
Siang harinya, Ryuchie pergi ke perusahaan bersama dengan Sandy, Ryu sudah benar benar sama dengan Yara saat ini. Mereka berjalan dengan sangat gagah dan elegan bak seorang model. Tubuh tinggi dan badan tegap berotot, walau menggunakan jas saat ini, tapi tidak bisa di pungkiri tubuh mereka sangat sempurna.
" Selamat siang CEO, Selamat siang tuan muda Yuka." Sapa setiap orang yang berpapasan dengan mereka.
Namun mereka hanya mengangguk dengan sikap dingin nya, menjadikan setiap yang melihat justru semakin terpesona. Hingga akhirnya sampailah mereka di dalam lift.
" Karyawan mu semuanya ramah ramah yah.?" Ucap Ryu.
" Itu harus tuan, walau begitu mereka harus profesional." Ucap Sandy.
" Tapi aku dengar dari Ralf , ada seorang wanita yang menabrakan dirinya pada adikku." Ucap Ryu.
" Dia sudah saya pecat, Tidak ada yang boleh saling tebar pesona disini, apalagi sampai pacaran. Saat itu saya menyidak lapangan dan menemukan banyak karyawan yang rupanya berpacaran. Jadi saya pecat mereka semua, termasuk wanita yang menabrak kan dirinya pada Nona." Ucap Sandy.
" Bagus.." Sahut Ryu.
Mereka pun sampai di lantai paling atas perusahaan SAL itu.
" Apakah dia sudah datang.? " Tanya Ryu.
" Seharusnya sebentar lagi." Ucap Sandy.
Saat ini mereka tengah menunggu seseorang. Seseorang yang sudah menghancurkan rencana yang seharusnya berjalan dengan baik.
" Selamat siang CEO, Tuan Roger sudah sampai." Ucap seorang sekertaris.
" Biarkan dia masuk." Ucap Sandy.
Lalu terlihatlah Roger yang memasuki ruangan. Roger terkejut dirinya melihat sosok yabg dia khawatirkan sejak kemarin, ia juga merasa sangat bersalah padanya.
" Valerie.." Ucap Roger.
Saat Roger hendak menyentuh pundak Ryu, dengan cepat Sandy menghadang tangan nya.
" Disini identitasnya adalah adikku, panggil dia Yuka dan tolong jangan sembarangan menyentuh tuan." Ucap Sandy.
" Maaf.. Valerie, kamu baik baik saja.?" Ucap Roger.
__ADS_1
' Cih, dia menggunakan panggilan khusus pada adikku. Beraninya.. ' Batin Ryu bermonolog.
" Tidak, aku tidak baik baik saja." Ucap Ryuchie.
Memang kenyataan nya Yara yang asli sedang tidak baik baik saja.
" Valerie.. maafkan aku, aku.. "
" Jangan minta maaf, apa yang kau lakukan sudah sangat keterlaluan. Juga, kau bertanggung jawab atas lari nya Kristin. Jika sampai sesuatu yang buruk terjadi, maka itu salahmu." Ucap Ryu secara langsung memotong perkataan Roger.
" Aku tahu aku telah salah. Aku terlalu berharap ibuku berubah dan mau kembali seperti dulu." Ucap Roger.
" Karena itu kau buta. Roger, seharusnya sejak awal aku tidak memberinya kesempatan untuk hidup. Dengan begitu semuanya tidak akan berakhir panjang." Ucap Ryuchie.
Ryuchie berjalan mendekat kearah Roger, ia menatap secara langsung mats Roger.
" Jika bukan karena aku menganggapmu teman, maka sudah tidak ada Kristin di dunia ini. Dan berhubung kau sudah menyia nyiakan kebaikan ku, maka aku minta maaf, kali ini aku tidak akan berbelas kasihan lagi. Tidak padamu, atau tidak pada Kristin." Ucap Ryu.
Sebenarnya Ryu sangat ingin menghajar pria yang saat ini ada di hadapan nya. Mendengar dari Jackson bahwa wajah Yara terluka dan menghirup bom asap beracun karena perbuatan Roger, Ryu sangat marah saat ini melihat pria yang menyakiti adiknya itu berdiri seperti tidsk melakukan kesalahan.
Namun walau begitu, Ryu harus bisa menahan dirinya agar tidak ketahuan. Ia juga menjaga citra dan nama baik adiknya, karena Yara dikenal sebagai pribadi penyayang dan lembut, maka sekuat tenaga ia berusaha menahan tangan nya agar tidak melayangkan bogeman mentah pada Roger.
" Tidak perlu, cukup kau diam dan jangan ikut campur dengan rencanaku, maka aku akan sangat berterimakasih." Ucap Ryu.
" Baiklah.. Sekali lagi aku minta maaf." Ucap Roger.
