
Semua orang tengah berads di depan sebuah makam, Ethan tidak menunggu apapun lagi ia langsung mengebumikan ibunya. Baginya, ibunya akan semakin merasakan menderita jika terlalu lama menunggu. Lagi pula keluarga Liana jyga tidak ada, hanya Ethan dan Liana.
Ethan berdiri disana dengan Yara yang berada disampingnya. Rayson dan yang lainnya juga hadir disana.
" Aku turut berduka cita Than. Bibi orang yang baik, dia akan beristirahat dengan damai." Ucap Jilian.
" Jangan terlalu sedih, ingat.. Masih ada Yara disisimu." Ucap Rayson.
Ethan merangkul Yara ysng berada disisinya, lqlu mengecup kening Yara.
" Aku tahu." Ucap Ethan.
Yara merasakan pusing yang luar biasa, entah karena ia terkena gerimis atau kelelahan. Tubuhnya terasa lemas dan pandangan nya berkunang kunang. Tiba tiba saja Yara pingsan di pelukan Ethan.
" Yara.!" Ucap Ethan.
Ethan langsung menangkap tubuh Yara dan membawanya dalam gendongan.
" Yara, sayang.. Hei bangun sayang." Ucap Ethan panik.
" Sebaiknya bawa Yara pulang Than, mungkin dia kelelahan." Ucap Rayson.
Ethan mengangguk, lalu ia pun membawa Yara kedalam mobil dan pergi menuju kediaman nya. Rayson dan yang lain juga ikut mereka dengan menggunakan mobil lain.
" Sayang.. maaf yah, kamu jadi kelelahan" gumam Ethan sembari terus mengecup kening Yara.
Tak lama mereka pun sampai di kediaman Ethan yang baru. Ethan langsung memerintahkan dokter yang sebelumnya merawat Liana untuk memeriksa Yara.
" Bagaimana? Apakah Yara baik baik saja.?" Ucap Ethan.
" Tuan, selamat.. anda akan menjadi seorang ayah." Ucap Dokter itu.
Ethan terdiam, ia sungguh terkejut dengan perkataan dokter itu.
" Ap.. Apa kamu bilang? Aku.?? jadi ayah.? " Ucap Ethan berkaca kaca. .
" Benar tuan.. Nyonya hamil, usia kandungan memasuki dua bulan. Sekali lagi selamat tuan." Ucap sang dokter.
Semua orang disana tersenyum senang mendengar kabar kehamilan Yara. Rupanya dibalik kesedihan mereka, masih ada hal yang membuat mereka bangkit dan bahagia kembali.
" Selamat Than, kau akan jadi seorang ayah. Semoga kau bisa menjadi ayah yang baik bagi anak mu kelak." Ucap Rayson.
" Keponakan paman, baik baik di dalam perut ibumu yah. Kita akan segera bertemu nanti." Ucap Jilian.
Ethan berulang kali menciumi tangan Yara, juga keningnya. Hingga Yara akhirnya tersadar dari pingsan nya.
" Ughh.." Lenguh Yara.
" Sayang, apa yang sakit? Katakan jika kamu butuh sesuatu ." Ucap Ethan.
" Aku ingin minum, haus." Ucap Yara.
Dengan gerakan cepat, Ethan langsung mengambilkan segelas air putih untuk Yara dan Yara pun meneguknya hingga habis tak tersisa.
" Kalian kenapa berkumpul disini.?" Ucap Yara bingung.
"Selamat sayang, kamu akan menjadi seorang ibu, dan aku akan menjadi seorang ayah." Ucap Ethan penuh haru.
__ADS_1
" Ap.. Apa.??" Ucap Yara terkejut, tetapi juga bahagia.
" Terimakasih Tuhan, kau memberikan hadiah ini disaat kita sedang berduka." Ucap Yara.
" Terimakasih sayang.." Ucap Ethan.
Suasana hatu itu benar benar menyentuh hati Rayson dan yang kain nya.
" Kapan aku punya istri.. Hufft.." Ucap Bara sembari menghela nafas.
" Iya, aku juga ingin segera menikah. Ternyata melihat Ethan dan Yara menikah, aku jadi mekihat hal hal manis." Ucap Jilian.
" Gesrek." Ucap Rayson sambil menggelangkan kepalanya.
" Bilang saja kau iri, kau kan si makhluk paling kaku kedua setelah Ethan. Bagaimana bisa kau mendapatkan pasangan jika kau kaku begitu." Ucap Jilian.
" Jodoh akan datang pada waktunya." Ucap Rayson.
Entah kata kata dari mana itu, muncul begiti saja di kepala Rayson.
" Kalau tidak dicari bagaimana dia mau muncul." Ucap Bara.
