Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
79 Biarkan Sama-sama Terluka


__ADS_3

"Khea, apa kamu tidak mau mengijinkan Gean bertemu dengan papa dan mama? Tidak adakah perasaan kasihan pada mereka?"


"Apa.sebskunnga mereka kasihan padaku? Dan ingat, jangan membicarakan apa pun di depan anakku!"


Khea tahu kalau Gean memahami apa yang dia ucapkan. Dia hanya tidak mau batin anak itu terluka lebih dalam lagi. Nanti, pasti akan banyak pertanyaan dari Gean.


Cukup dia yang terluka, Gana jangan. Kalau memang Gean sudah tahu yang sebenarnya, maka tidak perlu menambah luka yang ada.


Masih terlalu kecil bagi Gean untuk memahami apa itu anak hasil pemerkosaan. Masih terlalu kecil bagi Gean saat tahu kalau dia anak hasil korban pelecehan. Dan sialnya, Gean sudah tahu semua itu. Dia yang dulu susah payah menjaga perasaan Gean, tapi sekarang gagal hanya karena pertemuan kembali dia dan keluarganya.


"Kami tahu kami salah, tapi ...."


"Cukup! Jangan bicarakan ini di sini!"

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu kapan kita bisa bicara empat mata?"


"Tidak akan pernah. Sekarang pergilah!"


Cara menghela nafas, tapi dia tidak ingin menyulut kekesalan Khea, akagi ada Gean di sini. Tidak baik anak sekecil Gean melihat pertengkaran orang dewasa, apalagi ini menyangkut dirinya. Vara tidak mau Gean mengiris dia orang jahat yang akan menyakiti hati mommy-nya. Gean adalah keponakannya, dan anak dari pria yang dicintainya, dan mengingat semua itu, kembali membuat hatinya sakit.


Jujur saja dia cemburu, dan takut kehilangan Ken. Di satu sisi dia juga tidak tega dengan keponakannya, yang lahir tanpa ayah dan tidak dibesarkan oleh orang tua lengkap.


"Sekali lagi, Khea, berikan aku kese untuk bicara dengan kamu empat mata." Setelah mengatakan itu, Vara pergi.


Bohong jika doa bisa memaafkan mereka begitu saja, apa pun alasannya, meski hubungan darah dijadikan alasan.


Kalau saja dulu kedua orang tuanya mempercayai doa, semau ini tidak akan terjadi. Mereka lebih memilih satu anak dan melukai anak lainnya. Kenapa tidak mereka biarkan saja kedua anaknya terluka? Dan sama-sama menyembuhkan luka itu. Dia tidak bersama Ken, dan Vara pun tidak bersama Ken. Dia dan Vara akan memulai dengan cinta yang baru, dan hubungan mereka akan tetap baik-baik saja.

__ADS_1


Gean yang melihat tatapan sang mommy kosong, menunduk sedih. Dia tahu selama ini dia bukan anak yang diharapkan. Dia yang tidak memiliki ayah sejak bayi, selalu menutup diri dan akhirnya menjadikan anak itu tidak mudah dijangkau oleh orang lain.


Gean yang dulu hidup di luar negeri, sering melihat anak lain yang lahir tanpa pernikahan, tapi mereka tahu siapa kedua orang tua mereka. Tahu siapa mommy dan daddy mereka. Bahkan mereka yang orang tuanya bercerai, tetap bisa bertemu dengan kedua orang tuanya, setidaknya di akhir pekan.


Sedangkan dia, tidak sama sekali.


Tidak ada foto sang daddy.


Tidak tahu siapa nama sang daddy.


Tidak tahu di mana sang daddy dimakamkan jika memang telah meninggal.


Tidak pernah mommy-nya menceritakan pada dia tentang daddy-nya sekali pun.

__ADS_1


Jadi, untuk apa Gean mengharapkan pria itu setelah meninggalkan dia dan mommy-nya?


__ADS_2