Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
44 Lampu


__ADS_3

44 LAMPU


Brak


Khea menabrak tiang listrik saat kehilangan kendali atas mobilnya. Untung saja jalanan sepi, jadi tidak membahayakan orang lain. Sebelumnya dia memang merasakan oleng pada mobilnya, sepertinya ban mobilnya bocor.


"Gean, Gema tidak apa-apa?" tanya Khea penuh kekhawatiran. Tangan dan kakinya sampai gemetaran dan lemas.


"Gean tidak apa-apa. Mommy oke?"


"Ya, mommy juga baik-baik saja. Kita tidak bisa melanjutkan perjalanan dengan mobil ini."


"Kita naik taksi saja, Mom."


"Oke. Mommy pesan taksi dulu."


Menunggu selama dua puluh menit, akhirnya taksi yang dipesan datang juga. Untung saja Khea dan Gean pergi lebih pagi, jadi tidak terlalu khawatir untuk terlambat.


Ibu dan anak itu akhirnya bisa datang tepat waktu. Khea langsung berganti baju dan berbicara dengan sutradara acara.


"Jadi nanti kamu akan diminta untuk membuat masakan dengan bahan yang sudah disiapkan. Bagaimana, bisa?"


"Oke, tak masalah."


"Ini memang siaran langsung, tapi kamu tenang saja. Jadi kalau ada kesalahan, nanti yang lain bisa mengalihkan ke pembicaraan lain. Lima belas menit lagi kita mulai."


Khea menyempatkan diri melihat bahan-bahan masakan itu. Ada beberapa bumbu juga yang disediakan. Orang-orang berpikir, mungkin saja nanti Khea tidak akan bisa melakukannya, jadi sudah ada kru yang siap untuk memberikan arahan.


"Oke semuanya, stand by!"


Setelah melihat aba-aba, pembawa acara langsung membuka acara.


"Halo sobat semuanya, ketemu lagi pada pagi menjelang siang ini. Nah, hari ini kita kedatangan bintang tamu yang tidak asing lagi untuk kita, ya. Ini dia, Kheara."

__ADS_1


Khea melambaikan tangannya ke kamera.


"Halo," sapanya.


Khea berbincang-bincang dengan para pengisi acara, lalu mendapatkan tantangan memasak.


"Gimana, siap Khea?"


"Siap, dong."


Khea lalu mengambil bahan masakan itu, dan mulai memotong sayuran dengan lincah seperti seorang chef profesional.


"Jadi, mau bikin apa, Khea?"


"Hm, aku tidak tahu ini apa namanya. Tapi aku sering membuatkan ini untuk Gean."


"Wah, pasti rasanya enak sekali, ya."


Saat sedang asyik memasak, tiba-tiba saja lampu yang ada di atas mereka jatuh.


"Aaa!"


"Awas!"


Brak


Siaran langsung itu langsung kacau. Para kru mendekati para pengisi acara.


Ken, yang selalu setia mengikuti kegiatan Khea di layar televisi, langsung berlari dari ruangannya. Dia bergegas pergi ke rumah sakit yang dekat dengan lokasi syuting, karena untuk ke lokasi itu rasanya percuma pikirnya, mereka pasti segera membawa para korban ke rumah sakit.


Di lokasi syuting


Ambulans datang dan membawa para korban. Beberapa orang kru ikut begitu juga dengan sutradara.

__ADS_1


Kecelakaan yang terjadi secara langsung itu membuat para penonton syok, dan langsung menjadi berita utama di internet.


Ken dan para sahabat Khea sudah tiba lebih dulu.


"Mom, Mommy." Suara Gean bergetar. Dia takut kehilangan mommy-nya.


Mereka tiba di rumah sakit, Gean turun dari mobil ambulans dan langsung dipeluk oleh Jessica.


Ada tiga bintang tamu, dan dua di antaranya terluka—salah satunya Khea. Host, dan dua orang kru. Total semuanya lima orang.


Mereka dilarikan ke UGD.


"Mommy!"


"Gean di sini saja bersama aunty."


Wartawan dari stasiun televisi lain juga sudah datang untuk meliput.


"Bagaimana bisa ini terjadi? Apa kalian bekerja tidak memperhatikan kondisi lokasi dan peralatan syuting?" tanya Ken.


"Kami sudah memeriksa semuanya. Mana mungkin kami bekerja tidak sesuai SOP. Ini belum pernah terjadi sebelumnya."


Ken menatap Gean yang terdiam. Bagaimana kalau anaknya tadi juga ikut terluka?


"Gean Sayang, apa kamu terluka?"


Gean diam saja, dia masih sangat syok dengan musibah ini. Tubuhnya gemetaran dan terus menatap pintu ruang UGD.


"Aunty, mommy akan baik-baik saja, kan?"


"Ya, mommy akan baik-baik saja."


Jessica yang tadi juga melihat dari televisi, langsung pergi ke rumah sakit yang paling dekat dengan lokasi syuting. Jessica sendiri juga tidak yakin, dengan kondisi para korban. Lampu penerangan untuk keperluan syuting itu sangat besar, dia tidak tahu seberapa parah luka yang diderita oleh para korban.

__ADS_1


Ya ampun, ada-ada saja musibah yang terjadi pada Khea dan Gean.


__ADS_2