Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
60 Mommy Sayang Gean


__ADS_3

Jessica sering mengajak Gean dan Khea bicara empat mata, terutama Gean.


"Kenapa Gean pendiam sekali? Apa Gean tidak suka ini?" tanya Jessi, sambil menunjuk sosis bakar.


"Suka."


"Kenapa Gean suka melukis?"


"Tidak tahu, hanya suka saja."


"Apa yang Gean tidak suka?"


Aku tidak suka dengan dia. Dia, yang katanya mirip denganku itu, yang membuat mommy seperti ini. Apa dia daddy ku? Ke mana dia? Apa dia sudah meninggal?


"Kalau Gean menyukai sesuatu, Gean bisa menceritakannya pada mommy, para aunty, atau apra uncle. Begitu juga kalau ada yang Gean tidak suka, Gean bisa menceritakannya pada kami semua."


Bagi Jessica dan yang lain, Gean terlalu pendiam dan tertutup untuk anak seumuran dirinya.


Gean diam saja, tapi tangannya sibuk menorehkan cat pada kanvas. Gean yang sering melihat sisi lain dari Khea, membuat psikis anak itu juga harus diperhatikan.

__ADS_1


"Mommy Gean perempuan yang baik."


"Ya, Gean tahu. Gean sayang mommy, apa pun yang terjadi, meski mommy tidak menyayangi Gean."


"Gean, kenapa bicara begitu?" tanya Khea.


Tadi diam-diam dia mendengar pembicaraan Jessi dengan Gean. Merasa terharu, tapi juga sedih.


"Gean adalah anak mommy. Penyemangat hidup mommy. Jangan pikirkan apa pun yang orang-orang katakan, jika itu hanya hal-hal buruk. Mommy sayang Gean, sama seperti Gean yang menyayangi mommy, kan? Apa Gean malu memiliki mommy yang gila?"


"No mommy, mommy tidak gila. Mommy bukan orang gila. Jangan bicara begitu, Gean tidak suka. Mommy bukan perempuan gila." Gean mulai mengamuk, dan Khea juga Jessica langsung menenangkan anak itu.


Sama seperti mereka yang membuang mommy. Terima kasih, Gean, sudah membuat mommy bertahan hingga saat ini. Mommy janji, akan sembuh demi Gean.


"Gean tidak akan pernah meninggalkan mommy, apa pun yang terjadi, apa pun yang mommy lakukan. Promise."


Jessica yang seorang psikolog anak, terus memantau perkembangan Gean. Jangan sampai anak itu juga mengalami masalah psikis yang fatal.


Mereka semua membimbing Gean, mengawasinya dan menjaganya dengan sangat baik.

__ADS_1


Gean semakin tumbuh menjadi anak yang cerdas, mandiri, dan tampan. Semakin mirip dengan Ken. Gean juga mulai mencari tahu tentang siapa ayahnya, dan diam-diam mendengar pembicaraan mereka, kalau sang mommy diperkosa oleh seorang pria yang tidak mau bertanggung jawab, yang wajahnya sangat mirip dengan Gean. Pria yang membuat hidup mereka menderita.


Seiring waktu, Khea berhasil mendirikan sebuah butik dengan merek sendiri. Tidak ada yang pernah tahu, bagaimana wajah pemilik dan perancang CryStar. Semua diwakilkan oleh Yuri, Airu, Chia, Jessica atau yang lainnya.


💕💕💕


"Aku akan kembali ke Indonesia."


"Apa? Kenapa?"


"Aku ingin melakukan fashion show, sekaligus memproklamirkan siapa pemilik CryStar. Lagipula, salah satu sahabatku akan bertunangan. Aku ingin menghadiri pertunangannya. Dia pasti mencemaskan aku yang selama bertahun-tahun menghilang."


"Apa kamu yakin?"


"Sangat yakin."


Khea menatap sahabat-sahabatnya yang terlihat khawatir.


"Tenang saja, aku akan baik-baik saja. Aku tidak akan lagi menjadi lemah. Maafkan aku yang sudah menyusahkan kalian dan membuat kalian khawatir selama bertahun-tahun."

__ADS_1


Mereka saling berpelukan. Sangat terasa sekali rasa kekeluargaan di antara mereka, bahkan melebihi keluarga kandung Khea sendiri.


__ADS_2