Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 56 Sebulan berlalu


__ADS_3

Tidak terasa hampir sebulan lamanya Yara tidak sadarkan diri. Ia koma, menurut dokter yang menangani Yara, Yara sangat tertekan karena mengalami trauma yang berat, dan otak nya seakan mengalami kematian. Hingga membuat Yara tak kunjung sadar.


" Sudah hampir sebulan dan nona masih belum sadarkan diri, aku sudah menyelidiki semuanya dan aku sangat marah mengetahui jika nona di sia siakan semua orang. Gadis sebaik dan setangguh nona, bisa bisanya mereka membuat nona menderita. Keluarga Todd dan Dominique kalian harus membayar mahal atas ini semua."


Ucap Derico, pria yang menyelamatkan Yara saat Yara terjun dari kapal pada malam itu.


" Tuan Derico, Apakah kita tidak perlu memberitahu nyonya dan tuan bahwa kita sudah menemukan nona? " Ucap dokter yang menangani Yara kepada Derico.


" Jangan dulu, kondisi kesehatan tuan sedang tidak baik baik saja. Tuan muda juga sedang menyelesaikan tugas akhir nya sebagai pewaris keluarga sebelum usia nya 19 tahun. Jika kita memberitahu mereka sekarang, takutnya akan mempengaruhi kinerja tuan muda, mengingat dia sangat senang saat mengetahui dirinya mempunyai saudara kembar."


" Tapi tuan muda pasti tidak menyangka bahwa kembaran nya ini seorang gadis. Saya saja terkejut saat menyelamatkan nona yang berpenampilan seperti laki laki." Ucap Dokter itu mengingat kejadian saat ia mengetahui bahwa Yara seorang gadis, bukan seorang pria seperti yang dia bayangkan.


" Tetap rahasiakan keberadaan nona , aku akan kembali lagi besok. Jaga nona , dan beri tahu aku perkembangan apapun itu." Ucap Derico yang lalu membelai kepala nona nya.


" Baik tuan Derico."


Setelah itu Derico pergi dari tempat itu. Tempat itu berada di tengah hutan di pinggiran kota, tepatnya di Negara C. Setelah menyelamatkan Yara, dan Yara dinyatakan koma, Derico membawa Yara ke negara asalnya. Alasan Derico membawa Yara ke Negaranya adalah untuk menyembunyikan Yara untuk sementara sampai Yara kembali sadar.


Di tempat lain


Sementara itu di bagian negara lain, tepatnya di Indonesia. Ethan tengah berdiri di pinggiran kapal yang ia gunakan terakhir kali saat ia menyergap Yara dan mengeksekusi Bima. Kejadian sebulan yang lalu membuatnya berubah kian semakin dingin. Tidak hanya kepada keluarganya, orang orang nya, bahkan kepada teman teman nya pun ia sudah tidak seperti dulu.


Tepatnya setelah hari dimana ia mengetahui bahwa Jamie lah mata mata yang sebenarnya dari Mahkota berduri. Hal itu membuat rasa bersalah ya kepada Yara kian membesar. Entah alasan apa yang pas untuk menjabarkan perasaan itu, tapi Ethan sangat tidak nyaman dengan perasaan itu.


Ethan lebih sering menyendiri, namun meskipun begitu Rayson, Bara, dan Sean mengerti akan keadaan Ethan dan mencoba memberi sedikit ruang dan masih tetap mencoba menghibur Ethan.


Flasback on


Ethan datang ke kediaman kakek nya dan menceritakan apa yang terjadi pada Bima kepada kakeknya. Mengingat bahwa kakeknya dan Kakek Yara adalah teman baik, jadi Ethan yakin kakek nya juga pasti mengetahui sesuatu.


" Jamie ini datang di saat peperangan antar mafia terjadi. Perang darah itu, tidak bisa di hindari karena beberapa anggota berpindah haluan begitu Mahkota berduri di akusisi oleh seseorang dengan latar belakang yang kuat. Jamie yang menyelamatkan kakek saat kakek hampir saja terkena tembakan. Sejak saat itu kakek mempercayainya, dan menaruhnya disisi mu karena kakek yakin ia orang yang tepat. Tapi Kakek tidak tahu jika ternyata dia adalah salah satu anggota Mahkota berduri yang sudah berevolusi menjadi yang sekarang, ini salah kakek yang tidak waspada." Ucap Jhon yang membuat Ethan diam seakan tertampar kenyataan.


