
42 PANTAI
"Seru juga ya, Khe? Khe? Khea?"
"Loh, Khea di mana?"
Belum sempat mereka menyadari apa yang terjadi, Ken sudah berlari ke arah laut. Disusul oleh para pria.
"Mom, Mommy!"
"Gean, kamu di sini saja."
Ken masuk ke dalam air, menyelam ke dalam dan memeluk tubuh Khea, membawanya ke atas. Deo dan Justin, disusul oleh Marco dan Nio juga ikut membantu.
Ken meletakkan tubuh Khea di atas pasir, menekan perut ramping itu, berusaha mengeluarkan air dari sana. Tidak juga sadar, Ken mendekatkan wajahnya, bermaksud memberikan nafas buatan.
"Aaaa ... lepas! Lepas!"
"Hei, Khea, Khea, tenanglah!" Ken menepuk-nepuk pipi perempuan itu.
Khea berusaha menggapai-gapai sesuatu, berpikir dirinya masih ada di dalam air. Setelah perempuan itu sadar ada di mana, dia langsung menghirup udara dalam-dalam. Tangannya mencengkram apa yang ada di depannya, tidak peduli apa itu Ken atau siapa, seolah kalau dia tidak berpegangan, maka dia akan kembali tenggelam.
"Mom, Mommy."
"Gean, Gean." Khea memeluk Gean, dan ingin tetap berada di daratan.
"Khea, kenapa kamu bisa tenggelam?" tanya Jessica.
Wajah Ara juga sudah pucat. Mereka semua tahu kalau Khea pandai berenang.
__ADS_1
"Kakiku, kakiku tidak bisa digerakkan."
Austin langsung memeriksa kaki Dhea.
"Au, sakit."
"Kaki kamu terkilir. Aku ambil obat dulu di mobil." Austin lalu mengambil obat dari dalam mobilnya.
Ken lalu memeriksa kaki Khea dengan hati-hati.
"Ini." Gean lalu mengoleskan salep itu pada kali Khea.
"Mom ...."
"Mommy tidak apa-apa, Gean."
"Apa sebaiknya kita pulang saja?" tanya Ara.
Dia benar-benar keras kepala. Ini bukan untuk dirinya agar bisa bersenang-senang, tapi tidak mau Gean kecewa karena liburan mereka menjadi batal. Gean sangat jarang meminta apa-apa padanya, jadi dia tidak mau mengecewakan anaknya itu.
"Kita cari tempat untuk makan siang dulu."
Khea menggerakkan kakinya yang terasa lebih baik. Dia lalu memandang ke arah laut, kemudian berjalan.
Dua kelompok itu duduk dalam satu meja. Marco terus saja mengajak Ara bicara, agar suasana tidak menjadi kaku.
Seorang wartawan yang ada di sana, diam-diam merekam mereka.
Ini akan menjadi berita besar.
__ADS_1
Seorang pengusaha yang pernah menghamili seorang perempuan di saat memiliki tunangan, juga seorang aktor, terlibat dengan perempuan yang sama. Pasti akan menjadi berita yang menarik, kan!
Apa yang harus aku tulis, ya? Cinta segitiga?
Khea makan dengan banyak, tidak sadar kalau ada yang merekam dirinya.
"Gean mau nambah?"
"Mau udang dan kepiting, Mom."
Ken tersenyum melihat Gean yang makan. Anak itu bahkan makan dengan rapih dan terlihat sangat berkelas.
"Mom, kenapa orang itu terus melihat kita?"
Mereka menoleh ke orang yang dimaksud, dan orang itu langsung memalingkan wajahnya.
"Fans kamu kali, Khea. Akun sosial media punya kamu sekarang semakin banyak pengikutnya."
Khea mengangkat bahunya, selama tidak ada yang mengganggunya, dia akan masa bodo. Seafood yang dipesan oleh Gean datang. Gean membuka cangkang kepiting dan memberikan pada Khea.
"Uhh, so sweet banget sih, Gean. Aunty juga mau, dong."
"Buka sendiri."
Ara ditertawakan oleh teman-temannya.
"Ini, Yang. Biar aku saja yang membukanya," ucap Marco. Pria itu masih saja ke dekati Ara, agar gadis itu mau kembali padanya. Gara-gara masalah Khea dengan Ken, hubungan mereka juga jadi berantakan.
Selesai makan, mereka kembali ke pantai untuk bermain air. Kali ini Khea duduk saja di sebelah Gean, tidak mau membuat anak itu khawatir. Dia ingin memanjakan Gean sebelum sibuk kembali dengan pekerjaan.
__ADS_1
"Aku mau tidur-tiduran dulu." Ara merebahkan tubuhnya di atas pasir, disusul oleh Jessica.
Mereka memakai kaca mata hitam agar tidak terganggu dengan sinar matahari. Sudah sangat lama mereka tidak menikmati waktu liburan. Semakin dewasa, waktu luang mereka semakin menipis, bahkan untuk sekedar bertemu dengan sahabat-sahabat.