
Kini Yara dan Ethan sudah berada di Jakarta. Tentu saja Ethan menggunakan Helikopter pribadinya. Setiba nya di kediaman nya, Semua pengawal langsung mengenali Yara dan menodongkan pistol kearah Yara.
" Mulai sekarang dia orang ku, tidak perlu khawatir." Ucap Ethan kepada salah satu pengawal di kediaman nya itu.
" Baik tuan muda." Jawab pengawal itu.
Yara ikut masuk mengikuti langkah Ethan, hingga berhenti di depan pintu sebuah ruangan.
" Karena kau orang ku, dan sedang di incar oleh ketua mu, sementara kau tinggal disini. Ini kamarmu, istirahatlah besok masih banyak yang harus kau lakukan." Ucap Ethan singkat.
" Terimakasih Tuan muda, Selamat malam." Saut Yara.
Mendengar Yara memanggilnya tuan muda membuat nya sedikit senang. Ethan pun pergi dari hadapan Yara.
Yara membuka kamar yang di berikan untuk nya itu. Kamar yang begitu luas dan nyaman.
" Saat ini semua orang ingin aku mati. keluarga Todd, ketua , dan orang orang di camp. Haissh.. Sudahlah, lagi pula sejak awal memang banyak orang yang ingin menyingkirkan aku."
Ucap Yara.
Ke esokan hari nya.
Yara dan Ethan sedang berada di ruangan latihan pribadi.
" Sebelum nya kau sudah mengerti cara menembak dengan benar, bela diri juga kau sudah ahli. Tapi kelemahan mu adalah kau ceroboh, selalu tertangkap di cctv. " Ucap Ethan kepada Yara yang kini sedang berlatih di ring.
" Aku tau kau membawaku juga pasti ingin aku melakukan sesuatu kan?" Ucap Yara singkat.
" Bagus kalau kau tahu. Aku ingin kau memantau pergerakan ketua God's warning itu. Aku ingin tahu siapa orang yang ingin membunuhku." Ucap Ethan.
" Sebelum itu, aku ingin mengajukan persyaratan." Ucap Yara.
" Katakan." Ucap Ethan.
" Aku ingin kau memberiku kebebasan." Tegas Yara.
" Kebebasan? Saat kau mulai menjadi penembak yang mencoba membunuhku dua kali, sudah tidak ada kebebasan untukmu, apa kau tidak sadar.?" Jawab Ethan.
" Aku tau, Maaf. " Yara menyudahi aktifitas memukul nya.
Yara langsung menggunakan anti peluru di badan nya yang sudah di siapkan oleh orang orang Ethan, lalu ia memakai kemeja serta jaket nya. Ia juga memasukkan belati di saku pinggang nya.
" Kau marah.?" Tanya Ethan.
" Tidak. Sejak awal, aku adalah anjing petarung. Tidak seharusnya aku mengharap kebebasan, Permisi." Tegas Yara.
Yara langsung membawa senapan nya dan pergi dari sana. Ethan yang melihat itu pun tersenyum ketika melihat Yara pergi.
"Semakin keras hatimu , akan semakin kuat dirimu.. Yara ." Ucap Ethan dalam hati.
__ADS_1
Tiba tiba ke empat teman nya muncul secara bersamaan.
" Than, apa kau sudah tidak menganggap kita lagi ? pulang se enak nya meninggalkan kita.?"
Ucap Rayson dengan kesal.
" Sudahlah, jangan banyak drama. Aku sudah membawa pulang Y. Aku menyuruhnya untuk memata matai ketua nya. " Ucap Ethan tegas.
" Cih, bos dingin ini.. Tidak pernah sedikitpun berubah. " Ucap Jil.
Di tempat lain..
Yara sedang mengamati rumah Caleb, ia tidak melihat adanya pergerakan. Bahkan Yara sampai tidak tidur semalaman.
" Sudah semalaman aku disini, tidak terlihat sama sekali Jackson atau Caleb. Apa mereka sudah di bawa ketua.?" Yara khawatir.
Tiba tiba mobil Van hitam berhenti di depan rumah Caleb, Yara langsung sembunyi dan mengintip. Terlihat Jackson di lempar keluar dari mobil itu, lalu mobil itu pergi.
" Jack.!" Teriak Yara.
Jackson langsung kaget ketika melihat Yara, seketika langsung menarik Yara masuk kedalam rumah Caleb.
" Apa yang terjadi selama aku hilang." Tanya Yara.
