Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
1 Penyesalan


__ADS_3

1 Penyesalan


Prolog


Dulu, Ken pernah melakukan kesalahan. Kesalahan fatal dengan tidak mengakui apa yang telah dia lakukan pada Khea. Memberikan sebuah luka untuk perempuan itu. Bukan sekedar luka fisik, tapi luka batin yang membuat dendam hadir dalam diri Khea.


Ken terperangkap dalam dua cinta kakak beradik yang akhirnya menghancurkan hidupnya sendiri. Memberikan rasa penyesalan bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk keluarganya.


Khea yang akhirnya harus pergi karena keterpaksaan dan karena keadaan. Tidak diakui dan dibuang, menjadikan perempuan itu mandiri dan kuat.


Hingga mereka kembali dipertemukan karena takdir. Namun takdir tentu saja tidak sebaik itu pada Ken. Kini dia tahu bagaimana rasanya dicampakkan, ditinggalkan dan tidak diinginkan.


Sakit!


Ken harus menahan rasa sakit ini sendiri, selama beberapa tahun. Merasa kecewa. Kecewa pada dirinya sendiri yang dulu pernah bersikap bodoh dan tak bertanggung jawab.


Namun di dalam hatinya, dia tetap ingin memperbaiki semuanya, semua kesalahannya.


Ken bukan hanya melepaskan seseorang yang sudah memberikan dia keturunan, tapi juga menyia-nyiakan anaknya sendiri, darah dagingnya yang sangat sulit untuk dia gapai.


Ingin mendapatkan pengampunan itu, ingin mendapatkan kasih sayang dan pengakuan itu. Meski berat, dia akan terus berusaha. Menjadi seorang Daddy yang baik. Bahkan menjadi suami dari seorang perempuan yang sudah memberikan dia keturunan yang sangat tampan dan cerdas.


Andai waktu dapat diulang, Ken akan mengakui semua kesalahannya saat itu juga. Mengikat janji suci dengan Khea.


Tuhan, tolong bantu aku untuk memperbaiki semuanya. Beri aku kesempatan untuk bersama mereka, selamanya.


๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•


Ken gelisah dalam tidurnya, tubuhnya berkeringat banyak dan dia terus saja bergumam. Pria itu bermimpi buruk, sambil menyebut nama seorang perempuan, yaitu Vana.


Tubuhnya seolah dihantam oleh benda keras, membuat nafasnya sesak dan kepalanya berdenyut sakit. Ken tidak mampu membuka matanya, tapi juga tidak kuat untuk terus merasakan mimpi buruk itu.


โ€œTidakkk!โ€ teriak Ken, dan akhirnya bangun dari tidurnya.


Nafasnya memburu, doa melihat ke sekelilingnya, dan tidak ada siapa-siapa di ruangan itu. Ken segera ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.

__ADS_1


Dia lalu menatap cermin besar yang ada di hadapannya. Cermin yang menunjukkan wajah dengan sedikit brewok namun bagi orang-orang semakin terlihat tampan.


Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku seperti ini?


Sudah dua tahun berlalu, tapi keadaan masih sama saja, setidaknya bagi Ken. Hidupnya terasa hampa setelah kehilangan dua orang yang penting dalam hidupnya, atau mungkin salah satunya saja? Seorang anak, dan ibu dari anaknya, yang sudah membawa pergi jauh putranya itu, meski tidak mendapatkan pengakuan saat itu.


Ya, mereka dulu tak pernah saling mengakui. Masa lalu kelam berujung penyesalan. Masa lalu yang ingin diperbaiki agar hidup lebih bahagia, bagi mereka. Selama dua tahun ini, Ken selalu menyibukkan diri dengan bekerja. Membuat perusahaan yang dipimpinnya semakin besar. Sikapnya pun semakin dingin dan tak tersentuh.


๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•


โ€œSayang, ayo makan siang dulu. Aku sudah bawakan makanan untuk kamu.โ€


Ken melirik Vara sekilas, calon istri yang selama bertahun-tahun ini belum juga dia nikahi, dan masih setia ada di sisinya. Vara menghela nafas berat, melihat tunangannya itu selalu bersikap datar. Ken-nya sudah berubah, tak lagi hangat dan perhatian.


Pandangan mata Vara teralihkan pada sebuah bingkai foto berukuran kecil yang ada di atas meja kerja Ken. Foto seorang anak laki-laki yang sangat tampan, dan tentu saja sangat mirip dengan pria itu. Tanpa perlu bertanya, tanpa perlu melakukan tes DNA, orang-orang pastinya langsung tahu kalau anak laki-laki adalah putra kandung Ken.


Ken berdiri menuju sofa, untuk memakan makanan yang sudah dibawa oleh Vara.


Hambar, itulah yang Ken rasakan.


Tidak ada rasa sama sekali, semua terasa hampa. Hidupnya tak lagi menenangkan dan menyenangkan.


Di lain tempat


Seorang perempuan cantik dan anak laki-lakinya sedang menikmati waktu mereka dengan menonton film.


Berdua saja


Ya, sejak dulu mereka selalu berdua, tanpa ada sosok yang bisa dipanggil Daddy, tanpa sosok yang bisa dianggap suami.


Hambar?


Tidak


Mereka selalu bersama, tidak akan merasa hampa, karena bagi mereka, mereka akan saling melengkapi.

__ADS_1


Cukuplah Khea sebagai mommy dan Daddy bagi Gean.


Cukuplah Gean sebagai penghibur hati Khea di saat lelah.


โ€œOke anak mommy, sekarang sudah waktunya kamu tidur.โ€


โ€œMommy juga, sudah waktunya mommy tidur.โ€


โ€œMommy masih banyak pekerjaaan.โ€


โ€œAku juga.โ€


Dhea mendengus. Anak laki-laki dia ini, tidak akan mau tidur kalau Dhea juga belum tidur.


โ€œOke, oke, mommy tidur sekarang.โ€


Khea mengecup kening dan kedua pipi Gean, begitu juga dengan Gean.


๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•


Ken mengusap foto Gean. Hanya bisa membayangkan bagaimana keadaan anaknya itu. Seharusnya dia ada di tengah-tengah mereka. Menikmati hari bersama layaknya keluarga kecil yang bahagia.


Tuhan, aku mohon, ijinkan aku bersama dengan dia. Aku ingin memperbaiki semuanya. Sudah cukup aku menerima hukuman ini.


Penyesalan hanya tinggal penyesalan. Ken berjanji, akan melakukan apa saja untuk bisa bersama dan mendapatkan pengakuan itu.


Meski dia sendiri sadar, rintangan bukan hanya datang dari penolakan Khea dan Gean saja, tapi juga dari Vara dan kedua keluarga besar mereka.


Lagi-lagi, dia ada di tengah kedua kakak beradik itu. Namun kali ini, dia ingin benar-benar mendapatkan haknya sebagai seorang Daddy dan menjalankan kewajibannya.


Tidak peduli dengan cibiran orang-orang yang mengatakannya tak tahu diri atau bodoh.


Di lain tempat


Kedua orang tua Khea juga merasakan hal yang sama. Mereka merindukan anak perempuan mereka, juga merindukan cucu mereka. Ini adalah balasan yang harus mereka terima karena masa lalu yang tak adil.

__ADS_1


Ya, mereka telah berbuat tak adil pada seorang anak. Mengutamakan yang satu, tapi mengabaikan anak yang lainnya, bahkan cucu mereka.


__ADS_2