Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
94 Baper


__ADS_3

"Apa kurangnya aku bagimu? Apa hebatnya dia dibandingkan aku? Apa perempuan yang setiap hari mencuci bajuku, menyapu dan mengepel lantai di rumahku itu lebih hebat? Kalau memang dia yang menurutmu terbaik, maka baiklah. Kamu pun sama dengannya, kan!"


"Apa maksud kamu?"


"Tidak perlu banyak tanya!"


Dor


Satu tembakan mengenai lutut Dony.


Dor


Satu tembakan mengenai dada pelayan itu.


Mereka berdua meringkuk menahan sakit, sedangkan Queen tertawa bahagia.


"Pelayan memang seharusnya membungkuk di hadapan majikannya!"


Queen lalu menekan punggung Dony hingga pria itu mencium kaki Queen, menahannya beberapa lama hingga Dony merasakan sakit dipunggung dan lehernya, selain sakit di lututnya.


Setelah itu, Queen lalu menekan punggung perempuan itu, membuat perempuan itu juga mencium sepatunya.


Queen menyeringai licik, wajah ya terlihat sangat kejam.


Orang-orang yang menonton tanpa sadar menahan nafas, mereka benar-benar terbawa suasana, seolah Queen adalah tokoh nyata yang sangat kejam. Ya, walaupun dalam hati mereka juga ikut menyumpahi suami yang berselingkuh itu.

__ADS_1


Skip


Adegan selanjutnya


Queen bermain dengan kue di taman bermain. Menaiki ayunan dan membeli beberapa jajanan yang banyak pembelinya. Blue juga bermain bola meski hanya sendiri. Tiba-tiba saja bolanya mengenai punggung seorang pria. Pria itu berbalik, dan melihat siapa yang melempar bola itu kepadanya.


Dua pasang itu saling menatap.


Blue dan Kala, sama-sama diam tanpa mengatakan apa pun.


"Maafkan anak saya, Tuan," ucap Queen yang menghampiri keduanya.


"Blue, ayo minta maaf pada uncle ini!"


"Sorry, Uncle."


Tatapannya sangat dalam, terus memandang tanpa berkedip.


Deg


Jantung Ken berdetak kencang. Dia merasa tidak nyaman dengan adegan ini. Seolah semua itu memang nyata, seolah Nio jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Khea.


Penonton yang lain senyum-senyum sendiri, seolah ini adalah adegan yang sangat romantis.


Skip

__ADS_1


Kala telah mengetahui identitas Queen. Seorang istri yang dikhianati ole suaminya sendiri.


"Pasti akan susah mendekati Queen. Dia sangat cantik, dan Blue juga menggemaskan. Ibu dan anak itu benar-benar telah memikat hatiku."


Kala senyum-senyum sendiri, begitu juga dengan para penonton yang ikut baper, termasuk Ken.


Kalau yang lain baper berharap ada adegan romantis dari keduanya. Berharap kedua tokoh itu akan dipersatukan dsn menikah. Beda lagi dengan Ken, tidak ada adegan yang dia suka selain Queen yang menghabisi suaminya dan selingkuhannya itu.


Semoga saja si Kala itu tewas dalam ceritanya!


Entah apa yang sedang merasuki Ken saat ini. Dia yang sejak dulu selalu masa bodo dengan film, mau seperti apa pun genre dan akhir ceritanya. Tapi sekarang, pria itu bahkan malah menyumpahi si tokoh utama dalam film itu. Lebih tepatnya menyumpahi pemeran utama pria.


Vara yang sejak tadi merasakan kegelisahan Ken, bertanya-tanya dalam hatinya.


Mereka yang dulu mengenal Khea, tidak pernah menduga kalau ternyata perempuan itu memiliki bakat dalam dunia akting. Aktingnya sangat natural, mungkin saja memang ada hubungan khusus antara Khea dan Nio?


Wajah Ken sejak tadi tidak enak dipandang mata, untung saja di dalam sana sangat gelap. Tangannya terus terkepal. Dia merasakan sesak di hatinya, merasa ada sesuatu yang akan direbut dari pelukannya.


Tidak, ini hanya film, bukan kisah nyata. Nio tidak mungkin mengkhianati aku!


.


.


.

__ADS_1


Ayo, ramaikan cerita ini ya, kakak-kakak🤩


__ADS_2