" Bima tidak bersalah, ia dan mendiang Davis todd memang telah berhenti berhubungan dengan apapun yang menyangkut Mahkota berduri. Hingga akhirnya pada suatu hari ia mendapat amanat dari teman lama nya, yang juga Mantan ketua Mahkota berduri yang sebelum nya, sebelum di akusisi untuk melindungi satu cucunya. Namun cucu yang di titipkan kepadanya itu tidak pernah terlihat, hingga pada tahun itu mendiang Davis mengadopsi seorang anak perempuan, Dan kakek yakin, Yara itu adalah anak yang di amanatkan oleh teman nya itu." John bercerita sembari menerawang kembali kemasalalu. Hingga helaan nafas sering keluar dari mulutnya, menandakan betapa rumitnya tahun itu.


" Kalau begitu hari ini adalah hari kematian Jamie, Kakek aku mohon jangan halangi aku untuk menyingkirkan penghianat itu" Ucap Ethan dengan suara dingin nya.


" Itu hakmu nak, kakek minta maaf untuk semua kejadian ini. Kakek sungguh tidak menyangka bahwa Anggota yang kakek bentuk dulu, malah berbalik menyerang my dan yang lain nya." Ucap John penuh sesal.


Setelah itu, Ethan pun pergi dari sana. Dan langsung mengeksekusi Jamie di tempat tanpa memberi sedikit pun waktu untuk Jamie membela diri.


Flashback off


" Dimana kau.. Yara " Hanya kata itu yang keluar dari mulut Ethan setelah berdiri sangat lama di pinggiran kapal, menatap luasnya lautan dengan ombak yang tenang.


" Kau disini, sampai kapan kau akan menyalahkan dirimu sendiri seperti ini? Ayolah, kemana Ethan kita yang dulu, masa hanya karena seorang bawahan kau merasa bersalah sampai selama ini?" Ucap Rayson yang tiba tiba datang dari arah belakang.


Hingga saat ini, baik Rayson, Bara, dan Sean, masih belum mengetahui identitas Yara yang sebenarnya.

__ADS_1


" Kenapa kau kemari?" Bukan jawaban yang Ethan berikan, ia malah balik bertanya kepada Rayson.


" Jilian.. Dia sudah sadar. Dan yang pertama di cari adalah Y, aku sendiri bingung bagaimana menjelaskan semua ini padanya." Ucap Rayson dan Ethan langsung berbalik menghadap Rayson.


" Ayo kembali." Ethan langsung bergegas kembali menggunakan helikopter pribadinya menuju kediaman nya. Dimana Jilian menjalani perawatan selama ini.


Setiba nya di kediaman nya, Ethan langsung bergegas turun dan masuk kedalam kamar rawat Jilian.


" Than.. kau datang?" Ucap Jilian lemah.


" Than, aku bertanya kepada mereka semua kemana adik ku, tapi mereka diam membisu. Kau tidak memberikan tugas berat pada adikku kan?"


Ucap Jilian lagi.


Ethan tahu yang di maksud oleh Jil adalah Yara. Ia pun bingung harus berkata apa, di satu sisi Jil baru saja sadar, jika dia tahu kabar Yara telah hilang Ethan takut Jilian akan terpuruk. Tapi jika dia berbohong, Ethan yakin Jilian akan tahu cepat atau lambat.


" Dia ada, dan baik baik saja. Hanya saja aku sedang menyuruhnya melatih di Nusa kambangan. Kau baru sadar, sebaiknya pulihkan dirimu, dari pada memikirkan dia." Ucap Ethan senormal mungkin.


Mendengar jawaban Ethan, Jilian pun tenang. Tapi lain hal dengan ketiga teman nya yang lain. Bisa bisa nya Ethan berbohong pikir mereka.


" Bagus, adik ku memang berbakat. Tidak salah aku mengangkat nya menjadi adik." Ucap Jilian lemah, namun penuh semangat.


