
"Untuk obat perangsang sendiri, dosisnya memang tidak terlalu banyak. Mungkin agar Tuan tidak menaruh curiga, tapi itu cukup untuk membangkitkan gairah Anda. Saya rasa orang yang meracik semua itu, sudah sangat paham dengan obat-obatan ini. Takarannya begitu pas, sehingga memberikan efek sesuai dengan yang diinginkan."
Ken mengepalkan tangannya mendengarkan penjelasan dokter. Kenapa dia bisa sampai ceroboh seperti ini? Kenapa dia sampai mengabaikan hasil medical check up-nya. Seharusnya sejak dulu dia peduli dengan kesehatannya.
Tekanan dari keluarga untuk dia bisa mengembangkan perusahaan lebih maju lagi dari pemimpin-pemimpin terdahulu, membuat dia kelelahan. Jadi dia pikir semua itu hanya karena efek kelelahan dan stres saja. Andai dulu dia lebih peduli dengan kesehatannya, andai dia menaruh curiga, pasti semua ini tidak akan serumit ini.
Sialnya, Khea yang akhirnya menjadi korban.
Khea datang ke tempat yang salah dan di waktu yang salah.
"Entah siapa yang melakukan ini semua. Apa dia musuh kita atau musuh keluarga Khea, salah satu dari yang lainnya akan tetap diuntungkan. Sekali mendayung, dua pulau terlewati. Menghancurkan kamu, juga menghancurkan keluarga Khea."
"Kalau pun ada yang ingin menghancurkan keluarga Khea, aku rasa dia tidak mungkin tahu kalau Khea akan ke tempatku, Opa."
"Apa Khea punya musuh?"
"Mungkin banyak. Opa kan tahu sendiri bagaimana Khea. Bicaranya selalu sesuka hati, dan bertindak semaunya."
"Opa rasa, ini semua ada hubungannya dengan Vara."
"Opa masih mencurigai dia?"
__ADS_1
Opa Ronald diam saja, dia sedang menghubungkan antara satu masalah dengan masalah lainnya.
"Tuan ...." Arka membisikkan sesuatu di telinga Ken.
"Nanti saja," jawab Ken.
"Ada apa? Apa kamu menyembunyikan sesuatu dari Opa?"
"Tidak ada, Opa."
Di lain tempat
Khea begitu marah saat mendengar penjelasan dari sahabat-sahabatnya.
"Aku akan memberikan pelajaran untuknya, dia pasti akan merasakan apa yang aku rasakan selama ini."
Kembali ke Ken
Setelah opanya pergi, dokter Patrick datang, namun dokter Jackson belum pergi, karena ada yang ingin dibahas oleh Ken dengan kedua dokter itu.
"Bagaimana keadaan kamu, Ken?"
__ADS_1
"Kurang baik."
"Arka sudah menjelaskannya kepadaku."
Dokter Patrick lalu membuka tasnya. Di dalamnya ada banyak berkas-berkas kesehatan Ken selama beberapa tahun ini.
"Kamu mulai berkonsultasi kepadaku tanggal ...."
Dokter Patrick menyebutkan hari, tanggal, bukan dan tahunnya dengan lengkap.
"Itu ...."
"Itu tepat satu minggu setelah pertunangan Anda, Tuan," ucap Arka yang mengerti maksud dari perkataan Ken.
"Kamu mengeluhkan sulit tidur, mimpi buruk dan perasaan gelisah yang berkepanjangan pada saat itu. Juga daya ingat yang sedikit melemah."
Kedua dokter itu sama-sama menganalisa hasil pemeriksaan antara dokter yang satu, dengan dokter lainnya.
"Dari hasil tes darah yang terakhir kalinya, memang tidak ada sisa-sisa dari obat-obatan itu. Tapi kamu masih merasa gelisah, dan mimpi buruk. Sepertinya alam bawah sadar kamu memaksa untuk mengingat semuanya. Mungkin tanpa kamu sadari, kamu berusaha mengingat apa yang sebenarnya terjadi beberapa tahu lalu. Bukankah kamu pernah bercerita, kalau kamu dan Nona Khea pernah sama-sama pingsan di depan apartemen kamu? Mungkin saat itu, ada sesuatu yang membuat kamu teringat akan kejadian malam itu. Nona Khea juga sepertinya merasa trauma saat itu."
"Kalau begitu, sepertinya malam itu sama-sama mengingatkan kalian akan malam kelam itu."
__ADS_1