Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 137 Berpisah..


__ADS_3

Ke esokan harinya, Yara terbangun karena ia merasakan sesuatu berulangkali menabrak bibirnya. Ia pun membuka matanya dan terkejut mendapati wajah Ethan yang tepat berada di hadapan nya.


" ASTAGA.!!" Teriak Yara langsung bangun, dan..


DUGH.!!


" Aw..." Rintih Yara dan Ethan bersamaan.


" Sayang , kenapa kamu bangun bangun langsung mengajak perang.?" Ucap Ethan yang memegangi bibirnya.


Bibir Ethan bertabrakan dengan kening Yara, yang akhirnya membuat bibir Ethan sedikit berdarah.


" Kenapa kamu di kamarku.??" Ucap Yara tidak sadar.


Ethan menggaruk kepalanya bingung.


" Sayang, ini kamarku.. Kamar kita. Kita sudah menikah kemarin, kamu tidak ingat.??" Ucap Ethan menjelaskan.


Yara pun tertegun, matanya bergerak gerak seolah ia sedang mengingat ingat sesuatu.


" Oiyah.. bagaimana bisa aku lupa." Ucap Yara sembari menepuk keningnya.


" Oh, Astaga. Bibirmu berdarah sayang, sebentar jangan bergerak, aku akan ambil es di kulkas." Ucap Yara.


Ethan tersenyum melihat tingkah istrinya itu. Rambut perak nya berantakan namun terkesan seksi bagi Ethan. Apa lagi Yara menggunakan piyama nya yang terlihat kebesaran di tubuh Yara, membuat sesuatu dalam dirinya bangkit.


' Sial..' Batinnya bermonolog.


Yara kembali dan langsung membungkus satu buah es dalam tissue dan menempelkan nya di bibir Ethan.


" Kenapa kamu diam saja begitu? Apa ini terlalu sakit.?" Ucap Yara panik.


Ethan menarik pinggang Yara dan kini Yara duduk di atas pangkuan Ethan, posisi mereka sungguh membahayakan.


" Jika sakit bilang, jangan diam saja. " Ucap Yara.


" Tidak sakit, tapi ada bagian lain yang sakit." Ucap Ethan.


" Bagian lain.?? Dimana.?" Ucap Yara.


" Di.. "


TOK.. TOK.. TOK..


' ****.!! ' Umapt Ethan dalam hati.


" Siapa.??" Teriak Ethan kesal.


" Tuan muda, di luar ada kakak ipar anda." Ucap Seorang pelayan.


" Kakak.?? Pagi pagi datang kemari mau apa dia.?" Ucap Yara langsung bangkit dan hendak pergi keluar.


Namun dengan gerakan cepat Ethan mencekal tangan Yara.


" Sayang tunggu, kamu uakin mau keluar menggunakan piyamaku begitu saja.??" Ucap Ethan.


" Memang kenapa.? Tok itu hanya kakak." Ucap Yara.

__ADS_1


" Tidak boleh, siapa tahu ada orang lain juga yang datang. Kamu ganti baju dulu." Ucap Ethan.


" Tapi aku tidak punya baju, aku baru datang langsung menikah denganmu." Ucap Yara polos.


Ethan terkekeh dengan jawaban Yara.


" Ekhem, kalau begitu kamu diam saja di kamar. Aku akan meminta pelayan mengambilkan pakaian lamamu. Tidak apa apa kan.??" Ucap Ethan.


" Tidak masalah.. " Ucap Yara dengan senyum manisnya.


CUP.


Ethan kembali mengecup bibir Yara.


" Tunggu disini oke." Ucap Ethan. Dan Yara hanya mengangguk.


Ethan pun keluar dari kamarnya, dan memerintahkan pelayan untuk memindahkan pakaian lama Yara , sementara hingga Yara dan Ethan membeli yang baru. Ethan pun berjalan menuju ruang tengah dimana ada Ryuchie dan Lucas. Tetapi saat ini yang menguasai tubuh Lucas adalah Anthony.


' Benar kan dugaanku, pasti ada orang lain yang ikut dengan bocah ini.' Batin Ethan bermonolog.


" Dimana adikku.?" Tanya Ryu.


" Dia sedang membersihkan diri kakak ipar, ada apa kakak pagi pagi datang.?" Ucap Ethan.


Anthony melihat luka di bibir Ethan, dan hatinya merasa sakit. Ia mengira mungkjn Yara nya telah melewati malam panjang bersama Ethan.


" Aku mau memberi tahu kalian bahwa hari ini aku, ayah, dan ibu serta semua anggotaku akan kembali ke Negara C. Jadi ayah meminta agar kau dan Yara datang mengantar." Ucap Ryuchie.


" Mendadak sekali kak, apa ayah dan ibu tidak ingin berlibur dulu di Indonesia.?" Ucap Ethan.


" Aku memiliki banyak pekerjaan, dan lagipula ayah dan ibu juga tidak mau mengganggu suasana romantis kalian katanya." Ucap Ryu.


" Kalau begitu aku akan bersiap siap dulu." Ucap Ethan.


" Oke.." Ucap Ryu.


" Kakak.. " Teriak Yara.


