Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
33 Menjadi Lebih Hebat


__ADS_3

"Selamat malam semuanya. Perkenalkan, saya Kheara Carel, pemilik sekaligus designer Crystar. Terima kasih untuk Anda semua yang telah mendukung saya, sehingga brand ini bisa menjadi lebih besar."


"Miss Kheara, apa yang menjadikan Anda bisa menjadi seperti sekarang ini?"


"Tentu saja kerja keras dan rasa optimis. Sejak kecil saya sudah suka merancang baju. Awalnya hanya hobi saja, tapi karena saya selalu ingin memakai baju yang indah-indah, saya berpikir kenapa tidak saya ciptakan sendiri pakaian untuk saya."


"Orang tua dan keluarga Anda pasti sangat bangga pada Anda."


"Saya tidak punya orang tua, dan keluarga. Keluarga kandung yang saya punya hanya anak laki-laki saya ini."


Deg


Orang tua dan kakak Khea sangat terkejut mendengar perkataan Khea di hadapan publik.


Pembalasan sedang dimulai!


"Anak laki-laki Anda sangat tampan, pasti mirip dengan papa, ya."


"No! Aku mirip mommy, dan aku tidak punya daddy!"

__ADS_1


Deg


Sakit, itulah yang Ken rasakan saat ini.


"Mommy hanya punya aku, begitu juga aku yang hanya punya mommy. Tidak ada orang lain."


Wartawan langsung terdiam, karena suasana mendadak canggung.


"Keluarga kandung yang aku miliki memang hanya anakku saja, tapi aku masih punya para sahabat yang Sidah seperti saudara kandungku sendir. Mereka yang selama ini selalu mendukung dan menyemangati aku. Membantu aku di saat aku terpuruk. Jadi, penghargaan kali ini juga aku dedikasikan untuk mereka. Para saudara-saudaraku, juga orang-orang yang Sidah aku anggap sebagai orang tua kandungku sendiri. Aku sayang kalian semua."


Rasa terima kasih itu bukan untuk mereka. Sakit rasanya, di saat orang lain lebih dianggap orang tua dan saudara.


"Aku mulai merancang sejak kecil, dan mulai menekuninya sejak sekolah menengah pertama. Yang aku lakukan tentu saja bukan hanya merancang. Aku sering membeli banyak baju untuk aku padu padankan. Mengamati sekitar untuk mencari tahu apa yang sedang trend saat itu. Kalau aku ingin menjadi perancang, tentu saja aku juga harus mengerti fashion dan berpenampilan menarik, kan? Orang-orang dulu mungkin berpikir aku hanya mementingkan gaya tanpa memiliki otak!"


Tentu saja Ken sangat tahu siapa yang Khea maksud ....


Ken yang dulu sering merasa kesal karena Khea yang suka shopping dan memakai pakaian mewah dan ganti-ganti gaya.


Rissa yang suka mencibir kalau Khea dulu hanya modal penampilan saja tapi tidak punya kelebihan apa-apa selain membuat orang lain kesal.

__ADS_1


Marco yang menganggap Khea adalah gadis manja yang sangat menyusahkan.


Keluarga Vana yang menganggap kalau Vana sangat boros dan tidak memiliki minat sama sekali dalam dunia bisnis.


Keluarga Ken yang menganggap Khea dulu bukan gadis mandiri dan bisa diajak bicara bisnis.


Nio?


Tidak, Nio hanya menganggap rasa cinta Vana pada Ken dulu akan menghancurkan salah satunya. Dulu dia tidak pernah menghakimi Khea, begitu juga dengan sekarang.


"Pertanyaan terakhir dari saya, Miss Kheara. Apa moto Anda untuk bisa mencapai posisi saat ini?"


"Aku harus mendapatkan apa yang aku inginkan, dan buang jauh-jauh yang tidak bermanfaat!"


Lagi-lagi mereka tertegun.


Dulu mereka berpikir apa yang dilakukan oleh Khea adalah keegoisan. Siapa yang sangka, kalau pemikirannya itu menjadikan dia sesukses sekarang.


Di salah satu kursi, ada seseorang yang tersenyum penuh kepuasan.

__ADS_1


"Kalian lihat sendiri, kan? Aku memang tidak pernah salah dalam menilai seseorang. Dia akan menjadi lebih hebat dari pada kakaknya."


__ADS_2