Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 57 Ryuchie Jhose Maxwell


__ADS_3

Di Negara C, Yara menunjukan tanda tanda kesadaran, perlahan matanya mulai terbuka. Namun meskipun begitu tatapan nya seakan kosong. Di ingatan nya hanya ada adegan dimana Bima di bunuh, dan tatapan Ethan yang seakan tidak peduli pada nasib Bima dan dirinya.


" Astaga nona, anda sudah sadar? " Ucap dokter Li yang baru saja kembali dari makan siang nya.


Yara yang mendengar itu pun melirik kearah Dokter Li dengan tatapan bingung.


" Saya adalah Dokter Li, saya yang merawat anda nona. Sudah sebulan anda mengalami koma. Bagaimana perasaan anda nona, apakah ada yang sakit?" Tanya Dokter Li memastikan keadaan Yara.


" Aku koma? selama itu?" Tanya Yara yang terkejut mendengar pernyataan Dokter Li.


" Benar nona, saya dan Tuan Derico yang menyelamatkan nona di laut lepas saat itu."


Ucapan Dokter Li membuat Yara kembali tercenung dan mengingat semua kejadian pada malam itu. Hatinya sakit mengingat bagaimana satu satunya orang yang peduli padanya di tembak mati begitu saja.


" Terimakasih sudah menyelamatkanku, tapi kenapa kalian menyelamatkan aku?" Ucap Yara yang bingung.


" Nona, Anda adalah nona muda Keluarga Maxwell. Saya adalah dokter pribadi keluarga nona. Dan Tuan Bima yang menghubungi kami untuk menjemput nona. Tapi siapa yang tahu bahwa pertemuan kita akan se mengejutkan itu." Ucap Dokter Li menjelaskan.


Mendengar penjelasan Dokter Li, membuat Yara ingat bahwa ia memiliki keluarga kandung seperti yang Bima katakan. Yara tidak menyangka bahkan di detik terakhir hidupnya, Bima masih juga memikirkan keselamatan Yara.


" Kapan pak Bima menghubungi kalian? " Hanya pertanyaan itu yang keluar dari mulut Yara. Ia bahkan tidak bertanya dimana keluarga kandung nya.


" Saat beliau merencanakan pelarian, Saat itu kebetulan kami sedang berada di negara Indonesia. Beliau menghubungi kami, bahwa nyawa anak yang di titipkan kepada tuan Davis Todd sedang terancam. Tanpa pikir panjang tuan Derico menyuruh nya untuk mendatangi tempat kami. Tapi naas, sebelum sampai di tempat kami ia lebih dulu di bawa oleh orang orang Yang mengejarnya. Alhasil kami mengikuti kemana ia di bawa, dan dari sana juga kami melihat anda nona."


Yara hanya terdiam mendengar penjelasan Dokter Li.


" Nona, saat ini nona sudah aman. Saya sudah mengirim pesan kepada tuan Derico mungkin tidak lama lagi ia akan tiba. Maafkan kelancangan saya yang terlalu banyak bicara ini." Ucap Dokter Li yang sedikit menyesal karena terlalu banyak bicara.


" Tidak apa apa, Terimakasih."


Benar saja, tak lama Derico benar benar tiba. Ia yang mendengar kabar Yara telah sadar memalui pesan singkat tanpa pikir panjang ia langsung terbang menggunakan helikopter dan menuju kediaman nya itu. Ia bahkan berbohong kepada Ryuchie bahwa ada masalah penting tentang perusahaan, agar ia bisa pergi dari Ryu.


" Nona Maxwell, anda sudah sadar." Ucap Derico dengan wajah berbinar.


" Saya Nayara Valerie, bukan nona Maxwell." Ucap Yara membantah.


" Nona, anda adalah putri dari Tuan Joshua Maxwell. Maaf karena semuanya serba begitu tiba tiba. Saya akan menjelaskan nya kepada anda sa.. "


" Saya tahu. Pak Bima sudah memberitahuku bahwa aku memiliki keluarga kandung."


Ucap Yara memotong perkataan Derico. Derico tahu bahwa nona nya itu mungkin masih belum bisa menerima kenyataan hidup baru nya.


" Nona, percayalah.. Tuan tidak bermaksud membuang anda. Beliau menitipkan anda pada mendiang tuan Davis Todd saat itu. Tapi siapa yang tahu jika nona justru berakhir di panti asuhan dan membuat nona salah paham dengan identitas nona." Ucap Derico menjelaskan.