Melihat itu, Rayson, Bara, dan Sean hanya bisa saling menghela nafas. Yang mereka harap Jilian tidak akan syok jika nanti mendapati kabar tentang Y.


" Aku harus kembali ke Nusa kambangan , Sean kau ikut denganku. Jika tidak ingin keluargamu menemukan mu dan memaksamu untuk menikah. Dan kau Jil, cepatlah sembuh." Ucap Rayson yang lalu di angguki oleh Jilian, ia pun pergi keluar dari ruangan Jilian.


" Oke" Hanya itu yang bisa Sean katakan.


" Apakah ada masalah besar yang terjadi selama aku koma?" Akhirnya Jilian pun bertanya.


" Tidak ada, kau beristirahatlah. " Ucap Ethan singkat lalu pergi dari ruangan itu.


Seperti dugaan Jilian, Ada yang salah dengan teman nya itu. Biasanya meskipun Ethan memang terkenal dingin, tapi saat dengan teman teman nya dia akan bersikap normal.


" Bara, katakan padaku apa yang terjadi selama aku koma?" Akhirnya Jilian pun bertanya pada Bara.


"Ehh.... Itu... "


Di ruangan lain, Ethan tengah duduk dan memandangi foto foto rekaman cctv yang berhasil menangkap setidak nya detik detik sebelum Yara melompat ke laut bebas. Hingga saat ini Ethan tidak tahu apakah Yara masih hidup atau sudah mati.


" Hanya karena seorang sepertimu aku hampir gila. Sebenarnya apakah aku sudah jatuh cinta padamu? tapi sejak kapan? Apakah sejak pertemuan kita di hotel? Atau saat aku tahu kau yang menembak ku? atau saat kau menantangku berduel? ****!! " Ethan merasa marah sendiri.


Di kediaman lain, di rumah keluarga besar Todd. Kini kehidupan mereka jauh dari kata bahagia. Entah mereka telah menyinggung orang besar mana, tepat nya setengah bulan yang lalu perusahaan mereka kian makin merosot. Yang ada di dalam rumah itu hanya pertengkaran dan pertengkaran.


" Bagaimana mungkin ini terjadi! katakan , Kau sudah menyinggung siapa Darren.?! Teriak Carig Todd kepada Darren.


" Ayah, aku sungguh tidak menyinggung siapaun. Aku juga tidak tahu tiba tiba saja sebagian investor besar yang sudah kita kumpulkan menarik diri begitu saja." Ucap Darren menjelaskan.

__ADS_1


" Inilah akhirnya.. Karena kau terlalu keras kepala menikahi orang sembarangan. Jika dulu kau menikah dengan Yara pasti kita bisa memiliki perusahaan sepenuhnya." Lagi lagi Carig membahas masalalu yang bahkan untuk menyesal pun ia tidak bisa berbuat apa apa.


" Ayah, Megan sedang mengandung darah dagingku, cucu ayah. Bagaimana bisa ayah berkata sepeti itu.?" Darren yang tidak terima Megan di banding bandingkan dengan Yara pun marah.


" Cih, para kolega kerja ayah sering melihatnya keluar masuk hotel dengan pria berbeda, siapa yang tahu yang di kandung itu anak siapa." Ucap Carig. Saat pesta pernikahan Megan dan Darren, bukan nya berhasil mendapatkan dukungan Ethan, Carig malah mendengar kabar tentang menantunya itu yang sering keluar masuk hotel dengan pria asing yang berbeda.


" Cukup ayah, itu semua fitnah. Megan bukan wanita seperti itu." Seakan buta dengan keadaan, Darren tidak pernah percaya apapun yang Carig atau orang lain katakan, baginya Megan adalah wanita baik baik yang tengah mengandung benihnya.


" Terserah kau saja, ayah tidak mau tahu cepat cari investor. Sebelum perusahaan benar benar Hancur." Ucap Carig, lalu ia pun bangkit dari duduk nya dan meninggalkan Darren.


Sementara di tengah kebingungan Darren, tiba tiba ponsel nya berdering. Terpampang deretan nomor yang tidak ia kenal, ia nampak ragu untuk mengangkat nya . Tapi akhir nya ia angkat juga panggilan itu.