" Aku mengundangmu kemari adalah untuk memberitahumu, bahwa aku akan kembali menangkap ibumu. Jika ada hal yang mau kau bicarakan dengan nya untuk yang terakhir kali, maka datanglah ke alamat ini malam ini. Dan jangan berharap kau bisa mengacau lagi, karena anggotaku tidak akan segan segan menembakmu." Ucap Ryu sembari memberikan secarik kertas.
" Dan hari ini, adalah hari terakhir ibumu hidup." Ucap Ryu lagi.
DEG..
Roger terkejut, dihatinya kembali muncul rasa khawatir terhadap Kristin.
" Ingat Roger, aku tidak akan segan segan padamu kali ini. Kau sudah lebih dulu mengibarkan bendera perang padaku." Ucap Ryu.
Setelah mengatakan itu, Ryu berjalan pergi meninggalkan Roger dan Sandy. Saat Roger ingin mengejar Ryuchie, dengan sigap Sandy menahan nya.
__ADS_1
" Tuan Roger Dominique, diantara kau dan Yara sudah tidak ada pertemanan. Ingat, kau yang telah mengkhianatinya lebih dulu, jangan ikut campur lagi dengan urusan kami setelah ini." Ucap Sandy.
" Tuan Sandy Loo, aku ingatkan dirimu, kau bukan seorang Mafia tapi kau menentang ku, apa kau tidak takut aku menghancurkan bisnismu ini.??" Ucap Roger emosi karena Sandy selalu mencegah dirinya mengejar Yara.
" Coba saja lakukan jika kau bisa, Adikmu Ethan Dominique pun tidak bisa mengusik ku, apalagi kau. " Ucap Sandy.
Roger menghempaskan kasar tangan Sandy yang masih menahan nya.
" Aku beritahu kau sesuatu, aku tahu siapa pria yang menyelamatkan Valerie saat itu. Aku tahu dia selama itu tinggal di negara C dan aku tidak melihatmu. Apakah kau mengaku ngaku sebagai penyelamat Valerie agar mendapst perlindungan darinya.? Kau pria yang tidak tahu malu juga rupanya." Ucap Roger.
Sandy tentu terkejut, ia memang tidak pernah merawat atau berada di sisi Yara pada saat Yara koma di negara C. Yang menjaga Yara adalah Derico dan dokter Li. Karena saat itu baik Ryuchie dan kedua orang tuanya pun belum mengetahui keberadaan Yara, apalagi dirinya.
" Kenapa kau diam? Apakah perkataan ku ini benar.? Kau hanya memanfaatkan keadaan dan mengaku ngaku sebagai penyelamat Valerie.?" Ucap Roger lagi.
Untung nya Roger tidak mengenali siapa Derico dan dokter Li, jika Roger mengenalinya maka kemungkinan besar Roger tahu siapa yang ada di belakang Yara. Derico dan dokter Li adalah orang orang kekuarga Maxwell, hampir semua orang tahu itu.
' Pria bodoh ini.. Ada untungnya dia bodoh dan tidak mengenali orang orang keluarga Maxwell, jika dia mengenali maka identitas nona akan terbongkar.' Batin Sandy bermonolog.
" Jika pun aku mengaku ngaku lalu anda mau apa.? Mau mengadukan nya kepada Yara? Silahkan, jika dia percaya padamu aku rela kehilangan kekuasaan dan bisnisku." Ucap Sandy.
" Ck.. Beraninya berlindung dibalik perempuan , pengecut." Ucap Roger lalu pergi dari ruangan Sandy.
" Hufft.. Pria bodoh ." Ucap Sandy
Sandy bernafas lega, ia pikir identitas Yara sudah di ketahui oleh Roger. Rupanya otak sempit Roger menyimpulkan hal lain.
Di tempat lain..
Saat ini Ryu sedang mendatangi kediaman lama Yara yang di bom asap oleh Roger. Semalam ia mendapat pesan dari Jackson bahwa Yara menyimpan segel itu di kediamannya, dan tertinggal disana. Al hasil, saat ini Ryu pun datang kesana untuk mencari.
Namun saat Ryu hampir sampai, dari kejauhan ia melihat rombongan pria berpakaian hitam baru saja keluar dari kediaman Yara. Ryu langsung menghentikan mobilnya, dan mengambil teropong di laci mobilnya.
" Ck.. rupanya dia bergerak dengan cepat. Jangan bilang kediaman Todd juga sudah di obarak abrik olehnya." Ucap Ryu.
Ryu juga melihat sosok wanita di dalam mobil itu, dan ia sangat yakin bahwa wanita itu adalah Kristin. Terlihat Kristin nampak marah saat anak buah nya kembali dengan tangan kosong, Ryu pun tersenyum.
" Mari kita bermain kucing kucingan ntonya Evron." Ucap Ryu dengan senyum smirk nya.
__ADS_1
TO BE CONTINUED..