Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 67. Tentang Kristin Evron.


__ADS_3

Tidak hanya Roger. Ethan dan keluarga besar Dominique pun terkejut dengan apa yang beredar di media internet, Ethan dan kakeknya sudah tahu jika kemungkinan besar Kristin masih hidup, Mereka hanya terkejut melihat adegan tidak senonoh itu. Menjijikan, sungguh sangat menjijikan menurut mereka.


Sementara Ronald, dan yang lainnya terkejut karena mereka merasa telah ditipu dengan kematian Kristin. Mereka lebih terkejut lagi saat melihat gambar tidak senonoh itu juga. 'Bagaimana bisa' pikir mereka. Putranya memusuhi seluruh keluarga Dominique karena menyatakan Kristin tiada, Apakah Kristin tidak memiliki perasaan sebagai ibu?


" Aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat ini. Roger pasti sudah melihat berita ini, anak itu pasti sedang terpuruk sekarang" Ucap Ansel, anak bungsu dari Jhon Dominique. Biasanya ia di panggil paman kecil oleh Ethan karena usianya tidak jauh.


" Sudahlah, dia juga terlaku keras kepala." Ucap Ronald.


Sesungguhnya hati Ronald merasakan sakit, bagaimanapun juga Kristin adalah istrinya yang sangat ia cintai dulu. Namun ia khilaf dan tergoda dengan wanita lain yang merupakan ibu kandung Ethan.


Jika sudah terjadi perselingkuhan, untuk memaafkan saja pasti sangat berat. Apalagi untuk bertahan atau kembali bersama. Yang Ronald rasakan saat itu adalah 'menyesalpun sudah terlambat' Begitu pikirnya. Sehingga akhirnya ia menikahi selingkuhan nya itu.


Ronald pergi dengan tatapan kosongnya. Hari itu, seluruh keluarga besar Dominique menerima pukulan berat. Jika bertanya siapa yang salah, maka tidak ada. Itu adalah karma balasan atas apa yang sering Ronald lakukan dulu.


Ethan mengerahkan kekuatan nya untuk menghapus postingan itu dari radar kabar internet. Sekuat tenaga ia berusaha menutupi kabar itu, satu yang ia takutkan yaitu kakak tirinya akan terluka hatinya, ia tidak tahu saja bahwa Roger sudah mengetahui hal itu.


" Lakukan apapun agar postingan itu menghilang dari laman internet dan pencarian." Ucap Ethan kepada Bara.


Saat ini Ethan, Rayson, Bara, Sean dan Jilian sedang berada di hadapan komputer mereka masing masing. Mereka berusaha menghapus postingan tentang Kristin dari internet.


" Akhirnya.. " Ucap Rayson.


Setelah lama berkutat di komputernya mereka akhirnya berhasil menghapus postingan itu.


" Aku harus ke Nusa kambangan, dia pasti sudah melihat kabar ini. Meski begitu aku harap dia belum melihatnya." Ucap Ethan.


" Aku ikut denganmu" Ucap Rayson.


Mereka bisa berkumpul lengkap seperti ini sangat jarang, karena kesibukan mereka masing masing setelah kematian Jamie BLOOD mengalami banyak kemunduran. Karena ternyata banyak dari anak buah Ethan yang ternyata mata mata Jamie.


" Baiklah. Bara tolong pantau selalu berita di Internet, pastikan tidak ada kabar lain yang muncul." Ucap Ethan pada Bara.


" Akan kupastikan." Ucap Bara singkat.


Saat ini bara sedang serius dengan laptop juga komputernya ia mencoba meng hack pemilik akun yang memosting berita itu. Akun itu anonim, anehnya sinyal yang terdeteksi adalah dari luar negeri.


Ethan dan Rayson langsung menaiki helikopter dan terbang menuju Nusa kambangan.


...


Yara sudah terbangun, saat ini ia sedang berada di kamar mandi membersihkan dirinya. Yara belum melihat berita yanh beredar, Jack dan Caleb sempat melihat berita itu namun ia tidak mengenali siapa wanita itu. Namun saat membaca namanya mereka terkejut. Wajah dari orang yang selama ini mereka cari cari terpampang jelas di beranda berita sebelum postingan itu dihapus seseorang.


" Yara.. Kau sudah selesai?" Teriak Caleb.


" Ya, hampir." Sahut Yara.


Sandy sudah tidak berada disana, bagaimanapun statusnya tidak mudah jadi ia sebisa mungkin menjaga jarak namun tetap bisa memantau pergerakan nona nya.


CKLEK.!


suara pintu kamar mandi terbuka.


Yara keluar dengan pakaian sudah rapi. Ia menggunakan kemeja putih polos tanpa di kancingkan dengan kaos yang juga sama putih di bagian dalamnya. Ia mengenakan celana cargo warna hitam nya dan duduk di ranjang rumah sakit.