Yara seakan berpikir keras mendengar pernyataan Derico. Melihat nona nya kebingungan, Derico pun memberinya waktu untuk mencerna.


" Istirahatlah nona, Nona baru saja sadar. Jika kondisi nona sudah pulih, saya akan menjelaskan lebih banyak hal kepada nona. Saya harus terbang ke Negara Indonesia saya berharap anda cepat pulih nona, Saya permisi." Ucap Derico berpamitan.


Dokter Li dan Derico pun pergi dari kamar Yara.


Sementara Yara kini nampak bingung, mendengar bahwa Derico akan terbang ke Negara Indonesia, memang nya dirinya berada di Negara mana pikirnya. Karena ia masih merasakan pusing akhir nya ia pun tertidur kembali.


" Jaga nona, Tuan muda juga ada di negara C, takutnya ia mengetahui keberadaan nona. Nona belum bisa menerima keadaan baru nya, jika sampai bertemu langsung dengan tuan muda, takutnya hanya akan terjadi semakin banyak kesalahpahaman." Ucap Derico kepada Dokter Li, dan hanya di angguki oleh Dokter itu.


Di tempat lain..


Di belahan negara lain, tepatnya di Indonesia. Markas Ethan yang berada di Nusa kambangan mengalami penyerangan secara tiba. Banyak anggota yang mati begitu saja , karena penyerangan mendadak itu. Rayson dan Sean kini sedang berduel dengan para kelompok penyusup itu.


" Sial, Untung kita sudah kembali kemari, jika tidak maka tidak akan ada yang tersisa. " ucap Sean yang kini sedang bersembunyi di balik pilar bersama Rayson dengan pistol di kedua tangan nya.


Baku tembak terjadi dimana mana, Seperti hujan peluru, banyak yang tewas baik itu dari kelompok Ethan maupun kelompok musuh.


" Aku sudah menghubungi Ethan, ia akan segera mengirim bantuan." Ucap Rayson.


Dan benar saja, tiba tiba dari arah luar terdengar bunyi desingan senapan yang menghujani para musuh, dan seketika kemenangan di miliki oleh kelompok Ethan.

__ADS_1


" Than, kenapa kau juga ikut kemari?" Teriak Rayson.


" Aku tidak akan membiarkan kalian mati begitu saja." Ucapan dingin Ethan justru mengundang senyum di bibir Rayson dan Sean.


" Aku tahu, kau pasti akan tetap peduli dengan temanmu, terimakasih sobat." Ucap Sean.


" Obati luka kalian, aku akan memeriksa keadaan." Ucap Ethan, lalu ia pun pergi dari hadapan Rayson dan Sean yang kini sudah di datangi petugas medis.


Ethan berkeliling mencari Bara, Ia dan Bara terbang menggunakan helikopter, bersama pasukan elitnya.


" Kau menemukan sesuatu? " Ucap Ethan yang melihat Bara yang sedang memeriksa salah satu jasad musuhnya.


" Ini Mahkota berduri, Than mereka sudah tau markas kita yang berada disini. Pasti mereka sudah berada di sekitar kita." Ucap Bara.


" Bukankah itu tidak mengherankan, bagaimanapun Jamie tahu tentang markas ini." Ucap Ethan.


" Mereka menempatkan mata mata dengan sangat baik. Sebenarnya apa motif mereka, kita bahkan tidak pernah bersinggungan dengan kelompok itu." Ucap Bara yang tidak habis pikir.


" Hanya orang yang menginginkan nyawaku." Ucap Ethan singkat lalu pergi dari sana.


' Nyonya Evron, Yara menyebut nama itu dulu. Siapa dia? Bahkan sangat sulit mencari data diri keluarga Evron.' Ucap Ethan dalam hati.


" Makamkan jasad anggota kita dengan layak, untuk jasad musuh, buang mereka ke kandang buaya untuk makan malam. " Ucap Ethan dingin.


Semua anggota yang mendengar itu seketika bergidik ngeri, bagaimanapun mereka juga manusia. Dan hal itu membuat mereka berpikir ulang jika ingin berkhianat dari Ethan.


" Baik Tuan" Ucap mereka tanpa bantahan sedikipun.


