Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
2 Ingin Punya Cucu


__ADS_3

2 INGIN PUNYA CUCU


“Apa kamu belum mendapatkan info apa pun tentang mereka?” tanya Ken apa Arka—tangan kanannya.


“Maafkan saya, Tuan, tapi saya belum mendapatkan informasi apa pun. Sepertinya nona Khea sering berpindah-pindah negara.”


Ken menghela nafas berat. Pria itu menyandarkan tubuhnya ke kursi dan melonggarkan dasinya.


Sudah dua tahun, dua tahun dia mencari dan terus mencari.


Arka merasa iba dengan atasannya itu. Ken semakin lama semakin dingin dan tak tersentuh. Bahkan tunangannya saja tidak bisa mengerti apa yang pria itu pikirkan.


Pernikahan yang terus ditunda dengan berbagai alasan.


Apa yang harus aku lakukan agar bisa bertemu dengan kalian lagi?


“Siapkan penerbangan untukku ke Belanda besok.”


“Baik, Tuan.”


Ken kembali menghela nafas, dia sudah pergi ke beberapa negara yang memungkinkan ada Khea dan Gean di sana, tapi tetap saja hasilnya nihil.


Ken mengambil cincin yang pernah dia beli untuk Khea, namun perempuan itu terlanjur pergi lebih dulu. Tidak ada yang tahu soal cincin ini, termasuk kedua orang tuanya.


💕💕💕

__ADS_1


Khea terbangun dari tidurnya, merenggangkan otot-ototnya dan segera pergi ke kamar mandi.


Perempuan muda nan cantik beranak satu itu segera membuatkan sarapan untuk dia dan anaknya. Hanya roti bakar dan salad sayur, juga seteko teh hangat.


Gean sendiri sudah terlihat rapih tanpa harus Khea yang membangunkan dan menyuruhnya mandi.


“Miss Annie akan datang terlambat pagi ini.”


“Ya, Mom.”


Gean memang tidak sekolah di sekolahan umum. Anak laki-laki lebih memilih home schooling, tapi bukan berarti pengetahuannya biasa-biasa saja. Dia bahkan lebih cerdas dari anak seusianya.


Gean hanya tidak menyukai sekolah umum, tidak menyukai orang-orang yang selalu menatap remeh padanya. Bergunjing kalau dia anak broken home dan tak memiliki Daddy.


Meski memang benar, dia memang tidak memiliki Daddy.


Perempuan itu juga tidak lupa berkirim pesan pada Ara—sahabatnya.


Selama ini Khea telah membuktikan pada mereka—orang-orang yang telah membuangnya—kalau hidupnya lebih sempurna dari mereka.


Dia punya ketenaran


Dia memiliki pekerjaan


Dan yang paling penting, dia memiliki Gean.

__ADS_1


Tidak akan ada yang bisa merebut Gean dari dirinya, meskipun mereka memohon dan mengiba.


Mereka telah jatuh, jatuh sedalam kegelapan yang pernah mereka berikan untuknya dulu.


Karma is real.


💕💕💕


“Apa kamu sudah membicarakan pernikahan kamu dengan Ken?” tanya papanya Vara.


“Belum, Ken masih sangat sibuk.”


“Mama ingin segera memiliki cucu. Pasti rumah ini tidak akan sepi lagi kalau ada bayi di sini.”


Vara hanya tersenyum saja mendengar perkataan mamanya, yang seperti sebuah penyesalan tapi juga harapan.


“Mama doakan saja Vara segera menikah dengan Ken, nanti kami akan memberikan mama cucu yang banyak.”


Ya, Vara ingin memiliki anak yang banyak bersama Ken, yang akan memperkuat hubungannya dengan pria itu, agar tak ada yang bisa merebut Ken dari dirinya. Bahkan Vara sudah membayangkan anak laki-laki dan perempuan yang wajahnya memiliki perpaduan dia dan Ken. Pasti akan sangat lucu dan menggemaskan, pikir Vara.


💕💕💕


Pagi-pagi sekali Ken pergi ke Belanda bersama Arka. Mereka akan mengurus perusahaan yang baru saja di rintis di sana. Ken hanya menggunakan kaos lengan pendek, topi hitam dan kacamata hitam.


Pria itu masuk ke dalam jet pribadinya, melihat ke kuar jendela, menatap langit pagi ini yang terlihat cerah, berbanding terbalik dengan hatinya yang selalu saja mendung.

__ADS_1


Ken mengeja nafas berat. Sampai sekarang, dia masih penasaran dengan apa yang terjadi di masa lalu, tapi belum juga menemukan jawabannya. Dia yakin, semau permasalahan ini bukan hal biasa. Seperti ada benang kusut yang harus dia luruskan. Seperti labirin rumit dan dia harus mencapai pusatnya.


Aku merindukan kalian. Aku pastikan kita bertiga akan kembali bersama.


__ADS_2