
41 BANANA BOAT
Dua hari di akhir pekan ini, Khea bisa menikmati waktu santainya. Bukan santai untuk tidur dan bermalas-malasan, tapi bisa menghabiskan waktu bersama Gean ke pantai. Dia akan bergi bersama sahabat-sahabatnya, karena akibat kesibukan masing-masing, mereka jadi jarang bertemu.
"Ayo, Gean," ucap Jessica.
Mereka menggunakan dua mobil, dan akan menginap di hotel.
Mereka tiba di pantai, dan langsung mencari tempat yang nyaman untuk mereka. Khea mengunggah foto-foto dia bersama dengan Gean dan teman-temannya.
Ken yang melihat itu, langsung pergi ke sana bersama dengan Marco dan Nio.
Ck, kenapa dia harus berpakaian seperti ini?
Yang dipakai Khea saat itu celana pendek dan kaos biasa berlengan pendek, menunjukkan kulit putih mulusnya. Padahal penampilan Jessica lebih seksi lagi, tapi Ken merasa apa yang dipakai oleh Khea itu sangat minim dan tidak layak pakai.
"Ayo, Ara," ajak Khea pada Ara. Ketiga perempuan cantik itu bermain voli pantai, sedangkan Gean hanya melukis.
Ken dan kedua sahabatnya tiba di pantai, mencari keberadaan Khea dan Gean.
"Itu mereka." Marco menunjuk ke arah Khea. Pria itu langsung menghampiri Ara yang mengambil bola.
__ADS_1
"Ara, kamu juga di sini?" tanya Marco pura-pura tidak tahu.
"Kalian mengikuti kami?"
"Enggak, kami memang ingin menghabiskan akhir pekan di sini."
Ken langsung mendekati Khea dan menutupi paha perempuan itu dengan kemeja miliknya, sedangkan Ken memakai kaos.
"Kamu kan model, nanti kulit kamu hitam dan kering."
Alasan saja, padahal bukan itu masalahnya. Ken tidak mau kulit putih mulus itu ditatap oleh banyak pria.
Ken lalu mendekat Gean, dan duduk di samping anak itu. Tidak ada percakapan, tapi setidaknya Gean tidak menjauh dari dirinya.
"Boleh Daddy memakai alat lukis Gean?"
Tidak dijawab, tapi Ken mengartikannya sebagai persetujuan.
Ken lalu memakai alat lukis itu, sambil berpikir apa yang ingin dia lukis.
"Daddy tidak pandai melukis." Ken lalu membuka ponselnya, lalu mencari salah satu foto.
__ADS_1
Foto editan dari Arka. Ken memutuskan untuk melukis foto itu. Mengambil warna cat yang cocok dan mulai mengoleskan di atas kertas.
Ken meringis dengan hasil lukisannya, yang lebih menyerupai gambar anak TK. Gean melirik lukisan Ken, dan langsung memalingkan wajahnya.
Khea membiarkan saja mereka berdua. Meskipun dia masih membenci pria itu, tapi dia juga tidak akan melarang Gean jika ingin dekat dengan Ken. Dia tidak mau egois. Dia akan memberikan yang terbaik untuk anaknya, apa pun itu.
"Khea, ayo kita bermain di air saja," ajak Ara.
"Ayo."
Pantai sangat ramai. Banyak yang berenang dan melakukan olahraga air. Gelombangnya tidak terlalu besar, tapi juga tidak kecil.
"Ayo kita main banana boat."
"Gean, mommy naik banana boat dulu, ya?"
"Iya, Mom."
Ken tidak akan melakukan apa-apa, dia akan tetap duduk di sisi Gean.
Di sana, Khea dan teman-temannya menaiki banana boat. Mereka tercebur saat banana boat itu sedikit menikung.
__ADS_1
Khea mencoba mengangkat tubuhnya ke atas, tapi rasanya sangat susah. Tangannya menggapai-gapai ke atas. Untung saja dia mahir dalam berenang, termasuk berenang di laut. Kakinya sulit untuk digerakkan, tangannya masih bergerak liar. Pasokan oksigen di paru-parunya mulai berkurang, perempuan itu terus mencoba ke permukaan, ingin segera menghirup udara bebas.
Tubuhnya terasa berat, membuat dia semakin sulit untuk ke atas.