"Pikirkan baik-baik perkataan aku, Khea. Ini semua demi kebaikan kamu dan Gean, bukan karena aku ini sahabat Ken."
Khea mencebikkan bibirnya kesal, tapi dia juga sadar, selama mereka belum bertemu dan bicara dengannya, maka dia akan terus saja diganggu oleh kedua keluarga itu.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Lagi-lagi berita tentang kedekatan Khea dan Nio menjadi perbincangan. Kedekatan antara Khea dan Nio membuat perasaan beberapa orang ada yang senang, ada juga yang kesal.
Vara, dia merasa senang. Mungkin saja kalau Khea dekat dengan Nio, menandakan kalau Khea sudah tidak lagi menyukai Ken meski sikap perempuan itu sejak kembali sangat ketus, tapi hati siapa yang tahu, kan?
Ken, dia merasa tidak suka. Dia merasa seolah sesuatu yang menjadi miliknya akan direbut, tanpa sadar kalau Khea dan Gean bukanlah miliknya.
"Ck, kan kamu sendiri yang bilang agar aku membujuk Khea. Bagaimana, sih! Kalau kamu terus saja marah padaku, urus saja masalah kamu sendiri," ucap Nio ketus.
"Jangan merebut milik aku, Nio. Bagaimana pun juga kita ini sahabat." Nio yang mendengar itu langsung tertawa terbahak, lalu menutup panggilan telp itu tanpa pamit.
"Dasar sialan!"
Kedua orang tua Vara yang saat ini ada di rumah, hanya menyaksikan berita itu tanpa banyak komentar. Mereka hanya ingin memperbaiki hubungan yang tidak karena kesalah pahaman. Orang tua Ken juga diam saja. Mereka tidak tahu apa Haris merasa senang atau tidak. Melihat banyak berita tentang ibu dari cucu mereka yang akhir-akhir ini sering menjadi perbincangan khalayak ramai. Untung saja Khea itu perempuan yang berprestasi, jadi bukan hanya perempuan yang mengandalkan kecantikan untuk menunjang popularitas. Gosip miring tentang dirinya ditutupi dengan berbagai prestasi yang bukan kaleng-kaleng.
Mamanya Ken memejamkan matanya. Kalau saja kejadian di pertunangan dulu tidak terjadi, apa semuanya akan lebih baik? Mungkin saja sekarang Khea sudah menjadi menantunya dan dia sedang bermain dengan cucunya.
__ADS_1
Wajah Gean yang sangat mirip dengan Ken itu membuat hati Dania menghangat. Dia jadi teringat masa kecil Ken yang menggemaskan. Wajah anaknya itu sejak kecil memang sudah sangat tampan. Air mata Dania menetes. Dia yang selama enam tahun ini sangat menginginkan seorang cucu, ternyata juga sudah memilikinya. Cucu yang dulu tidak dia akui. Ingin sekali Dania bertemu dengan cucunya itu, memeluknya, menggendongnya meski dia sangat yakin kalau sekarang Gean sudah sangat berat, bermain bersama Gean, dan membelikan Gean banyak barang kayaknya seorang nenek pada cucunya.
Tapi apa bisa?
Dia yang dulu juga ikut tidak mengakui cucunya. Menyakiti cucunya saat masih dalam kandungan, juga menyakiti hati ibu dari cucunya yang seharusnya sekarang menjadi menantunya.
Maafkan mama, Vana. Maafkan oma, Gean.
.
.
.
Hai kak, follow akun Ig aku yang baru ya @roze.greentea
Makasih yang sudah kasih vote, like, gift (nonton videonya juga, ya. Makasih 🤗)
__ADS_1