" Yara kenapa kau sudah rapi? Lukamu masih baru dan juga dokter menyarankan untuk agar kau istirahat terlebih dahulu." Ucap Jack, Jack tidak memberitahu kan kabar tentang Kristin pada Yara.


" Aku harus menyelesaikan apa yang kemarin tertunda. Aku sudah tidak apa apa, hanya luka tembak biasa." Ucap Yara seakan luka tembak itu sama sekali tidak sakit baginya.


" Kau yakin?" Ucap Caleb khawatir.


" Hm." Sahutnya singkat.


" Dimana kunci mobilku?" Tanya Yara.


" Kita bersama sama saja, biar aku yang menyetir." Tawar Caleb.


Yara mengangguk, lalu mereka pun masuk kedalam mobil Caleb dan melesat pergi dari sana.


...


Di kediaman Roger, suasana sangkat mencekam dan suram. Terlihat banyak figura foto berserakan di halaman belakang. Ada juga setumpuk pakaian wanita yang menggunung disana. Roger menyiramkan banyak bensin di tumpukan pakaian dan figura itu lalu menyalakan api. Figura itu adalah foto foto dirinya saat kecil bersama kristin.


' Seharusnya aku tidak menyimpan ini semua, Seharusnya aku relakan saja dia mati saat itu jadi hatiku tidak sesakit ini' Batin Roger bermonolog.


Wajah dingin dan kusut dengan rambut acak acakan, sama sekali bukan Roger yang dikenal orang selama ini. Roger selalu rapi, dia gila bersih juga. Namun hari ini, seakan itu bukanlah dirinya.


Tiba tiba terdengar suara helikopter yang mendarat. Roger tahu milik siapa helikopter itu. Dan terlihat pria yang sangat ia kenali turun dari helikopter di ikuti satu pria lagi. Mereka pun berjalan menghampiri Roger.

__ADS_1


" Kenapa kau datang? " Ucapnya singkat dengan tatapan sayunya.


" Kau ingin membuktikan perkataanmu saat itu? Baiklah, kau benar. Sekarang kau bpleh pergi dari sini." Ucap Roger dingin.


" Kenapa harus selalu keras kepala.? Tidak kah kau merasa aku ini peduli padamu? Entah siapa yang menyebar berita itu, mungkin aku harus mengucapkan terimakasih padanya, karena setidaknya matamu sudah terbuka." Ucap Ethan.


Rayson sedikit kesal dengan perkataan Ethan itu. Bagaimana tidak, beberapa jam yang lalu dirinya bersama Ethan dan yang lainnya berusaha mati matian menghapus postingan itu, tapi sekarang ingin mengucapkan terimakasih.


' Cih, kalian berdua ini sama sama kepala batu.' Batin Rayson bermonolog.


" Aku tidak butuh rasa pedulimu, kau boleh pergi." Ucap Roger lagi.


Ethan tidak bisa berkata apa apa, mau berlama lama disana juga dia tidak punya alasan. Ia ingin memeluk Roger untuk memberinya dukungan tapi ia terlalu gengsi. Akhirnya ia pun berjalan pergi dan kembali memasuki helikopternya.


Namun sebelum helikopter itu hidup, Ethan melihat Yara dan kedua teman nya memasuki kediaman Roger.


" I.. itu Y.?? kenapa dia ada disini.?" Tanya Rayson.


Rayson dan Sean belum mengetahui kebenaran bahwa Yara seorang perempuan.


" Kita jangan terbang dulu." Ucap Ethan singkat.


Terlihat Yara, Jack, dan Caleb di antar salah satu pengawal. Kali ini mereka tidak mendapatkan perlawanan atau penghinaan, karena setelah Roger kembali, semua orang orang nya di beri tahu bahwa Y adalah orang pentingnya. Jadilah saat ini mereka masuk dengan mudah kedalam kediaman Roger.


Yara melihat Roger yang tengah menatap kobaran api, bisa Yara lihat disana ada foto foto masa kecil Roger yang sebagian mulai terbakar. Yara bingung, mengapa Roger membakar foto masa kecilnya? terlihat juga foto Kristin disana.


" Kau menangis?" Ucap Yara mengembalikan kesadaran Roger.


Roger menatap Yara dengan terkejut, Ada rasa senang namun juga malu. Mengingat kabar tentang ibunya beredar luas, kemungkinan Yara sudah tahu kabar itu.


" Maaf untuk kejadian kemarin, dan maaf untuk saat ini juga aku tidak bisa menerima tamu." Ucap Roger.


Yara berjalan dan menepuk pundak Roger.


