Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
105 Isi Hati Gean


__ADS_3

Gean ditawari oleh sebuah produk makanan untuk menjadi bintang iklannya. Khea tentu saja Haris bertanya dulu, tidak mau mengambil keputusan sepihak. Itu juga cara dia mendidik Gean, agar menghargai keinginan orang lain dan tidak egois.


Mungkin Khea belajar dari masa lalu. Orang-orang menganggap dia egois, karena selalu memaksakan kehendak, tapi bagi Khea, orang-orang itu yang egois, tidak pernah bertanya apa yang dia mau, apa yang dia suka, dan apa yang dia benci. Mereka hanya menyodorkan padanya apa yang menurut mereka itu baik padanya. Padahal yang menjalankan dan merasakannya kan, bukan dia. Itulah sebabnya mereka tidak pernah satu pemikiran.


"Apa nanti Gean akan punya banyak uang?"


"Ya, tentu saja Gean akan dibayar."


Kalau aku punya banyak uang, mungkin mommy tidak perlu bekerja keras seperti ini. Aku sudah menabung dari hasil hadiah memenangkan beberapa penghargaan. Aku mau uangku lebih banyak lagi. Membelikan mommy rumah dan mengajak mommy keliling dunia.


Anak sekecil itu sudah memikirkan untuk mencari uang sendiri. Ya, memang setiap kali Gean memenangkan perlombaan, maka uangnya akan dia simpan sebaik mungkin.


"Apa uangnya sangat banyak? Gean mau nego sendiri dengan mereka." Khea tertawa renyah mendengar perkataan anaknya itu. Masih kecil saja, anaknya sudah pintar berbisnis. Khea tidak tahu saja apa yang ada dalam pikiran Gean, terlalu dewasa untuk anak seusianya.


...🌼🌼🌼...


Pihak perusahaan tercengang mendengarkan keinginan Gean yang ingin dibayar dengan harga semahal itu.

__ADS_1


Apa anak ini terlalu sombong?


Apa anak ini merasa sedang di atas langit?


Apa anak ini sudah menunjukkan sifat matre di usia dini?


Tapi wajah polos dan teduh dengan mata yang tajam itu, benar-benar memikat hati. Auranya sangat kuat.


Gean adalah idola baru anak-anak, bahkan ibu-ibu rumah tangga sangat menyukainya.


"Apa Anda yakin, Tuan?"


"Iya. Dia model yang sangat tepat dengan produk ini. Banyak perusahaan lain yang ingin menggaet anak itu menjadi bintang iklan produk mereka. Dia lagi naik daun, jadi tidak ada salahnya kita memberikan anak itu bayaran yang mahal. Lagi pula ...."


"Lagi pula apa, Tuan?"


"Bukankah anak itu sangat menggemaskan. Dia sudah menunjukkan bakat bisnis dan negosiasi yang luar biasa. Apa ini yang namanya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya? Juga ... mungkin saja ini langkah awal aku bisa dekat dengan mamanya."

__ADS_1


Sang asisten langsung menggaruk tengkuknya. Pihak periklanan memang sebelumnya sempat ragu untuk tetap memakai Gean, namun siapa sangka kalau atasannya sendiri malah tidak keberatan.


Apa ini yang dinamakan mengorbankan sesuatu yang besar, untuk mendapatkan yang lebih besar lagi?


Gean tersenyum saat mendengar Khea mengatakan kalau besok mereka akan ke perusahaan untuk menanda tangani kontrak Gean. Dalam hati anak itu merasa puas.


"Apa Gsn akan terkenal?"


"Gean sudah terkenal, dan Gean akan semakin terkenal. Apa Gean suka menjadi terkenal?"


"Tidak."


Semakin aku terkenal, maka orang-orang itu akan semakin membicarakan aku dan mommy. Mereka akan semakin mengolok-olok aku sebagai anak haram.


"Lalu, kenapa Gean mau main iklan kalau Gean tidak mau menjadi terkenal?" Ini sangat penting bagi Khea, agar tahu apa yang sebenarnya anaknya itu rasakan. Apa yang ada di lubuk hatinya yang terdalam.


Itu karena Gean ingin menunjukkan pada orang-orang yang sudah menyakiti mommy dan menyia-nyiakan kita, kalau Gean bisa tumbuh menjadi anak yang hebat hanya dengan didikan dan kasih sayang mommy seorang.

__ADS_1


__ADS_2