
Khea melakukan adegan-adegan berbahaya dan sangat menantang. Wajahnya yang terlihat arogan namun sangat cantik, memberikan kesan seksi dan begitu menggoda.
Kala memeluk tubuh Queen, mencoba melindungi perempuan itu dari musuh yang ingin menghabisi nyawanya.
Melihat Nio yang memeluk Khea, membuat Ken merasa geram.
Kenapa harus pelukan, sih!
Ya, ini baru adegan pelukan saja, belum lagi kalau misalnya nanti ada adegan ciuman. Apa pria itu akan kejang-kejang?
Para penonton ikut masuk ke dalam peran keduanya. Cerita menegangkan namun juga romantis di saat bersamaan.
Kala lalu menggendong tubuh Queen dengan bridal style, membuat wajah keduanya terlihat sangat dekat.
Skip
Adegan selanjutnya
Kala ingin mengandeng tangan Blue, meski anak itu terlihat biasa saja, namun dia menolak genggaman tangan itu.
Bagus Gean, lakukan seperti itu terus.
Skip
Adegan selanjutnya
__ADS_1
"Aku mencintai kamu, Queen, maukah kamu menikah denganku?"
"Aku ...."
"Aku tahu kamu masih sangat sakit hati dengan pengkhianatan pria itu. Tapi tolong, jangan samakan aku dengan dia. Aku mencintai kamu, dsn sangat menyayangi Blue. Ijinkan aku menjadi Daddy untuk Blue."
Queen menatap Kala, mencari kebohongan di mata pria tampan itu.
Kala mengusap pipi Queen yang sangat lembut di tangannya. Queen memejamkan matanya, menikmati sentuhan halus di wajahnya itu.
Bukan hanya Queen yang memejamkan matanya, tapi juga Ken. Lama-lama menonton film ini bisa membuat dia sesak nafas.
"Aku akan menunggu jawaban dari kamu, sampai kapan pun itu, meski kamu menjauh dariku."
"Jangan seperti itu. Aku yakin, suatu saat nanti kamu sendiri yang akan menyerah."
Ken menghela nafas, ingin film ini segera berakhir.
Vara ikut hanyut dalam film itu, tapi dia juga merasa terusik dengan kegelisahan Ken. Marco dan Rissa diam, sibuk dengan pikiran masing-masing.
Mereka menganggap ini bukan hanya sebuah film, tapi ....
Entahlah, mereka juga bingung. Mereka ikut merasa gelisah. Kalau sampai Nio bersama Khea dalam kehidupan nyata, bisa rusak persahabatan Ken dan Nio.
Sepertinya Dennis Jang tidak salah memilih pemain. Ketiganya mampu membuat orang-orang berpikir seperti apa yang dikehendaki oleh Dennis. Mereka akan terus membicarakan film ini di luar sana, hingga orang-orang yang belum menontonnya, akan tertarik dan akhirnya ikut membeli tiket untuk melihat mereka beradu akting.
__ADS_1
Bang J dan para pemainnya juga tidak menyangka setelah melihat film ini di layar. Mereka tadinya masih biasa saja, karena belum melihat hasil setelah dilakukan pengeditan untuk adegan atau dialog yang salah. Tentu saja mereka saat itu hanya melihat setengah-setengah, kan.
Adegan selanjutnya ....
Blue duduk di bangku taman. Matanya yang tajam itu melihat anak-anak seusia dia sedang bermain bersama, ada juga yang sedang bermain bersama kedua orang tuanya, kakak dan adiknya.
Wajahnya terlihat sendu. Dia memang hanya diam, tapi sorot matanya mengatakan betapa kesepiannya dia.
Deg
Melihat itu, jantung Ken berdetak kencang. Dia merasa ngilu di hatinya. Dia merasa kesedihan yang entah sebagai Blue atau Gean rasakan.
Air mata Ken menetes.
Bukan, bukan hanya Ken, tapi semua orang.
Adegan tanpa dialog ... seorang anak laki-laki yang sejak tadi hanya duduk diam, mampu memberikan rasa sesak di hati mereka.
.
.
.
.
__ADS_1
Akak, yang punya gift, bisa kasih hadiah ke siniš¤©