" Aku tidak tahu apa yang sedang kau lalui, aku datang untuk memberimu ini." Yara memberikan sebuah map cokelat kepada Roger.


Dengan bingung, Roger menerima map itu dan membukanya. Terkejut, ia sangat terkejut. Ditengsh keterkejutan nya Ethan datang dan merampas map itu lalu membuangnya kedalam kobaran api.


" Apa yang kau lakukan.?" Teriak Yara pada Ethan.


" Apa apa an dirimu ini? apa kau sengaja menabur garam di luka kakak ku? Tidak bisa kah kau membaca situasi sebelum melakukan sesuatu?" Teriak Ethan pada Yara.


" Tidak peduli siapa ibumu, kau tetap kakak ku. Walau kita terlahir dari rahim yang berbeda, kau tetap kakak ku Roger Dominique." Ucap Ethan dengan bersungguh sungguh sembari mengguncang bahu Roger.


Yara mengernyit bingung, sebenarnya ada apa pikirnya. Kemudian Jack membisikan sesuatu pada Yara.


" Apa.!" Ucap Yara terkejut.


Seketika Yara merasa sedikit bersalah pada Roger. Tidak heran Roger membakar foto foto masa kecilnya bersama Kristin.


Yara mendekat kearah Roger, ia berniat meminta maaf. Namun Ethan menarik lengan Yara dan mengakibatkan luka tembak nya kembali berdarah.


" Sshh." Desis Yara.


Ethan terkejut saat meliat darah di kemeja putih Yara. Ia tidak tahu Yara tengah terluka jadi dengan emosinya ia menarik kasar Yara. Terbesit rasa bersalah ketika melihat Yara berdarah.


" Y.. " Caleb dan Jack panik mendekati Yara.


" Y kau tidak apa apa.? " Ucap Roger tiba tiba mendekati Yara lebih dulu. Roger tentu tahu luka itu, rekaman cctv memperlihatkan Yara tertembak semalam.


" Tidak apa apa, hanya lukaku kembali terbuka." Ucap Yara.


" Biar aku bantu." Ucap Roger, lalu menggendong Yara dengan panik.


Ethan, Rayson , Jack dan Caleb terkejut melihat itu. Mereka berargumen didalam otak mereka masing masih. Mengapa Roger melakukan itu?


Ethan melihat itu, entah mengapa ada perasaan tidak suka yang tidak bisa ia jelaskan. Tidak mau berlama lama dengan perasaan aneh itu, ia pun melangkah menyusul Roger yang tengah menggendong Yara memasuki kediaman nya.


Roger meletakan Yara di sofa dengan gerakan sangat pelan, seakan Yara adalah benda yang mudah pecah. Lalu ia dengan panik mencari kotak P3K di laci sebuah meja.


" Buka kemeja dan kaosmu." Ucap Roger.


Yara terkejut begitu juga dengan Jack dan Caleb. Yara adalah perempuan yang menyamar menjadi laki laki selama ini. Jika ia membuka pakaiannya maka akan terbongkar sudah identitasnya.


Begitu juga Ethan, Ethan pikir hanya dirinyalah orang yang tahu identitas Yara disana. Roger menyadari sesuatu, Ia ingat sosok yang sedang berada dihadapan nya ini adalah Y bukan Valerie.


Akhirnya Roger mengambil sebuah gunting dan menggunting lengan kemeja serta kaos Yara. Dengan begitu Yara tidak harus membuka pakaian nya. Dengan gerakan hati hati, Roger menyeka darah yang mengalir dari luka Yara. Jahitan itu bahkan masih belum kering.

__ADS_1


" Luka ini harus kembali di jahit, ini terbuka" Ucap Roger.


" Berikan padaku, aku akan menjahitnya." Ucap Ethan.


" Tidak apa apa, aku akan kembali kerumah sakit saja." Ucap Yara.


" Kau lebih memilih kembali kerumah sakit dan membiarkan darahmu mengalir sepanjang jalan? Tolong cerdaslah sedikit, Aku tahu kau membenciku, tapi tolong ijinkan aku bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan." Ucap Ethan menghentikan langkah Yara.


Ucapan Ethan itu terdengar sedikit ambigu, yang tidak tahu seakan Ethan telah melakukan seauatu kepada Yara walau memang kenyataannya iya. Roger sedikit tidak suka melihat Ethan yang menyentuh 'Valerie' nya. Namun karena luka itu harus segera di tangani maka ia harus ikut membujuk Yara.


" Ethan benar, luka itu akan tetap mengeluarkan darah jika tidak di jahit." Ucap Roger ikut membujuk.


Akhirnya dengan berat hati Yara kembali duduk dan pasrah mengijinkan Ethan menjahit lukanya.


