Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS 80 MISI PENANGKAPAN KRISTIN EVRON.


__ADS_3

Yara keluar dari toilet, sebelum itu ia juga memasang alat pengubah suara di lehernya. Kini siapapun tidak akan ada yang menyadari bahwa pria tua buncit itu adalah Yara.


" Sungguh, jika aku tidak melihat topeng itu sebelumnya, aku pasti bingung apakah itu Yara atau bukan" Ucap Sean yang melihat wujud Yara sebagai pria tua ber perut buncit dari cctv.


" Gadis yang cerdik." Ucap Bara.


Kini Yara berdiri diantara barang barang antik. Matanya seolah tengah menilai barang barang tersebut.


' Barang barang ini semuanya palsu' Batin Yara bermonolog. Bagaimana pun Yara sering melihat barang antik milik Davis Todd dulu, kurang lebih nya ia sedikit tahu tentang keaslian barang seperti itu.


" Tim, kalian melihat pergerakan target?" Tanya Yara dengan suara pelan.


" Belum, tapi seseorang tengah menatapmu sedari tadi, ia di arah jam 3." Ucap Sean.


Yara kemudian berputar dengan perlahan, matanya sambil melihat lihat barang barang antik itu, hingga tatapan nya bertemu dengan seorang pria yang tengah menatapnya. Yara hanya memberi senyum tipis , kemudian melanjutkan berpura pura tengah melihat lihat barang antik.


" Dia salah satu kaki tangan Target yang selalu berada di dekat target, bisa jadi target saat ini ada di sekitar." Ucap Yara pelan dari ear piece nya.


" Target terlihat, dia berjalan kearahmu Yara." Ucap Bara.


Yara berdehem tanda mengerti. Kemudian ia seakan tengah serius dengan benda yang di tatapnya, ia berpura pura tidak menyadari kehadiran Kristin.


( Demi kenyamanan pembaca, dialog tetap menggunakan bahasa Indonesia. )


" Selamat malam, apakah anda bingung dengan pilihan pilihan di galeri kami tuan.?" Tanya Kristin.


" Oh, iya.. Haha.. Aku sedikit bingung untuk memilih, semuanya bagus." Ucap Yara dengan suara besar khas khas pria tua.


" Tentu, semua barang barang ini memiliki kualitas yang bagus, selain itu juga ada sejarah masing masing dari setiap benda." Ucap Kristin menjelaskan.


" Iya... iya.. Memang barang bagus, jenis apa ini, aku baru melihatnya." Ucap Yara bertanya tentang sebuah topeng.


" Itu adalah topeng yang dikenakan oleh suku kuno dalam menghadapi medan perang tuan, terbuat dari kulit asli." Ucap Kristin.


Mereka pun berbincang, Yara bertanya tentang beberapa benda disana. Setelah sekian lama, Yara sengaja menunjukan wajah tak minatnya, untuk memancing kristin.


" Apakah anda ingin melihat barang yang berkualitas lebih bagus lagi?" Ucap Kristin.


" Oh, apakah ada yang lain lagi?" Tanya Yara seolah tak tahu.


" Tentu ada, mari ikut saya tuan." Ucap Kristin.


Yara mengikuti kemana Kristin melangkah, Bara sudah memberi tahu bahwa Yara akan di bawa ke sebuah kamar jika menuruti jalur yang di ambil oleh Kristin.


Yara mengambil dua gelas anggur dari baki pelayan yang lewat di depan nya, dan Yara langsung memasukan sebutir pil kedalam anggur itu tanpa disadari siapapun.


" Nah, kita sudah sampai tuan." Ucap Kristin.


Dalam pandangan Yara, Kristin ini seperti wanita hypersex. Jika melihat pria, maka ia akan langsung bernafsu. Tidak pandang tua atau muda, maka tidak heran dalam postingan yang beredar beberapa saat yang lalu memperlihatkan Kristin yang berhubungan dengan lebih dari 2 pria.


Seperti saat ini, tiba tiba saja Kristin membuka tusukan jepit di rambutnya, dan membuat rambutnya terurai. Kristin memang terbilang awet muda, wajah nya masih terlihat cantik dengan rambut sepunggung nya. Satu yang membuat Yara terfokus, matanya. Mata kristin sama dengan mata Roger.


" Nyonya, dimana barang yang anda maksud?" Ucap Yara berpura pura tidak tahu.


