
39 TIDAK BISA TIDUR
Malam harinya sebelum tidur, Khea membersihkan wajahnya. Diolesinya wajahnya itu dengan madu murni. Dia juga meminum jus tanpa gula dan memakan salad segar.
Tubuh Khea terasa pegal-pegal, mungkin dia harus melakukan relaksasi pada tubuhnya saat jadwalnya ada yang kosong.
"Mommy pasti lelah, biar Gean pijit."
"Tidak, Gean juga pasti lelah karena seharian ikut mommy bekerja. Maafkan mommy ya, Sayang, belum bisa memberikan kamu kebahagiaan."
"Gean bahagia bersama Mommy."
Ibu dan anak itu saling berpelukan. Rasa lelah Khea hilang seketika saat dipeluk oleh penyemangat hidupnya itu. Khea bersyukur dia kasih bisa berdiri kokoh menghadapi dunia.
💕💕💕
Ken membaringkan tubuhnya di atas kasur. Dia ingin bertemu dengan Khea dan Gean, tapi tidak ingin mengganggu keduanya. Dia tahu Khea dan Gean sangat lelah. Akhirnya pria itu hanya memandangi foto-foto mereka saja untuk memuaskan rasa rindunya.
Ken memeluk foto berbingkai itu. Pria itu tiba-tiba saja teringat sesuatu, lalu dia segera menghubungi Arka.
"Bagaimana?"
"Belum ada petunjuk, Tuan."
"Ck, tetap lakukan penyelidikan sampai menemukan hasilnya."
__ADS_1
"Baik, Tuan."
Ken memejamkan matanya, dan tidak lama kemudian tertidur dengan memeluk foto Khea dan Gean.
Ken gelisah dalam tidurnya, keringat dingin keluar yang semakin membasahi tubuh Ken. Suara pertengkaran dan teriakan, juga suara permintaan tolong, terasa berdengung-dengung di telinganya.
Ken langsung bangun terduduk. Nafasnya ngos-ngosan. Ken langsung mengambil air di atas nakas dan meminumnya hingga tandas.
Ken tidak bisa tidur kembali. Perasaanya sangat gelisah. Dia akhirnya memutuskan untuk ke tempat Khea saja.
Khea membuka pintu dan kesal saat melihat Ken.
"Aku numpang tidur di sini." Pria langsung masuk, padahal belum mendapatkan ijin dari Khea.
"Gak boleh!"
Khea masuk ke dalam kamar Gean, dan mengunci pintu. Ken bisa tidur lebih nyenyak, tidak bermimpi buruk lagi. Meski hanya tidur di sofa, tapi rasanya jauh lebih nyaman daripada kasur besar dan empuk di kamarnya sendiri.
💕💕💕
Pagi-pagi sekali mereka bertiga sudah bangun, menyiapkan diri sendiri untuk bekerja. Gean diam saja saat melihat Ken ada di sana, bersikap seolah Ken itu makhluk tak kasat mata.
Khea sudah membawakan bekal untuk Gean. Takut nanti pemotretan akan berjalan lama dan Gean lapar saat menunggunya.
"Aku juga mau." Ken memasukkan sendiri bekal untuknya. Biarlah dia bersikap tak tahu malu, yang penting bisa memakan makanan yang dimasak oleh ibu dari anaknya itu.
__ADS_1
Di apartemennya, Ken langsung menyiapkan diri. Ada meeting pagi ini. Dia membawa kotak bekal makan itu dengan ceria. Kotak bekal berkarakter tokoh animasi. Rasanya dia sudah tidak sabar menunggu jam makan siang.
Khea dan Gean tiba di lokasi pemotretan, yang ada di taman.
"Kulit kamu mulus banget, Khea."
"Makasih."
"Kamu sering ke salon?"
"Tidak juga. Aku hanya melakukan perawatan sendiri dengan cara simpel. Kamu juga bisa melakukan sendiri di rumah."
Pemotretan di mulai. Karena dilakukan di ruang terbuka dan tempat umum, banyak orang yang bisa melihatnya.
"Itu Khea? Cantik banget, ya."
"Aslinya lebih cantik, ternyata."
"Kalau minta foto bareng, mau gak, ya? Sombong gak kira-kira, orangnya?"
Khea foto dengan dikerumuni oleh banyak merpati. Orang luar dilarang mengambil gambar Khea saat melakukan pemotretan. Tentu saja mereka belum tahu, untuk apa pemotretan ini.
"Sepertinya, aku akan jadi fansnya."
"Aku juga. Cantik banget. Itu anaknya juga ganteng, ya."
__ADS_1
Mereka benar-benar mengagumi sosok Khea, yang ternyata lebih cantik aslinya, daripada di televisi. Khea tersenyum melihat orang-orang yang sedang menatapnya itu.
Ini seperti khayalannya saat kecil dulu, di mana orang-orang akan memandang kagum pada dirinya. Ini belum seberapa, dia masih ingin lebih sukses lagi, lebih terkenal lagi, dan lebih diakui lagi.