Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
49 Apanya Yang Salah?


__ADS_3

Karir Khea semakin melambung, meski banyak gosip yang menerpa dirinya. Ya, semakin tinggi pohon semakin kencang juga angin yang menerjangnya.


Banyaknya gosip tentang dirinya bukan berarti tidak akan ada pria yang mendekatinya. Banyak para pengusaha, penyanyi, pemain film, model, bahkan pria dari profesi lainnya yang mendekati perempuan muda itu. Wajah yang cantik, karir yang bagus dan ditunjang dengan pendidikan yang tidak main-main.


Media telah meliput berita tentang Khea sejak dia kuliah. Tidak banyak yang bisa diberitakan tentang masa lalu Khea, karena sepertinya ada yang sudah menutupinya. Khea yang kuliah di luar negeri di universitas ternama, banyak memenangkan kompetisi design, dan pernah juga memenangkan beberapa kontes lainnya. Belum lagi kejadian Gean yang juga sudah menunjukkan bakatnya.


Anak kecil itu sering sekali ditawari berbagai iklan dan main film, tapi Khea menolaknya karena tidak ingin kehidupan anaknya nanti menjadi konsumsi publik. Status Gean yang sampai sekarang tidak diketahui siapa ayah kandung sebenarnya, pasti akan membuat orang selalu bertanya dan menebak-nebak. Pasti banyak juga wartawan yang akan terus menggali informasi untuk mengetahui masa lalunya.


...🍁🍁🍁...


"Jangan menunda lagi, kita harus segera bertemu dengan Vana!"


"Tapi Vana sangat sulit ditemui."


"Dia bukannya sulit ditemui, tapi memang sengaja menghindar dan tidak mau menemui kita."


Pada kenyataannya, Khea memang sudah tidak mau lagi bertemu dengan mereka. Kalau bukan karena Ara yang bertunangan saat itu, pasti Khea tidak akan pernah muncul di hadapan mereka.


Di salah satu restoran


"Hai Khea, Gean?"

__ADS_1


Khea dan Gean menatap seseorang yang menegur mereka.


"Nio?"


Nio tersenyum saat Khea mau balas menyapanya, tidak bersikap pura-pura tidak mengenal seperti yang Khea lakukan pada yang lainnya.


"Aku boleh duduk di sini?"


"Ya, silahkan."


Nio lalu memesan makanan untuk dirinya, karena Khea dan Gean sudah memesannya lebih dulu. Gean melirik Nio yang pesanannya sama dengan dia, padahal Nio tidak tahu apa yang Gean pesan.


"Ngapain kamu di sini?" tanya Ara ketus.


Ara memang tidak menyukai semua yang berhubungan dengan Ken. Hubungan Ara dengan Marco juga begitu-begitu saja. Mereka seperti orang asing berstatus tunangan.


"Aku tadi melihat Khea dan Gean di sini. Jadi ya sekalian saja bergabung bersama mereka."


Ara, Jessica, Deo dan Austin langsung ikut duduk.


"Aku sudah memesankan makanan untuk kalian," ucap Khea.

__ADS_1


"Oya Khea, apa bisa aku memesan jas padamu. Aku ada untuk hari Sabtu minggu depan," ucap Nio.


"Acara penghargaan itu?"


"Benar."


"Baiklah."


Gean masih saja memperhatikan Nio, begitu juga dengan Ara, Jessica, Austin dan Deo. Mereka juga memperhatikan Khea yang biasa saja pada Nio, padahal Nio adalah sahabat Ken.


Saat mereka semua asyik makan dan mengobrol, Ken, Vara, Marco dan Rissa datang.


"Nio, kamu juga ada di sini?" tanya Rissa.


"Kalian di sini juga?" tanya Nio balik.


Ken menatap tidak suka pada Nio yang bisa duduk bersama dengan Khea dan Gean. Bahkan Nio bisa makan dengan tenang di tengah sahabat-sahabatnya Khea.


Dalam hatinya dia merasa kecolongan. Tapi tidak ada yang salah juga kan apa yang dilakukan oleh Nio. Khea itu bukan pacar Ken, bukan istri, bukan pula calonnya Ken.


Jadi, apanya yang salah?

__ADS_1


__ADS_2