" Barang itu tentu saja tidak ada disini. Aku akan memberi tahu anda setelah ini." Ucap Kristin.


Kristin berusaha mengajak Yara untuk duduk di sebuah sofa dekat ranjang. Sebelum Kristin memulai aksinya,


Yara menyodorkan anggur yang ia bawa dengan senyuman nya. Kristin yang di bawah pengaruh nafsunya langsung saja meneguk habis anggur itu tanpa curiga sesuatu ada di dalam anggur itu.


Dan tiba tiba Kristin merasakan sakit perut yang luar biasa tidak tertahan.


" Ugghh!"


Kristin memegangi perutnya.


" Maaf tuan, tolong tunggu sebentar, saya ingin ke toilet terlebih dahulu." Ucap Kristin.


Dua pengawalnya mengikuti Kristin dari belakang, kristin masuk kedalam toilet. Kira kira sampai 5 kali Kristin keluar masuk toilet, wajahnya juga sudah mulai pucat.


" Panggil dokter." Ucap pengawal Kristin. Pengawal yang lain nya pun menghubungi dokter untuk menangani Kristin.


" Kak Rey.. " Ucap Yara memberi aba aba.


Sementara itu Yara sendiri langsung pergi dari sana dan memasuki toilet wanita saat kondisi sudah sepi.


Dan tak lama Jilian dan Rayson pun masuk dengan membawa tandu menuju tempat Kristin berada.


" Permisi permisi, gawat darurat." Ucap Rayson.


" Nyonya, minum terlebih dahulu agar anda tidak dehidrasi." Ucap Jilian menyodorkan sebotol air mineral yang tentu sudah di campurkan sesuatu didalamnya.

__ADS_1


Dengan sigap Kristin pun meminum air itu tanpa curiga. Sakit perut nya terlalu parah, hingga ia tidak kuasa menahan. Jilian dan Rayson mengangkat Kristin keatas tandu, lalu membawanya pergi menuju ambulance.


" Beri jalan, beri jalan, Permisi ini gawat darurat." Teriak Jilian.


Suasana disana cukup ramai, bahkan Ethan pun terlihat ada disana menyaksikan kehebohan itu, Ethan bahkan melihat bagaimana Kristin dibawa dengan tidak berdaya.


" Cari pria tua yang bersama nyonya sebelumnya.!" Perintah si pengawal yang selalu di samping Kristin.


Orang yang mereka cari saat ini tengah berada di toilet. Ia tengah mengganti pakaian nya dengan pakaian wanita.


" Yara, salah seorang pengawal berjalan kearahmu." Ucap Sean.


Yara yang mendengar itu pun kaget. Ia bahkan belum selesai menggunakan dressnya. Sebenarnya bisa saja Yara bersuara menggunakan suara aslinya, atau keluar dengan hanya menggunakan Dress, tapi wajah nya.. orang orang Mahkota berduri akan mengenalinya, karena bagaimanapun Yara juga termasuk target. Satu lagi kendalanya, topeng dan perut sintetis itu masih berada di sana.


" Yara.. Dia membawa senjata." Ucap Sean lagi. Pengawal itu membawa sebuah pistol ditangan nya, Sean dan Bara panik, takut jika Yara tertangkap.


" Siapa didalam?!!" Teriak pengawal itu.


Yara benar benar bingung harus bagaimana. Ini di luar dugaan dan rencana nya. Akhirnya ia mengeluarkan pistol nya juga dan menunggu apa bila pintu itu di dobrak dari luar, maka mau tidak mau baku tembak harus terjadi.


" Apa yang kau lakukan?"


Terdengar suara orang lain di luar, Yara semakin panik.


" Bukankah kita di suruh mencari laki laki tua yang bersama nyonya?" Ucap si pria yang sebelumnya.


" Kau bodoh? Kita disuruh mencari pria tua.. Pria.. kenapa kau mencarinya di toilet wanita?" Ucap teman nya.


" Eh, ini toilet wanita kah? Astaga.. kalau begitu ayo pergi." Ucap pria itu. Akhirnya semua orang bernafas lega.


" Yara.. kau baik baik saja?" Tanya Sean dari ear piece nya.


" Aku baik, bagaimana target? " Ucap Yara.


" Target sudah di lumpuhkan, mereka menuju bandara sekarang. Kau segera lah keluar dari sana. Ethan masih di aula." Ucap Bara.


