Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
81 Terlihat Cocok?


__ADS_3

Kru menyebarkan sedikit informasi tentang film yang sedang mereka produksi. Foto-foto kebersamaan Khea, Gean dan Nio disebarkan.


Video behind the scene pun dikumpulkan, menunjukkan kekompakan di antara para pemain. Beberapa artis muda lainnya terlihat akrab. Seperti biasa, jika pria dan wanita ada dalam satu proyek film yang sama, biasanya ada saja gosip tentang cinta lokasi.


Mereka sangat yakin, kali ini yang akan digosipkan adalah Khea dan Nio. Apalagi mereka terlihat akrab dan chemistry di antara mereka sangat bagus dan natural. Gean yang selalu ad di antara keduanya membuat mereka terlihat seperti keluarga kecil yang sedang bermain film bersama.


Cekrek


Salah satu kru membidik kameranya saat tangan Nio menggenggam tangan Khea. Pengambilan gambar itu terlihat seperti candid camera, dan memang terlihat natural tanpa dibuat-buat.


Perfek


Kru itu tersenyum puas, dia merasa sudah seperti paparazi saja. Hal seperti ini sudah biasa bagi orang perfilman sebagai salah satu cara mempromosikan film mereka. Ada yang memang hanya settingan saja, ada yang benar-benar terlibat cinta lokasi.


"Ayo kita mulai lagi!" teriak bang J.

__ADS_1


Nio yang berperan sebagai Kala ....


Kala mengusap kepala Queen.


"Kamu tahu, aku akan menerima Blue seperti anakku sendiri."


Blue di sini diperankan oleh Gean.


Kala menatap mata Queen sangat dalam, sedangkan Queen yang ditatap seperti itu hanya diam.


Queen adalah agen rahasia yang bekerja dalam suatu organisasi, dan orang terakhir yang dibunuhnya belum lama ini adalah mantan suaminya dan selingkuhannya. Queen sama sekali tidak menyesal telah menghabisi kedua orang itu, karena baginya, tidak ada ampun untuk seorang pengkhianat.


"Tolong jangan samakan aku dengan pria itu, karena aku dan dia berbeda."


Film ini bergenre romance thriller, namun yang lebih menonjol adalah thriller-nya.

__ADS_1


Untung saja Khea bisa bela diri, jadi dia tidak mengalami kesulitan saat beradegan baku hantam.


Gean sendiri di sini di ceritakan sebagai anak yang memiliki indra keenam. Ibu dan anak itu bermain sangat apik. Karakter asli Gean yang tertutup memudahkannya untuk membuat karakter ini sangat kuat.


Hanya dengan pandangan matanya yang tajam saja, orang-orang sudah merasakan aura berbeda dari anak itu.


Bukannya bersikap berlebihan, tapi bang J dan para kru benar-benar merasa ingin menangis. Karakter ini benar-benar hidup. Mereka saja sampai merinding melihat aksi Gean yang alami.


"Aku seperti sedang jatuh cinta pada pandangan pertama saja. Aku benar-benar jatuh pada pesona ibu dan anak itu," ucap bang J pelan, tapi masih bisa didengar oleh para kru yang ada di dekatnya.


"Bukan hanya kamu saja, Bang. Kami pun sangat bangga. Yakin deh, mereka akan langsung mendapatkan penghargaan sebagai aktris dan aktor anak-anak pendatang baru terbaik. Pasti setelah ini akan banyak yang mengajak mereka bekerja sama."


"Kenapa jadi saya yang bangga bisa bekerja sama dengan mereka, ya?" Para kru terkekeh, bukan karena mereka mengejek, tapi lagi-lagi karena mereka juga merasakan hal yang sama.


Kala masih menatap Queen, sebelah tangannya kini mengusap pipi Queen yang terasa lembut di tangannya. Merasakan sentuhan hangat dan lembut itu, Queen memejamkan matanya.

__ADS_1


Sementara itu, di ujung sana, seseorang memperhatikan itu dan menghela nafas.


__ADS_2