" Berisik kalian, kenapa jadi bahas masalah jodoh disini. Aku tugaskan kepada kalian, lebih baik sekarang bantu aku untuk memindahkan semua barang barang ku dan Yara ke kamar bawah." Ucap Ethan.
" Kenapa.???" Ucap Yara bingung.
" Sayang, kamu sedang hamil.. Aku tidak mau kamu kelelahan, apa lagi sekarang ada anak kita di perutmu." Ucap Ethan.
" Ekhem.. Suami siaga." Ucap Sean setelah sekian lama diam.
" Cepat bantu aku." Ucap Ethan.
" Lift jauh lebih membahayakan sayang, bagaimana kalau tiba tiba lift itu eror atau semacamnya. Sudah ya, kamu jangan protes.. Sebagai suami dan calon ayah yang baik, aku akan menyiapkan segalanya." Ucap Ethan.
Yara pun akhirnya mengangguk patuh saja.Erhan dan yang kain nya langsung mengeksekusi tugas yang Ethan sebutkan sebelumnya. Di banru beberapa maid, mereka akhirnya benar benar memindahkan semuanya ke kamar bawah.
Karena Yara bosan, akhirnya ia pun melakukan panggilan video call kepada kedua orang tuanya.
" Halo sayang, maaf ya, ayah dan ibu tidak bisa datang ke pemakaman ayahmu sakit." Ucap Aiko.
" Tidak apa apa ibu.. Pemakaman juga sudsh selesai, Ethan tidak menunggu siapapun. Ibu aku punya kabar baik.. " Ucap Yara.
" Kabar baik apa sayang.?" Ucap Aiko.
" Adiiikkkk.... Akhirmya kamu menghubungi ibu. Kakak turut berduka cita atas meninggalnya bibi Liana." Ucap Ryu heboh.
" Ryu.. adikmu mau bicara, kamu recok sekali." Ucap Aiko.
Begitulah, ibu dan anak selalu saja ada yang di ributkan.
" Oh, maaf.. sayang, kamu bicara apa.?" Ucap Ryu.
" Dengar kak.. kau akan menjadi paman." Ucap Yara.
Terkejut, Ryu langsung menutup mulutnya rapat rapat.
" Apa yang adikmu katakan.?" Ucap Aiko.
__ADS_1
" Ibu, ibubakan menjadi seorang nenek sebentar lagi." Ucap Yara.
Aiko pun ikut terkejut, lalu ia berkaca kaca..
" Ya Tuhan... kamu serius kan sayang.??" Ucap Aiko.
" Iya ibu, dokter baru memasrikan nya." Ucap Yara.
" Lalu dimana pria itu? Kenapa dia tidak denganmu.?" Ucap Ryuchie.
" Ethan sedang memindahkan semua barang di kamar kita ke kamar bawah." Ucap Yara.
" Bagus itu." Ucap Ryuchie.
Mereka asik saling mengobrol, hingga lupa waktu. Sampai akhirnya Ethan selesai menata ulang semuanya.
" Sayang, kamu kenapa tersenyum begitu.?" Ucap Ethan.
" Baru saja berbicara dengan ibu dan kakak di telepon. Mereka senang mendengar kabar kehamilan ku." Ucap Yara.
" Kamu jangan banyak beraktivitas berat mulai sekarang oke, jangan boxing lagi, jangan latihan menembak, memanah, dan apapun itu. Kamu harus benar benar istirahat dari olah raga beratmu itu." Ucap Ethan.
" Ya ampun sayang, aku lupa.." Ucap Yara menepuk kening.
" Ada apa.?" Ucap Ethan panik.
" Aku menyuruh Darren todd datang ke kediaman lama Todd hari ini." Ucap Yara.
" Bisakah kamu tidak menemuinya.?" Ucap Ethan.
" Kenapa.? Kamu cemburu.?" Ucap Yara.
" Dari pads cemburu, aku lebih kesal saat melihatnya. Jika bukan karena kamu bilang tidak boleh menyentuhnya, aku sudah bunuh dia." Ucap Ethan.
" Hei, jangan begitu.. Aku juga tidak akan tahu bagaimana hidupku jika saat itu tidak di adopsi kakek Todd." Ucap Yara.
" Tetap saja aku kesal." Ucap Ethan.
" Tapi aku hsrus tetap pergi, aku harus menyelesaikan ini." Ucap Yara.
" Aku ikut." Ucap Ethan.
" Iya Daddy.." Ucap Yara.
Dan itu, berhasil membuat Ethan tersenyum. Ethan tsk bisa menahan lagi senyumnya.
" Katakan sekali lagi." Ucap Ethan.
" Tidak.. tidak ada siaran ulang." Ucap Yara.
" Sayang... ya sudah kamu tidak boleh pergi."
" Please Daddy.. " Ucap Yara.
CUP..
" Aku ingin makan kamu sayang." Ucap Ethan gemas.
__ADS_1
TO BE CONTINUED..