" Halo?" Ucap Darren.


" Selamat siang tuan Tods, Saya Derico sekertaris tuan Maxwell dari Maxwell Company, saya dengar perusahaan anda sedang membutuhkan suntikan dana. Tuan kami berencana menjadi investor anda, jika anda tidak keberatan."


' Maxwell Company adalah perusahaan raksasa di negara A, jika aku bisa bekerja sama dengan mereka maka masa depan perusahaan akan aman.' Ucap Darren membatin.


" Halo , tuan Todd? apakah anda masih ada disana?" Ucap Derico yang menyadarkan Darren.


" Ah, iya.. Maaf tuan apakan saya tidak salah dengar?" Ucap Darrwn gugup.


" Apakah tuan Todd meragukan Maxwell Company?" Tanya Derico dengan nada menyindir.


" Ah, tidak .. Maaf tuan, saya hanya terlalu semangat. Akan lebih baik jika kita membicarakan nya secara langsung tuan. Bagaimaba jika kita bertemu di suatu tempat untuk membahas hal ini lebih lanjut?" Ucap Darren bernegosiasi.


" Baik, ide yang bagus. Lusa saya akan terbang ke Indonesia. Setelah itu kita akan bahas kelanjutan nya lagi." Ucap Derico meng iya kan.


" Baik tuan Derico, Kalau begitu sampai jumpa di Indonesia."


Panggilan itu pun di akhiri oleh Derico. Darren ber sorak soray bahagia, akhir nya ia bisa menarik investor besar. Tidak hanya besar tapi raksasa. Bagaimana pun Maxwell company adalah perusahaan besar yang berkembamg pesat di luar negeri.


Berbeda dengan Darren, saat ini Derico tengah menunjukan senyum misterius nya.


" Keluarga Todd, tunggu balasan untuk kalian." Ucap nya.


" Paman kecil, Kapan aku bisa mencari adik kembarku. Aku dengar adik ku ada di Negara Indonesia? apakah benar.? " Ucap seorang pemuda dengan wajah yang sama dengan Yara, namun lebih maskulin. Dengan otot badan yang kekar, dan juga suara nya yang terdengar ngebas tapi seksi yang tiba tiba duduk di depan Derico.


" Aih tuan muda, jika tuan dan nyonya tahu anda terbang ke negara C, maka mereka akan sangat murka." Ucap Derico yang tengah frustasi dengan tingkah tuan muda nya ini.


" Cih, Biarkan saja. Mereka tidak mengizinkan aku mencari adik kembarku, hanya menyuruhku untuk berlatih dan berlatih untuk mengambil alih perusahaan yang ayah kelola, Membosankan." Ucap nya santai.


Pria itu adalah Ryuchie Joshea Maxwell , yang merupakan saudara kembar Yara. Setelah mendengar pembicaraan orang tua nya bersama dengan Derico tepat nya sebulan yang lalu bahwa dirinya memiliki saudara kembar yang terpisah selama 18 tahun lamanya, ia sangat bahagia. Apalagi ia hanya anak satu satu nya di keluarga Maxwell. Sejak hari itu, Ryu semakin tidak bisa mengendalikan dirinya untuk mencari saudara kembar nya.


Derico yang tiba tiba mendapat kabar kedatangan tuan muda nya itu kian semakin pusing. Jika tiba tiba tuan muda nya mengetahui kondisi saudara kembarnya, ia pasti akan mengamuk. Karena ia sangat tahu tempramen tuan muda nya itu, belum lagi kondisi tuan nya yang sedang tidak baik baik saja.


" Tuan muda, Tuan sedang tidak sehat. Jika tuan muda pergi tiba tiba begini pasti beliau akan marah besar." Ucap Derico membujuk.

__ADS_1


" Paman kecil, Usia kita hanya terpaut 7 tahun oke, jangan bersikap seperti ayah." Ucap Ryu dwngan enteng nya. Dan Derico tentu saja hanya bisa menghela kasar nafas nya sembari menepuk jidat.


To be continued..


__ADS_2