
Selesai syuting Khea dan Gean pergi ke mall. Khea ingin memanjakan anaknya itu dengan mengajak Gean jalan-jalan, meski hanya ke mall saja. Dia tahu beberapa hari ini Gean pasti lelah karena syuting. Nanti jika tidak ada jadwal syuting, dia bisa mengajak Gean seharian libur ke pantai atau ke Puncak.
Mereka ada di food court, mata Gean melihat seorang anak laki-laki bersama dengan ayah dan ibunya. Anak laki-laki itu kira-kira seumuran dengan Gean, Gean langsung memalingkan wajahnya. Khea tahu apa yang dilihat oleh Gean. Perempuan itu hanya bisa menahan kesedihannya. Seharusnya Gean bisa memiliki orang tua yang lengkap, dengan kasih sayang yang penuh.
"Gean boleh meminta apa saja pada Mommy."
"Tidak usah Mommy, Gean makan ini saja."
__ADS_1
"Bukan hanya makanan, Gean. Gean boleh meminta baju, mainan, buku, alat musik, atau apa pun."
"Kalau begitu Gean mau membeli alat lukis, Tapi nanti saja kalau Gean sudah gajian." Khea langsung tertawa. Anaknya itu benar-benar menggemaskan.
Vara yang melihat Khea dan Gean, langsung menghampiri keduanya.
"Khea, Gean. Aunty duduk di sini, ya?" Vara langsung duduk di depan Khea. Khea mendengus, tapi tidak mau memulai pertengkaran apalagi di depan Gean. Untung saja saat dia ke rumah keluarga Ken saat itu, Gean tidak ada bersamanya.
__ADS_1
Dia terlalu cinta pada pria itu. Apa ini yang Khea maksud kalau sebenarnya dialah yang cinta buta pada pria itu? Seharusnya kan dia membenci, mengutuk bahkan menjauhi pria itu. Tapi tidak, dia masih bertahan dengan perasaannya. Seharusnya dia juga merasa jijik, tapi masih saja dia ingin selalu dekat.
Ingin marah pada Khea? Tapi Khea juga korban di sini. Meski dulu Khea juga sangat mencintai Ken, tapi perempuan itu tidak memberikan tubuhnya dengan suka rela. Dia tetap mempertahankan harga dirinya. Khea dulu juga sudah memperingatkan dirinya agar membatalkan pernikahan itu tanpa membuka aib lebih dulu, tapi mereka yang bersikeras menyatukan Ken dan Vara, membuat Khea akhirnya mengorbankan rasa malunya dan membongkar itu di depan para tamu, dan tetap saja mereka tidak mempercayainya.
Andai dia yang menjadi Khea, apa sanggup dia menjalaninya seorang diri? Sepertinya tidak, lihat saja bagaimana dia yang masih saja tidak bisa jauh dari Ken.
Khea dan Gean sama-sama cuek pada kehadiran Vara.
__ADS_1
"Gean, main yuk ke rumah Aunty? Nanti Aunty belikan mainan yang banyak. Di sana juga ada opa dan Oma Gean." Khea menatap tajam Vara. Apa perempuan ini tidak bisa menjaga mulutnya? Apa dia ingin menarik hati Gean dengan cara mengiming-imingi Gean dengan barang?
"Kata Mommy, aku tidak boleh menerima ajakan orang asing, apalagi kalau diiming-imingi barang atau makanan. Bisa saja dia orang jahat yang ingin menyakiti aku dan mommy." Khea tersenyum dengan jawaban Gean. Dia memang pernah menasehati Gean, agar anak itu tidak mau jika dibujuk dan diajak pergi, bukan karena masalah mereka, tapi memang pada siapa pun, khawatir anaknya diculik oleh orang asing.