" Dimengerti." Ucap Yara.


Yara telah selesai mengganti pakaian nya dengan gaun hitam panjang yang menunjukan lekuk tubuhnya. Ia juga sedikit berdandan agar wajahnya tidak begitu mudah dikenali. Selain itu, Yara juga menggunakan wig panjang lurus berwarna pirang, tak lupa ia memakai topeng.


Ia pun berjalan dengan anggun nya keluar dari toilet. Semua mata yang melihatnya tentu akan terpesona. Tubuh tinggi dan langsing bak model, mata berwarna biru, ( soflens ) dan rambut pirang namun dengan gestur wajah campuran, Sangat mempesona.


" Maaf nona, apakah anda salah satu tamu kami?" tanya pengawal yang tiba tiba menghentikan Yara.


Tidak ada yang mengenali Ethan, kenapa? Karena disana mereka semua di haruskan menggunakan topeng setengah wajah, jadi selain mata, mulut dan dagu yang lain tidak terlihat.


" Oh, maaf. Silahkan tuan dan nyonya." Ucap si pengawal


Yara terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Ethan.


' Istri.?? ' Pikirnya.


" Kalian berdua segera keluar, kondisi sudah semakin keruh. Dokter yang seharusnya menangani Kristin sudah datang dan sebentar lagi dokter itu naik keatas." Ucap Bara dari ear piece nya.


" Dimengerti." Ucap Yara.


Yara memberanikan diri merangkul lengan Ethan kemudiam mereka pun berjalan keluar dari galeri itu. Setelah sampai di parkiran, Yara langsung melepaskan tangan nya dari lengan Ethan.


" Maaf." Ucap Yara.


Entah mengapa Yara menjadi sedikit gugup setelah Ethan mengatakan bahwa ia adalah istrinya.


" Tidak masalah. Ayo, kita harus segera kebandara." Ucap Ethan dengan suara lembutnya.


Yara dan Ethan pun pergi dari sana dengan mobil mewah yang sebelumnya di gunakan Ethan. Setelah Yara dan Ethan pergi, Jilian dan Caleb yang memantau dari kejauhan pun ikut pergi dari temoat persembunyian nya. Begitu juga Sean dan Bara yang memantau cctv.


" Tim, kita bertemu di bandara." Ucap Yara melalui ear piece nya.


" Dimengerti" Ucap semua orang serempak.


" Aku senang melihatmu menjadi dirimu sendiri." Ucap Ethan.


" Tapi ini bukan diriku, ini penyamaran oke." Ucap Yara.


" Tetap saja kamu menjadi seorang wanita, kamu cantik." Ucap Ethan.


Entah mengapa Yara menjadi salah tingkah sendiri di puji cantik oleh Ethan.


' Kenapa dengan pria ini, apakah kepalanya terbentur tembok' Batin Yara bermonolog.


" Ucapkan itu pada kekasihmu saja." Ucap Yara.

__ADS_1


Ethan hanya tersenyum menanggapi ucapan Yara.


" Tapi aku suka apapun tampilanmu." Ucap Ethan lagi.


" Aku tidak bertanya pendapatmu tentang penampilanku , kenapa seakan kau peduli.?" Ucap Yara.


" Tentu aku peduli, tapi aku tetap suka. Karena apapun penampilanmu, aku tetap suka." Ucap Ethan.


' Gila..' Pikir Yara.


Mereka tidak menyadari bahwa percakapan mereka itu di dengarkan oleh 6 orang lain nya. Ya, Rayson, Jilian, Bara, Sean, Jackson dan Caleb. Mereke hanya bisa tersenyum senyum geli sendiri mendengarkan percakapan dua makhluk dingin seperti es itu. Ear piece mereka masih terhubung satu sama lain.


' Antara Ethan yang tidak pandai memberi kode, atau Yara yang tidak peka.. Ya Tuhan.. ' Ucap Rayson dalam hati.


' Beginilah jika dua kutub utara dan selatan bertemu, percakapan mereka terlalu beku.' Ucap Bara dalam hati sembari memijat pelipisnya.


' Oh ayolah, kalian ini apakah tidak sadar bahwa kami disini bisa mendengarkan percakapan kalian' Ucap Jackson dalam hati.