Ryu membuka tangan nya dan Yara langsung masuk kedalam dekapan kakak nya itu.


" Kenapa kakak datang pagi pagi.?" Ucap Yara.


" Kenapa kamu kembali menggunakan celana dan kaos seperti laki laki lagi, Yara.. Kakak sudah bilang, wanita harus anggun." Ucap Ryu.


" Aku nyaman kak.. Lupakan, kenapa kakak datang.?" Ucap Yara lagi.


" Kakak, ayah dan ibu serta semua anggota akan kembali ke Negara C. Tuan Aegis mengatakan bahwa ada penyerangan di sana." Ucap Ryu


" Kenapa ayah dan ibu juga harus ikut pulang.?" Ucap Yara.


" Ayah dan ibu akan lebih aman di Negara C sayang. Jika kamu merindukan ayah dan ibu, maka kamu bisa pulang kesana." Ucap Ryu.


" Baiklah.." Ucap Yara.


Ethan keluar, mereka pun langsung pergi dari sana. Setelahbsebelumnya Ethan menugaskan sang dokter untuk terus memantau ibunya.


Yara menggandeng tangan Ethan, kemudian masuk kedalam mobil, mobilpun melaju pergi dari kediaman Ethan.

__ADS_1


Setelah 30 menit berkendara, akhirnya mereka sampai di bandara International. Yara langsung berlari memeluk ayah dan ibunya.


" Ayah, ibu.. " Ucap Yara


" Hei, sudah menikah kenapa masih begini manja.??" Ucap Aiko.


" Yara akan merindukan kalian." Ucap Yara.


" Huh.! Sebelumnya siapa yang tidak sabaran untuk kembali ke Indonesia.??" Ucap Jhosua.


Yara menatap sang ayah lamat lamat.


" Ayah.." Ucap Yara sembali memeluk Jhosua.


Entah mengapa Yara tiba tiba menangis di pelukan Jhosua. Dan akhirnya air mata Jhosua pun luruh juga. Ia sudah dengan sekuat mungkin agar terlihat kiat didepan putrinya, tetapi rupanya dia tetap rapuh.


" Sayang.. " Ucap Jhosua.


" Hei.. Bisa berhenti tidak.? Katanya mau berusaha kuat, kok malah nangis bersama." Ucap Ryuchie yang akhirnya ikut berpelukan dengan Yara dan ayahnya.


Keluarga yang aneh memang, lain dari yang lain. Aiko pun hanya bisa memandang haru suami dan kedua anak kembarnya itu.


" Hei anak nakal, sering seringlah datang ke sana, jangan lupakan ibu dan ayahmu ini oke. Kami pasti merindukanmu nanti." Ucap Jhosua.


" Yara mana mungkin melupakan ayah dan ibu.. Ayah dan ibu adalah yang terbaik." Ucap Yara.


" Hei, dudsh nangisnya.. Ini kenapa jadi gagal total rencana kita.?" Ucap Aiko.


" Rwncana apa ibu.?" Ucap Yara bingung.


" Ayah dan kakakmu, mereka berusaha menuembunuikan kesedihan. Jadi mereka berencna untuk bersikap tegar didapanmu, tetapi lihat.. Mereka malah berkaca kaca begitu." Ucap Aiko.


" Ibu ratu.. Maukah ibu ratu membuatkan satu adik lagi seperri Yara.?" Ucap Ryuchie.


BUGH.!!


" Satu adik lagi kepalamu.! Kamu tidak lihat usia ayah dan ibumu ini sudah tua.?" Ucap Jhosua sembari menempeleng kepala Ryuchie.


" Kamu minta pada adikmu saja." Ucap Aiko.


" Benar juga, adik.. Buatkan kakak keponakan yang banyak yah, yang lucu sepertimu, juga seperti kakak." Ucap Ryuchie.


" Seperti Yara dsn aku kakak ipar." Ucap Ethan membenarkan.


" Cih, kau tidak ada lucu lucu nya. Awas saja kalau nanti keponakan ku ada yang seperti dirimu." Ucap Ryu.


" Mau kakak apakan dia.?" Ucap Yara dengan mata tajam bagai induk ayam.


" Ehehehehe... Tidak adik, bercanda." Ucap Ryu.


" Sudah sudah, sudah waktunya pesawat lepas landas. Ethan, jaga putriku baik baik. Jika sampai aku tahi dia menangis karenamu, maka aku akan mengambilnya kembali." Ucap Jhosua.


" Tidak akan ayah, aku akan membuatnya menjadi wanita paling bahagia di dunia." Ucap Ethan.


Semua orang pun saling berpelukan sebagai tanda perpisahan. Tetapi tidak dengan satu sosok, Anthony.


' Di dunia ini.. Jika ada yang menyakitimu Nayara Valerie Maxwell, maka aku yang akan menjadi garda terdepan untuk melindungimu. Meski aku tidak memilikimu, tetapi setidaknya mataku masih bisa memandangimu. Dihatiku, akan selalu ada namamu, sampai kapanpun.' Batin Anthony bermonolog.

__ADS_1


Pesawatpun lepas landas..


TO BE CONTINUED..


__ADS_2