Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
48 Tidak Mengenal Keluarga Marquez Dan Diaz


__ADS_3

Setelah acara itu, banyak orang terutama para wartawan yang berusaha mencari tahu tentang masa lalu Khea.


Dan pada kenyataannya, mau seperti apa pun Khea menutupi masa lalunya, tapi tidak semua orang akan melupakan siapa dia yang sebenarnya.


Banyak postingan yang menjadi viral.


Kheara itu nama aslinya Devana, panggilannya Vana.


Postingan yang disertai foto-foto saat Khea masih sekolah.


Devana itu adiknya Devara, anaknya Bryan Marquez, pengusaha ternama di negara ini.


Saya teman satu kampus Vara dan Ken. Yang saya tahu, dulu Vana itu suka pada Ken. Sepertinya mereka terlibat cinta segitiga.

__ADS_1


Tentu saja postingan-postingan itu dilakukan oleh orang yang tidak hadir di acara pertunangan Vara dan Ken, karena mereka yang hadir di sana tidak ada yang berani membongkar rahasia.


Wartawan yang membaca postingan-postingan itu mulai mencari tahu apa yang terjadi.


Apa benar Kheara adalah Devana, anak kedua dari Bryan Marquez. Kenapa Khea mengatakan kalau dirinya yatim piatu. Kenapa Kheara bersikap tidak mengenal keluarga Marquez atau pun keluarga Diaz.


Mulailah mereka menelusuri jejak dari Khea, yang didapat dari teman-teman sekolah Khea.


"Sepertinya mereka sangat kepo akan masa lalu kamu," ucap Juan.


"Mereka?"


"Keluarga perempuan itu dan keluarga pria itu."

__ADS_1


Perempuan yang dimaksud di sini adalah Vara, sedangkan pria yang dimaksud adalah Ken.


Khea mau tahu, apakah mantan keluarganya itu dan keluarga Ken akan menghilangkan jejaknya, hingga aib masa lalu itu tidak tercium media.


Khea sendiri juga sudah tidak peduli. Biar saja dirinya dihina orang, yang penting bukan anaknya yang disakiti.


"Apa kamu tidak khawatir dengan Gean?"


"Gean itu cerdas, aku yakin dia akan baik-baik saja. Malah aku berpikir, sepertinya anak itu memang sengaja ikut acara itu untuk mengatakan kepada orang-orang kalau pria itu seorang bajingan. Selama ini, Gean hanya pernah bertanya satu kali saja tentang ayahnya, setelah itu tidak pernah lagi. Padahal dulu aku selalu khawatir, apa yang Haris aku katakan setiap kali anak aku bertanya tentang papanya. Haruskah aku berkata kalau ayahnya menikah dengan perempuan lain? Atau sudah meninggal? Atau sedang bekerja di tempat yang jauh dan tidak tahu kapan akan kembali? Tapi saat pertama kali dia bertanya, aku hanya diam saja. Saat itu aku berpikir apa yang harus aku katakan. Apa aku harus berkata jujur padanya kalau ayahnya tidak mengakui dia? Atau aku hilang pria itu sudah mati dan tidak ada kuburannya? Aku tidak mau jawaban apa Kun yang aku katakan nanti, akan menjadi boomerang untuk diriku. Aku tidak mau nanti dia terhasut orang lain dan malah membenci dan meninggalkan aku, seperti yang mereka lakukan padaku. Tidak percaya padaku, menghakimiku, membenciku, dan membuang diriku."


"Hanya Gean keluarga kandung yang aku miliki sekarang. Aku tidak tahu baga jadinya aku tanpa Gean. Aku akan mempertanyakan Gean. Tidak akan aku biarkan mereka merebut Gean dariku."


"Kenapa kamu berpikir mereka akan merebut Gean dari kamu?"

__ADS_1


"Entahlah, ini hanya firasatku saja."


Gean, yang lagi-lagi hanya bisa menguping pembicaraan Khea dengan Juan itu, hanya diam saja.


__ADS_2