Semua orang berbicara dalam hati, mereka tidak mau mengganggu para atasan nya itu saling berbincang.


Setelah beberapa saat saling diam, kini mereka telah sampai di bandara. Jet yang akan membawa mereka juga sudah siap, bahkan tinggal lepas landas.


" Ayo.." Ucap Ethan.


Yara masih menggunakan pakaian wanita, ia belum mengganti pakaian nya karena tas yang seharusnya berisi baju gantinya tertinggal di toilet pertama saat ia berganti kostum menjadi pria tua.


Semua mata terkejut melihat penampilan Yara. Bagaimana pun itu adalah kali pertama mereka melihat penampilan Yara sebagai wanita kecuali Bara dan Ethan.


" Astaga.. Aku pikir dewi dari mana." Ucap Jilian, kumat sudah sifat tengil nya.


" Jangan lihat." Ucap Ethan posesif.


Tiba tiba Ethan melepaskan jas nya lalu memakaikan nya di tubuh Yara hingga tertutup rapat. Yara yang mendapat perkakuan itu hanya bisa terkejut dan diam sambil menatap bingung Ethan. Lain lagi dengan para pria yang kini tersenyum senyum geli.


" Ekhem, posesif. Ayo kita segera berangkat." Ucap Rayson.


" Bagaimana dengan kristin?" Tanya Yara.


" Obat pelumpuh sarafmu sudah bekerja. Jadi walaupun ia sadar, ia tidak bisa berbuat apa apa. Ngomong ngomong berapa lama durasi efek nya?" Tanya Rayson.


" Bisa 3 sampai 5 hari." Ucap Yara.


" Itu bagus, ayo kita segera berangkat." Ucap Rayson.


Mereka pun menaiki Jet itu lalu segera lepas landas.


Di gedung tempat pameran atau lebih tepat nya markas Kristin, saat ini semua orang tengan kebingungan mencari keberadaan Kristin. Beberapa anak buah yang tadinya di pukul pingsan sudah sadar dan mengatakan ada penyusup.


" Cek semua rekaman cctv segera temukan Nyonya." Ucap seorang pria yang selalu berdiri di sebekah kristin. Bisa di bilang ia itu asisten Kristin.


Semua staf disana kalang kabut, langsung memeriksa cctv. Saat cctv di putar ulang , mereka langsung emosi.


" Cctv sudah disadap dan kslian tidak menyadari hal itu!?Apakah kalian tidak punya otak!!" Teriak si asisten Kristin.


" Maaf tuan." Ucap Staff yang mengendalikan cctv.


" Cepat perbaiki ini semua, cari keberadaan Nyonya sampai dapat." Ucap pria itu.


Akhirnya mereka semua juga menyebar keseluruh sudut gedung, berharap Kristin masih berada disekitaran gedung mengingat waktu kejadian belum begitu lama.


" Tuan, saya menemukan ini di toilet" Ucap salah seorang anak buah.


Terlihat 1 tas besar, pria itu pun membuka tas itu untuk di periksa. Ia terkejut saat melihat wajah pria tua yang sebelumnya menemui kristin. Ia pikir itu mayat, namun saat ia sentuh rupanya itu adalah topeng kulit sintetis.


Pria itu oun membongkar seluruh isi tas itu, ada kemeja, celana, bahkan perut sintetis disana.


" Sialan, kita kecolongan." Ucap sang asisten Kristin menggeram marah.


Kemudian ia pun mengingat sosok wanita terakhir yang muncul dsri toilet.


" Dari toilet mana kau menemukan ini?" Tanya si asisten.


" Toilet wanita di koridor 4 tuan." Ucap anak buahnya.


Dan benar saja, toilet itu adalah toilet dimana wanita berambut pirang itu muncul.


" Benar, kemungkinan wanita itu adalah wanita yang menyamar menjadi laki laki tua ini." Ucap sang asisten.


" MAHKOTA BERDURI, berpencar keseluruh sudut kota, kita belum menemukan petunjuk, blokir akses penerbangan selama 6 jam kedepan. Pelabuhan, jalur luar kota. Blokir semua, kita harus menemukan nyonya." Teriak sang asisten.


" Baik tuan." Ucap semua anak buah itu.

__ADS_1


Mereka tidak tahu saja bahwa Kristin saat ini sudah mengudara dengan Yara dan tim nya.


TO BE CONTINUED...


__ADS_2