Ethan pun berjalan kembali ke tempat Rayson dan Sean yang tengah di obati.


" Apakah Mahkota berduri lagi?" Tanya Rayson.


" Hmm.. " Hanya itu jawaban dari Ethan.


" Kita harus segera pergi, bawa semua anggota yang masih hidup, kita akan pindah ke Jakarta." Ucap Rayson.


Beberapa dsri mereka membantu memakamkan jasad anggota mereka yang telah gugur.


' Terimakasih untuk jasa kalian yang selalu setia berada di kelompok ini, kalian adalah bagian dari keluarga Blood. Aku Ethan Dominique ketua kalian, mengucapkan selamat tinggal dan terimakasih. Beristirahatlah dengan damai.' Kata kata itu hanya Ethan ucapkan dalam hati, kepada para anggota yang telah gugur itu.


Tak lama semua orang pun pergi dari Nusa kambangan menuju Jakarta.


Ke esokan harinya, Ethan masih berada di ruang kerja nya. Ia tidak bisa tidur semalaman. Ia kembali mengalami mimpi buruk, belum lagi ia selalu terbayang tatapan kekecewaan dari mata Yara saat sebelum Yara melompat ke laut.


" Than, kau baik baik saja? " Tanya Bara yang kini masuk kedalam ruangan Ethan.


" Aku baik baik saja, bagaimana keadaan mereka?" Tanya Ethan menyembunyikan kondisinya.


" Mereka semua sudah di tangani oleh pihak medis, dan sudah aman. Rayson dan Sean juga sudah tidak apa apa." Jawab Bara.


" Baguslah.."


Bara sedikit takut untuk mengatakan sesuatu kepada Ethan. Seakan tahu dengan kegelisahan Bara, Ethan pun akhirnya bertanya.


" Kau ada yang mau di sampaikan?" Tanya Ethan dan seketika membuat Bara semakin gugup.


" Em.. Itu, Aku sudah mengatakan kebenaran tentang Y kepada Jilian. Dan dia ingin bertemu denganmu." Ucap Bara.


" Yang akan terjadi, maka tidak bisa di hindari. Aku akan menemuinya nanti." Ucap Ethan.


" Baiklah.. " Akhirnya Bara pergi dari ruangan Ethan.


Ethan pun bangkit dari duduk nya, Ia memegangi kepalanya yang sedikit pusing dan berkunang. Sepertinya ia mengalami Anemia karena selama sebulan ini ia tidak bisa beristirahat dengan baik.


Ia pun berjalan masuk kedalam ruangan Jilian.

__ADS_1


" Kau berbohong kepadaku Than." Ucap Jilian tiba tiba.


" Kau baru sadar, aku mana bisa mengatakan kebenaran nya padamu." Ucap Ethan singkat.


" Kau tahu, dari sekian banyak orang.. Hanya dia yang bisa membuka pikiranku untuk tidak terlalu menyalahkan diriku yang anak haram ini. Aku merasa memiliki warna baru setelah berbicara singkat dengan nya pada malam itu. Dan malam itu juga aku menganggapnya sebagai adik ku, karena nasib kita kurang lebih sama. Hanya saja aku lebih beruntung, karena masih mengenal kedua orang tuaku, tapi dia tidak.. Namun dia tidak mempermasalahkan itu, bahkan tidak sedikitpun menyalahkan takdir tuhan. Saat itu, betapa bodohnya aku yang selalu tidak bersukur dan menyalahkan takdir, padahal yang salah adalah orang tuaku sendiri."


Jilian berbicara panjang lebar menceritakan apa yang ia ungkapkan kepada Yara ( Ada di bab 28 )


" Saat itu, aku juga baru tahu, jika ternyata dia.. "


" Jika kau sudah tau siapa dia, tolong jangan beri tahu yang lain nya. Biar saja mereka menganggap Y adalah seorang laki laki." Ucap Ethan memotong perkataan Jilian.


Ucapan Ethan itu justru membuat Jilian mengedipkan matanya bingung. Apakah dia salah dengar, atau Ethan salah bicara.


" Than, apa maksudmu membiarkan mereka tahu bahwa Y adalah laki laki? bukankah dia memang laki laki?" Ucapan Jilian ini membuat kening Ethan berkerut.


" Bukankah kau sudah tahu bahwa Y adalah.. " Ucapan Ethan berhenti. Ia seakan sadar bahwa Jilian sepertinya belum mengetahui bahwa Y adalah Yara, seorang perempuan.