" Ketua marah besar, awal nya dia tidak perduli dengan hidup dan matimu. Tapi orang yang menyuruh mu untuk membunuh target gagal itu kembali datang. Dan memintamu untuk kembali membunuh target itu. Jadi setiap hari aku mencarimu, kalau tidak menemukan mu, ya begini hasilnya." Ucap Jack menjelaskan.
" Tapi kan aku sudah gagal, lagi pula aku sudah ketahuan oleh pria itu." Ucap Yara.
" Aku sudah menjadi orang nya, dengan catatan harus bisa mengetahui siapa orang di balik penembakan itu. Jack ikutlah dengan ku, kau tidak akan menderita seperti ini." Ucap Yara.
" Tidak bisa Yara, Caleb di tahan ketua." Ucap Jackson sedih.
" Caleb di tahan? bukan nya dia menjalankan misi di luar negeri?" Tanya Yara.
" Awal nya iya, tapi Caleb keras kepala dan ingin memberontak. Jadi dia di tahan ketua. Dan jika aku sampai ikut memberontak, Caleb akan di bunuh. Bagaimana pun satu satu nya teman ku hanya Caleb. " Ucap Jackson.
" Aku tahu, aku bersedia membantumu." Tegas Yara.
" Tapi kau sudah bukan tim kami." Ucap Jackson.
" Kita memang bukan satu tim, tapi kita adalah teman." Tegas Yara.
Jackson merasa tersentuh, baru kali ini ia melihat gadis kecil yang bertekad kuat.
" Baiklah, mari kita bebaskan Caleb." Ucap Jackson antusias.
Yara dan Jackson menyusun rencana, dan malam ini mereka akan memulai rencana itu.
Kini mereka pun sedang bersiap.
__ADS_1
" Kau sudah siap.?" Tanya Jackson.
" Sudah." Jawab Yara.
Mereka pun pergi memasuki garasi dan Yara terkejut melihat motor nya ada di sana.
" Ini kan motor ku.? Bagaimana bisa ada disini.?" Ucap Yara.
" Aku mencarimu kesegala tempat saat kau hilang, dan aku menemukan surat tanda bukti pembelian motor mu, jadi aku bawa pulang. Tidak di sangka kau akan kembali kesini." Jawab Jackson.
" Bagus, kalau begitu kita pakai si kuning ini untuk bertempur, Let's go.!" Ucap Yara antusias.
Jack hanya tersenyum melihat kelakuan Yara.
Yara mengemudikan motor itu, dan Jackson menggunakan motor lain dan berpencar.
"Bos, aku sudah tau keberadaan Yara.!" Ucap Jackson yang kini berada di markas nya.
" Bagus, dimana dia.?" Tanya Dicky.
" Dia ada di sekitaran hutan pinggiran kota. Dia sembunyi di sana." Jelas Jackson.
" Ayo tangkap dia." Dicky sangat antusias, entah apa yang sebenarnya di rencanakan oleh nya.
Jackson dan Dicky menuju ke hutan yang di katakan oleh Jackson. Mereka memasuki pedalaman hutan yang nampak sangat sepi.
" Kau tidak sedang menjebak ku kan? Caleb masih berada di tangan ku, ku beri tahu kau jangan macam macam." Ucap Dicky.
" Aku mana berani bos, Yara sungguh ada disini." Jelas Jackson.
Mereka tiba di depan sebuah rumah tua, dan tiba tiba terlihat Yara di sana.
" Hai Bos.!" Ucap Yara.
BUGH.!
Jackson memukul leher Dicky hingga hilang kesadaran.
" Huff.. Untung bos percaya saja. Tapi Yara, aku merasa sejak tadi seseorang mengikuti kami." Ucap Jackson.
" Tenang saja, sudah aku bereskan." Ucap Yara dengan santai.
Mereka mengikat Dicky di sebuah kursi yang berada di rumah tua itu. Dan terlihat Dicky yang mulai sadar.
" Ugh.! Sialan kalian berdua sekongkol.? Lepas.!". Ucap Dicky yang terlihat marah marah.
" Kalau aku lepas, bagaimana aku bisa bertanya baik baik. Lagi pula aku sudah menyelamatkan Caleb." Ucap Yara .
" Mustahil, Caleb berada di gudang minyak terbengkalai mana mungkin kau bisa menemukan nya." Ucap Dicky yang kelepasan.
__ADS_1
" Bingo..!" Ucap Yara disertai senyum an nya.
TO BE CONTINUED..