Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
77 Syuting


__ADS_3

Hari pertama syuting


"Cut!" ucap sutradara setelah melihat akting yang diperankan oleh salah satu artis telah selesai dengan memuaskan.


Adegan selanjutnya di lakukan di halaman belakang sebuah mansion.


Khea, yang berperan sebagai Queen berjalan dengan angkuh. Penampilannya terlihat berbeda dari dia sebagai Khea. Queen di sini adalah seorang wanita karir, janda beranak satu yang ditinggal oleh suaminya karena berselingkuh dengan pembantunya.


Harga diri Queen merasa diinjak-injak, bisa-bisanya suaminya itu selingkuh dengan perempuan yang derajatnya lebih rendah dari dia. Queen yang tidak terima, menyuruh anak buahnya untuk menghancurkan mantan suami dan selingkuhannya itu.


Plak plak


Queen menampar Liza, sang pelakor.


"Berani sekali kamu menghina diriku. Kamu pikir aku tidak tahu kalau selama ini kamu pun sering tidur dengan pria lain?"


Tubuh Liza bergetar, merasa terintimidasi dengan aura yang diberikan oleh perempuan yang ada di hadapannya itu.


Hingga beberapa menit berlalu.

__ADS_1


"Cut!"


Bang J sangat puas dengan akting Khea, dia yakin filmnya kali ini akan mendapatkan banyak penghargaan.


Drama ini tidak terlalu panjang, hanya sekitar sepuluh episode saja. Bang J berdecak kagum. Sejak awal, scene yang dilakukan oleh Khea berjalan mulus, tanpa ada pengulangan sekali pun.


...🌼🌼🌼...


Berita tentang film terbaru dari rumah produksi Jang Entertainment mulai tersebar. Gosip yang beredar mengatakan kalau pemeran utama film itu dimainkan oleh Khea dan Nio, juga tidak ketinggalan, Gean.


Ken yang tahu tentang gosip itu merasa tidak tenang. Dia segera menghubungi sahabatnya itu, Nio.


"Halo?"


"Gosip apa?"


"Jangan pura-pura tidak tahu, Nio!" Terdengar helaan nafas dari Nio.


"Kalau Khea dan Gean main film itu?"

__ADS_1


"Hm."


"Iya, itu benar. Tapi ini masih dirahasiakan, jangan sampai bocor dulu."


Ken menghela nafasnya, merasa tidak senang dengan apa yang dikatakan oleh Nio. Kenapa Khea mau bermain di film itu? Apa karirnya sebagai designer saja tidak cukup? Apa uang yang dia miliki masih kurang? Kalau memang kurang, maka Ken dengan senang hati akan memberikannya pada Khea dan Gean.


Andai saja Ken tahu sejak awal, pasti dia sudah melarang Khea dan Gean main film. Ken mengacak rambutnya. Pekerjaannya yang menumpuk membuat pikirannya menjadi bercabang-cabang.


Ken memandang wajah Khea dan Gean yang ada di internet. Mengusap kedua wajah itu dengan pelan.


Maafkan aku, aku benar-benar menyesal.


...🌼🌼🌼...


Setiap kali scene yang dilakukan oleh Khea dan Gean, para kru merasa puas. Keduanya benar-benar seperti pemain film profesional. Tidak banyak scene yang harus diulang, membuat proses syuting bisa berjalan lebih cepat dari target yang diperkirakan.


Bang J bertepuk tangan.


"Aku sama sekali tidak menduga, kalau kamu dan Gean benar-benar bermain sampai sebagus ini. Ck, aku jadi ingin mengajak kamu dan Gean bermain di filmku yang lain."

__ADS_1


"Ya ampun Bang J, yang ini saja masih proses syuting, sudah nawarin yang baru lagi."


Bang J tertawa, kini dia paham kenapa Dennis sangat antusias mengajak ibu dan anak itu bermain di film ini, bahkan tanpa proses audisi. Tadinya dia sempat mengira kalau Khea dan Dennis terlibat affair. Khea yang kerap kali digosipkan dengan Nio pun membuat Bang J berpikir kalau mereka memang memiliki hubungan spesial, oleh sebab itu keduanya bermain di film ini untuk meningkatkan pamor mereka.


__ADS_2