Dia, Yang Tak Diakui

Dia, Yang Tak Diakui
76 Berdiri Dan Meringkuk


__ADS_3

Selanjutnya adalah acara santai. Mereka menikmati makan dan minuman yang sudah disajikan. Sebagai tahap awal, salah satu kru membidik kebersamaan Khea, Gean dan Nio. Tentu saja ini dilakukan untuk menarik perhatian khalayak ramai. Mereka akan penasaran ada hubungan apa di antara single mom itu dengan Nio. Lalu selanjutnya, saat orang-orang sudah mulai tahu tentang film terbaru akan diluncurkan, maka mereka akan tertarik untuk menontonnya. Entah untuk melihat chemistry di antara mereka yang sedang digosipkan, atau merasa penasaran dengan film itu, atau pun memang menikmati film. Gambar di ambil dari beberapa sudut yang sangat pas.


Mereka saling mengakrabkan diri, menciptakan kekompakan dan chemistry antara para pemain. Bukan hanya pemain, tapi juga para kru yang terlibat juga ikut ambil bagian dalam obrolan itu.


"Syuting akan dimulai satu minggu lagi, persiapkan diri kalian baik-baik."


Wajah Khea terlihat biasa saja, padahal ini adalah pertama kalinya dia akan bermain film. Namun dalam hati, Khea sejujurnya cukup senang.


...🌼🌼🌼...


"Apa, benarkah?" tanya Ara.

__ADS_1


Mereka sedang berkumpul di apartemen milik Ara. Khea sudah memberi tahu mereka kalau dia dan Gean akan bermain di salah satu film produksi Jang Entertainment.


"Tumben kamu mau?"


"Gean yang mau."


"Serius?"


"Kalau begitu tidak masalah, selama ini kan Gana tidak pernah meminta apa-apa dari kami, Khea," ucap Deo.


"Karena itulah, saat dia mengatakan ingin bermain di film ini, aku langsung mengiyakan saja."

__ADS_1


"Mungkin Gean ingin merasakan sesuatu yang baru. Siapa tahu saja kan nanti dia punya teman sesama artis cilik atau anak artis," ucap Austin, mengemukakan pendapatnya.


Khea meringis, merasa kasihan dengan Gean yang sampai sekarang tidak punya teman. Anaknya itu begitu tertutup, dan tidak mudah dekat dengan orang lain. Ada perasaan bersalah dalam diri Khea. Seharusnya dia bisa memberikan yang terbaik untuk anaknya, tapi keadaan membuat hidup mereka tidak seperti orang-orang pada umumnya.


"Apa kamu tidak ingin menikah dengan seseorang? Gean kasti butuh sosok seorang daddy."


"Aku belum memikirkan itu, kare sayang terpenting bagiku adalah kebahagiaan dan kenyamanan Gean. Aku tidak mau nanti pria itu tidak bisa menerima Gean dengan tulis, hanya bersikap baik pada Gean saat di depanku saja."


Mereka semua menyayangi Gean. Sejak dulu banyak pria yang mendekati Khea, namun Khea tidak menanggapinya. Bukan karena gagal move on, hanya saja dia memang belum memikirkannya. Yang terpenting baginya saat itu adalah Gean dan karir. Jika karirnya bagus, maka dia tidak akan dipandang remeh oleh orang-orang. Gean juga tidak akan terus dihina oleh orang-orang. Dia akan memiliki mommy yang membanggakan. Dan lihatlah sekarang, meski orang-orang sekarang tahu hal buruk tentang dirinya, banyak yang mencibir, tapi banyak juga yang memujinya dan menghargainya sebagai seorang designer ternama.


Dan lihat mereka, orang-orang yang dulu membuangnya dan tidak mengakuinya, kini bisa melihat sendiri kesukaannya setelah pergi dari kehidupan mereka.

__ADS_1


Aku bisa tanpa mereka. Dan sekarang lihatlah, keadaan terbalik. Kini aku yang berdiri dengan penuh rasa bangga, dan mereka yang meringkuk dengan penuh penyesalan dan air mata. Aku yang tertawa bahagia, dan mereka yang menahan derita.


__ADS_2