Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
16 Sumpah Vana


__ADS_3

"Biar aku saja yang bertanggung jawab, Vana."


"Tidak mau, Kak Ken yang Haris bertanggung jawab dan menikahi aku. Anak ini anaknya!"


"Vana, aku akan menjadi ayah yang baik untuk anak yang kamu kandung."


"Aku tidak butuh bekas kasihan darimu."


"Pengawal, seret dia keluar!" ucap Bryan. Kesabarannya sudah benar-benar habis menghadapi sikap Vana, apalagi dengan apa yang dia lakukan saat ini.


"Lepaskan aku!"


Vana menatap mereka semua penuh kebencian.


"Lihat saja, suatu saat nanti kalian akan menyesal karena telah memperlakukan aku seperti ini."


"Bukan kami yang akan menyesal, tapi kamu! Mulai sekarang kamu bukan anggota keluarga dari kami lagi. Jangan pernah kembali sebelum kamu mengakui kesalahan kamu dan meminta maaf."


"Baiklah jika itu mau kalian. Semua yang ada di sini akan menjadi saksi apa yang telah terjadi. Aku bersumpah akan terus mengingat semua ini dan membalas rasa sakit ini."

__ADS_1


Vana meninggalkan ballroom itu dengan perasaan marah.


Sialan, padahal aku sudah mengatakan ini di depan orang-orang. Sekarang apa ya g harus aku lakukan?


Vana mengepalkan tangannya, meninggalkan hotel dengan penuh kebencian dan sakit hati.


Sementara itu di dalam ballroom, kedua pihak keluarga meminta maaf akan kekacauan yang telah terjadi. Acara masih tetap dilanjutkan meski tidak semenyenangkan di awal acara.


Nio menghela nafas berat. Dia melihat Ken dan Vara yang masih bisa tersenyum dan terlihat bahagia.


Apa setelah ini semuanya akan baik-baik saja?


Vana menjadi perbincangan di pesta itu. Acara ini dihadiri oleh banyak relasi bisnis keluarga Ken dan Vara, dan tentunya juga banyak teman Vana yang ikut hadir bersama orang tuanya.


"Masa sih, Vana hamil?"


"Terus hamil anak siapa?"


"Memangnya dia punya pacar?"

__ADS_1


Pertanyaan-pertanyaan itu terus saja mereka ucapkan. Sidah pasti nama baik Vana juga ikut tercemar. Untung saja mereka sudah kukus sekolah, jadi tidak akan menimbulkan masalah di sekolahnya.


"Kamu baik-baik saja, Bry?" tanya Hendrick.


"Ya, aku harap anak itu tidak akan lagi membuat ulah. Bagaimana dengan kamu?"


"Aku juga baik. Apa yang Vana katakan tidak akan berpengaruh sedikit pun pada keluarga kami. Aku sangat tahu bagaimana Ken, dia kami didik dengan sangat baik. Jadi tidak mungkin melakukan hal yang tidak terpuji seperti itu. Ken itu anak yang berta jawab, kalau dia sampai menodai Vana, pasti dia akan bertanggung jawab dan membatalkan pertunangannya dengan Vara."


"Ya, aku tahu. Untung saja Vara tidak terpengaruh sedikit pun akan perkataan Vana, kalau tidak sudah bisa dipastikan kalau acara ini akan benar-benar hancur."


Sementara itu, Vara dan Ken sedang duduk bersama.


"Kamu tidak akan percaya dengan yang Vana katakan, kan?" tanya Ken cemas. Dia tidak ingin Vara berpikiran buruk tentang dirinya, apalagi sampai nanti membatalkan pernikahan mereka.


"Tentu saja tidak. Aku percaya padamu, apalagi kita sudah bersama sejak kecil. Kamu bukan orang yang seperti itu. Jika apa yang Vana katakan benar, pasti kamu Sidah bertanggung jawab dan menikahinya."


Ken menghela nafas lega. Dia sangat bersyukur bahwa Vara tidak terpengaruh sedikit pun akan perkataan Vana.


"Kamu tenang saja, mulai sekarang semuanya akan baik-baik saja. Tidak akan ada lagi yang bisa mengacaukan hubungan kita," ucap Ken dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


__ADS_2