" Lupakan." Ucap Ethan singkat.


" Than, jangan bilang padaku bahwa Y adalah seorang gadis." Ucapan Jilian itu membuat Ethan menutup matanya dan menghela nafas.


' Bodoh 'Gerutunya dalam hati.


" Apa! Y adalah seorang perempuan.?" Teriak Bara yang tiba tiba masuk dan mendengar perkataan Jilian.


" Apakah itu benar Than, Y adalah perempuan?" Tanya Bara pada Ethan.


Ethan merutuki dirinya sendiri, mengapa ia memotong ucapan Jilian sebelum Jilian selesai bicara.


" Tidak heran , Y terlihat begitu cantik saat menyamar menjadi Nayara Valerie. Ternyata dia memang asli perempuan." Ucap Bara mengingat saat Y di dandani menjadi seorang perempuan.


" Whhat The Hell.!! apa maksudnya Y di dandani menjadi perempuan? Aku tertinggal banyak sekali informasi penting." Ucap Jilian yang tidak percaya dengan apa yang di dengar nya.


" Benar, Y adalah perempuan." Ucap Ethan membenarkan kecurigaan mereka.


" What the.!! " Teriak Jilian, Bahkan Bara benar benar terkejut hingga membuka mulutnya lebar lebar.


Ethan pergi meninggalkan Bara dan Jilian dengan keterkejutan mereka berdua. Baik Jilian maupun Bara, di otak mereka sekarang ini memikirkan bagaimana perlaukan mereka dulu. Mereka tidak lain seperti penindas seorang gadis.


" Jilian, katakan kepadaku. Apakah kau sudah tahu bahwa Y adalah seorang perempuan? Itukah sebabnya kau tiba tiba baik kepadanya.?" Ucap Bara kini menatap Jilian.


" Demi rambut nenek di pasar malam, aku baru tahu jika Y adalah perempuan itu tadi. Selama ini aku hanya mengira Y kekurangan gizi, karena tubuhnya begitu kurus." Ucap Jilian.


" Kau bersumpah pun bawa bawa nama makanan." Ucap Bara menoyor kepala Jilian.


" Tapi Jil, jangan jangan Y adalah Nayara Valerie yang di kabarkan mati dari keluarga Todd itu.? Sebelumnya Ethan menyuruh Y menyamar menjadi perempuan, dan menggunakan identitas nya. Dan setelah aku ingat ingat, mereka memang mirip." Ucap Bara mengingat ingat tampilan Yara pada malam ulang tahun Kakek Ethan.


" Ah.. Sampai sekarang aku belum percaya Y adalah seorang perempuan." Ucap Jilian frustasi.


Sementara di bandara international Soekarno Hatta. Terlihat sesosok mahluk tuhan yang sangat sempurna. Tubuh tinggi tegap dengan stelan celana dan jaket putih senada. Wajahnya bak pahatan dewa, kulitnya putih, hidung mancung dengan rambut warna peraknya. Sosok itu terlihat seperti Idol, dengan senyum manisnya.


Ia terlihat berjalan sembari melihat ponselnya, guna melihat maps dari ponsel itu. Sosok itu adalah Ryuchi Jhose Maxwell. Ya dia diam diam terbang ke Indonesia untuk mencari keberadaan kembarannya, yang bahkan ia belum tahu kembaran nya ini laki laki atau perempuan.


Tiba tiba ponselnya berdering, dan terdapan nama ' Beloved Mom' di layarnya.


" Iya ibuku sayang.. " Ucapnya sembari mengukir senyum, yang tentu saja tidak bisa dilihat oleh ibunya.


"..... "


" Ibu tenang saja, Ryu akan baik baik saja, dan membawa pulang adik dengan selamat. Juga, anggaplah Ryu sedang belajar juga mengelola perusahaan ayah yang ada di sini." Ucapnya menenangkan sang ibu.


".... "


" Iya.. Ibuku, malaikatku, sudah yah.. Jaga diri ibu dan ayah baik baik sampai Ryu kembali" Ucap nya, lalu mengakhiri panggilan.

__ADS_1


" Huffft... Wellcome to Jakarta, Indonesia" Ucapnya seakan menyambut dirinya sendiri.


To be continued...


__ADS_2