Ethan menjahit luka itu dengan hati hati, dalam hati Yara bertanya tanya apakah dia pernah kuliah jurusan kedokteran? Jahitan nya sangat rapi selayaknya dokter profesional.


Benar, Ethan menguasai berbagai jenis keahlian. Selain ia pengusaha sukses, ia juga sebenarnya dulu seudah menyandang gelar doktor bahkan sudah profesor secara diam diam, Hanya saja ia harus mengubur impian nya itu agar bisa berdiri stabil di perusahaan keluarga besarnya hingga kini ia terkenal sebagai pengusaha muda yang cerdas dan bertalenta serta sukses.


Roger tidak terkejut dengan hal itu, ia sudah tahu karena saat kecil Ethan selalu bilang ingin menjadi dokter yang hebat. Entah mengapa ia malah teringat dengan kenangan masa kecilnya sebelum ia membenci Ethan dan kekuar dari rumah.


FLASBACK ON


" Kak Roger, jika sudah besar kakak mau menjadi apa?" Tanya Ethan kecil.


" Kakak ingin menjadi orang hebat yang sukses, agar bisa selalu melinfungi keluarga kita." Ucap Roger kecil.


" Apa cita citamu?" Tanya Roger kecil.


" Dokter.. " Jawab Ethan kecil dengan keyakinan kuatnya.


" Kenapa Dokter?" Tanya Roger.


" Aku juga ingin melindungi keluarga kita, kelak kakak akan menjadi penerus ayah, dan aku seorang dokter hebat. Kita akan bersama sama melindungi dan menyembuhkan keluarga kita." Jawab Ethan kecil dengan ceria.


FLASHBACK OFF


Namun rupanya takdir berkata lain, keadaan berubah, kenangan dan impian itu terkubur di hari dimana Kristin melarikan diri dari rumah. Sejak saat itu pula Roger memutuskan tinggal sendiri dan memusuhi Ethan.


Suasana mencekam kini telah menjadi tenang. Ethan telah selesai dengan pekerjaan nya.


" Sudah selesai." Ucap Ethan.


" Terimakasih" Ucap Yara dengan wajah dingin nya.


Ethan pamit pergi dari kediaman Roger, karena Rayson membisikan sesuatu kepadanya.


" Aku harus kembali, jika kau butuh sesuatu bisa langsung kabari aku." Ucap Ethan pada Roger.


" Sejak awal aku tidak membutuhkan siapapun" Ucap Roger singkat.


' Aku hanya butuh Valerie ku' Ucap Roger dalam hati sambil melihat Yara.


Ethan pergi dari sana, saat di ujung pintu ia berbalik badan berharap Yara tengah melihatnya. Namun ia lagi lagi kecewa, Yara sama sekali tidak melihat kearahnya. Akhirnya Ethan pun benar benar melangkah pergi.


" Maaf.. " Ucap Yara memecah keheningan.


" Jangan di ungkit, aku sedang dalam modd yang baik sekarang." Ucap Roger mencoba tersenyum.


Yara memperhatikan wajah Roger lekat lekat, mata sembab, wajah kusut, rambut acak acakan, Ia bisa membayangkan betapa terpukulnya Roger . Dan dengan bodohnya, ia malah menambah luka lain dihatinya.


" Aku tahu aku sangat jelek sekarang, maaf karena membuatmu melihat wajah jelek ku." Ucap Roger sembari terkekeh.


" Kau.. Sudahlah hentikan kenarsisanmu, lagipula jika kau tampan juga aku tidak tertarik, aku adalah pria normal. Sekali lagi aku minta maaf, dan sekarang aku harus kembali." Ucap Yara.


Roger lagi lagi lupa jika yang dihadapan nya itu adalah Nayara Valerie yang tengah menyamar menjadi laki laki.


" Hahahaha.. Baiklah." Ucap Roger pasrah. Karena sebenarnya ia juga membutuhkan waktu untuk sendiri, hatinya saat ini sedang benar benar kacau.


Yara menepuk pundak Roger sembari berkata..


" Pria yang menangis bukan berarti lemah dan cengeng. Adakalanya kita butuh rapuh untuk menjadi lebih kuat." Ucapnya.


Kata kata itu singkat, namun memiliki arti yang banyak. Setelah mengatakan itu, Yara Caleb dan Jack pun pergi dari sana. Dan benar saja, setelah semua orang pergi, wajah Roger yang tadi ceria di hadapan Yara, kini menjadi sendu. Tatapan nya kosong, ia kembali luruh kelantai.


Fakta sebelumnya belum bisa ia cerna, dan datang satu fakta baru lagi.


"Apakah kau sedang menghukumku Tuhan? apakah kau dendam padaku?" Ucapnya..

__ADS_1


TO BE CONTINUED..


__ADS_2