
Suasana menjadi hening saat Khea dan Gean memasuki ballroom itu, bahkan di belakang mereka ada sahabat-sahabat Khea. Khea sengaja datang ke acara ini, untuk menunjukkan kepada orang-orang yang ingin menjatuhkan dirinya, bahwa dia adalah perempuan yang kuat, yang tidak akan menangis meratapi nasib setelah namanya dicemarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Perempuan itu berjalan dengan dagu terangkat. Di sebelahnya, Gean berjalan dengan memandang lurus ke depan. Tangan anak itu menggenggam tangan Khea, seperti menguatkan kalau mereka akan baik-baik saja.
"Selamat atas launching-nya produk terbaru ini," ucap Khea.
"Terima kasih sudah datang, Sayang." Kedua orang tua Khea memeluk perempuan itu, yang ternyata tidak mendapatkan penolakan sama sekali.
Betapa bahagianya hati kedua orang tuanya, Khea mau mereka peluk. Bukankah ini awal yang baik untuk memperbaiki hubungan mereka? Mereka ingin memeluk Gean, tapi anak itu menghindar. Tak apa, mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk anak itu menerima mereka.
__ADS_1
Rasanya Ken juga ingin memeluk Khea, tapi apa diijinkan? Khea benar-benar terlihat cantik hari ini. Dia dan Gean memakai pakaian putih, terlihat seperti ratu dan pangeran kecilnya.
Tidak terlihat gelisah, atau malu. Tidak juga terlihat tertekan atau tanda-tanda seperti orang yang mengalami gangguan jiwa. Khea terlihat tenang, selalu tersenyum pada orang-orang yang menyapanya. Sahabat-sahabat Khea Kun terlihat tenang. Entah apa yang mereka pikirkan, pikir Ken.
Ken benar-benar terpesona dengan penampilan Khea. Khea yang selalu percaya diri dengan penampilannya, yang selalu memukau, dan yang selalu tidak peduli dengan pendapat orang-orang tentang dirinya.
Acara hiburan dari penyanyi papan atas semakin memeriahkan acara ini. Vara menatap Khea yang sama sekali tidak menatapnya, seolah mereka tidak saling mengenal.
Rissa Oun begitu, menatap Khea yang terlihat tenang. Dia mengusap tangan Vara, menyakitkan kekuatan untuk sahabatnya itu. Dia tahu, Vara merasa semua perhatian orang-orang hanya tertuju pada Khea. Entah karena pesona perempuan itu, atau karena berita miring tentang dirinya.
__ADS_1
"Kamu juga hebat, Vara. Jangan berkecil hati, aku bangga menjadi temanmu," ucap Rissa menyemangati.
Vara tersenyum, Rissa memang sahabat yang selalu menyemangati dirinya, sejak dulu. Memang Rissa sering bicara seenaknya, tapi Vara tahu Rissa teman yang baik dan setia kawan.
"Kamu yang paling berhak mendapatkan penghargaan akan kesuksesan produk dan acara ini. Semua berkat kerja keras kamu." Vara sangat terharu mendengar perkataan Rissa. Gadis itu memang bekerja keras untuk semua ini, selain ingin mengembangkan perusahaan, juga karena dia ingin menyibukkan diri agar tidak selalu teringat dengan Ken.
Jika memang Ken bukan jodohnya, maka dia akan mencoba ikhlas, meski tentu saja akan sangat sulit. Apa ada pria yang seperti Ken? Apa akan ada pria yang bisa menerima dia dengan segala kekurangannya ini?
Vara melihat Khea yang terlihat bahagia bersama Gean. Dia jadi ingin memiliki anak juga, tapi semua terasa sulit. Pernikahannya batal, dia divonis akan susah memiliki keturunan. Kesedihan seperti apa lagi yang belum dia rasakan? Rasanya tidak akan ada lagi yang lebih menyakitkan seperti ini.
__ADS_1