Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
32 Apa Pun Alasannya, Selalu Kesal


__ADS_3

32 APA PUN ALASANNYA, SELALU KESAL


Khea—atas dukungan dari sahabat-sahabatnya—akhirnya menerima beberapa tawaran pekerjaan sebagai model berbagai produk. Untuk bermain film terbaru, dia masih memilah-milah, karena bermain film tentu saja sangat berbeda dengan bermain sepuluh iklan sekaligus.


Setelah membaca kontrak kerja samanya, Khea segera menanda tangani kontrak kerja sama itu. Pundi-pundi rupiah tentu saja akan memenuhi rekeningnya. Dia bisa dengan cepat mengalahkan artis papan atas yang sudah lebih dulu berkecimpung di dunia entertainment.


Khea memang meminta harga tinggi. Bukannya dia sombong, tapi dia menghargai diri sendiri. Tapi tentu saja orang-orang yang mengetahui apa yang Khea lakukan itu, menganggap dirinya sombong dan takabur.


Mereka tidak tahu saja, kalau sebenarnya Khea juga seorang model di luar negeri, yang iklannya—pastinya—tidak ada di negara ini.


"Gean mau main iklan, juga?" tanya salah seorang yang mengurus kontrak kerja sama itu.


Khea hanya tersenyum. Jika anaknya memang mau, dia tidak akan melarang. Dia tidak mau membatasi minat Gean, atau kreativitas anak itu. Tapi bukan berarti Khea juga akan memanfaatkan anaknya untuk mendulang rupiah atau dolar.


"Tidak."


"Kalau Gean mau main iklan, bilang, ya."


Selain iklan minyak wangi yang sedang booming di pemberitaan, Khea akan menjadi model untuk sampo, makanan kemasan dan beberapa produk kecantikan.


"Mommy akan membuat jas untuk Gean. Kita akan menghadiri pesta launching minyak wangi yang mommy iklankan."


"Mommy, ayo kita makan kebab."


"Oke. Apa lagi?"


"Hm, bagaimana kalau kita belanja. Aku ingin mommy membuatkan tomyam dan sop iga sapi."


"Baiklah. Ayo kita ke mall."


"Oya Gean, besok mommy juga akan mendatangi beberapa kontrak kerja sama lainnya. Uang mommy sangat banyak, Gean mau dibelikan apa?"


"Tidak ada."

__ADS_1


Khea menghela nafas. Dia berharap Gean meminta sesuatu padanya, entah itu mainan, atau mungkin sepatu, baju, atau liburan ke luar negeri.


💕💕💕


Malam ini adalah malam launching minyak wangi yang dibintangi oleh Khea. Gadis itu berdiri di tengah panggung saat pembawa acara memanggilnya. Khea berjalan sambil memegang minyak wangi.


Penampilannya sangat memukau. Bibir merah menyala dengan rambut digulung ke atas, menunjukkan leher jenjang dan pundak putih mulus, karena gaun bagain atasnya berbentuk sabrina.


Kenapa dia harus berpakaian seperti itu?


Ken hanya bisa protes dalam hati. Padahal di pesta ini, banyak perempuan yang penampilannya lebih seksi dari Khea. Yang menampilkan belahan paha yang tinggi juga belahan dada.


Vara juga datang, dengan penampilan yang juga cantik. Memakai gaun dengan tali spaghetti.


Ken melihat penampilan Vara, yang terlihat cantik.


Pria itu menghela nafas. Dia biasa saja melihat perempuan-perempuan itu. Biasa saja melihat Vara, meskipun Vara juga terlihat seksi.


Dulu ....


Dasar, tukar pamer paha.


Saat itu Vana masih SMP.


Setiap kali melihat Dhea berpakaian ketat ....


Dasar, apa dia mau menunjukkan lekuk tubuhnya?


Saat Vana ingin pergi ke pesta ulang tahun temannya, dan memakai pakaian dengan tali spaghetti.


Apa dia tidak takut talinya putus? Apa sih, yang mau dia pamerkan?


Di lain waktu

__ADS_1


Kenapa harus memakai pakaian seperti itu? Kaya kekurangan bahan saja.


Saat itu Vana memakai celana pendek dan baju kaos pendek, karena ingin berenang.


Sejak dulu, Vana emang selalu mengikuti trend anak muda. Lebih modis, lebih trendy.


Tapi di mata Ken, semuanya terlihat salah. Saat SMP, Vana sudah tahu bagaimana cara berdandan.


Berjalan berlenggak-lenggok, yang bagi Ken memuakkan karena gadis itu terlihat seperti wanita penggoda.


Padahal Vana bersikap layaknya seorang model internasional, karena itu impiannya. Menjadi publik figur yang dikenal banyak orang. Menjadi model internasional dan brand ambassador produk kelas dunia.


Vana yang kenal berbagai jenis orang. Dianggap memiliki pergaulan yang rusak oleh kebanyakan orang, padahal dia sedang membangun relasi seluas mungkin.


Hidup bukan hanya butuh keberuntungan dan kerja keras, tapi juga relasi yang luas.


Itu yang Vana pikirkan.


Vana tidak mau meneruskan perusahaan. Baginya, perusahaan bisa diwariskan, tapi bakat belum tentu.


Kamu memiliki seorang ibu penyanyi, tapi kalau suaramu jelek, kamu tidak akan bisa jadi penyanyi profesional.


Ayahmu seorang aktor terkenal, tapi kalau aktingmu jelek, kamu hanya akan ditertawakan.


Itulah sebabnya Vana mengasah sendiri apa yang dia suka, karena keluarganya tidak ada yang seperti dia. Keluarganya tidak ada yang tertarik di bidang seni.


Khea memamerkan minyak wangi itu, ke para tamu dengan tangannya. Setelah itu dia menyempatkan minyak wangi tersebut di leher dan pergelangan tangannya. Aroma wanginya langsung tercium di ballroom.


Senyum Khea merekah disertai tepukan tangan. Perempuan itu berfoto bersama Presdir perusahaan produk minyak wangi tersebut.


Ken kembali menatap Vara dan Khea. Saat bersama Vara, dia tidak pernah marah saat gadis itu memakai gaun pesta. Mau itu yang bertali spaghetti, berleher sabrina, lengan panjang, lengan pendek, mau yang belahan gaun sepanjang betis.


Tapi terhadap Vana, baik sebagai Vana atau sebagai Khea, dia masih—dan selalu kesal.

__ADS_1


Sesuatu yang tidak pernah hilang sejak dulu, bahkan semakin menjadi ....


__ADS_2