Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
SEASON 2. SELAMAT JALAN.


__ADS_3

Nicholas berdiri di hadapan peti mati Timothy, anehnya.. Timothy meninggal namun wajahnya berseri, mungkin karena akhirnya dia merasakan kebebasan dari penderitaan yang selama ini dirinya pendam sendiri.


Seperti sebagai mana yang terjadi di alam bawah sadar Timothy, dia memilih pergi karena lelah.. Lelah berjuang menjadi orang yang baik baik saja padahal dia terombang ambing. Dia psikopat yang mengalami kehancuran di dalam hatinya, bukan karena dendam kebencian atau obsesi negatif.


' Aku datang Timothy.. Walau aku membencimu tapi aku tidak menyangka kau pergi secepat ini dengan cara seperti itu. Kau menulisakan sampai jumpa saat kau telah bebas dari penjara nanti, tapi kau pergi selamanya.. ' Batin Nicholas, sembari memandangi wajah Timothy.


' Damailah disana Timothy, terimakasih sudah menjadikan aku sebagai orang yang penting, walau caramu salah.. sangat salah. Mungkin kita sama sama bersalah dalam hal ini, apa yang terjadi di dunia ini jangan kau bawa ke alam baru mu. Aku memaafkan mu, dan aku harap kau juga melakukan hal yang sama. ' Batin Nicholas lagi.


Nicholas meletakan setangkai bunga diatas peti mati Timothy, lalu kini beralih pada Vaye.


' Selamat jalan Timothy, kau sudah tidak perlu lagi merasakan kesepian, aku yakin disana kau akan jauh lebih bahagia. Dan maaf karena aku sempat menganggapmu adalah penjahat. ' Batin Vaye, Vaye lalu meletakan setangkau bunga seperti yang Nicholas lakukan.


Tamara bangun dari duduknya dan menghampiri Nicholas, ia menunduk dan terisak di hadapan Nicholas sambil berkata..


" Maafkan tante... " Ujar Tamara.


Vaye dan Nicholas tentu saja terkejut mendengarnya, Alih alih Tamara mengamuk atau menyalahkan Nicholas, ia malah meminta maaf di hadapan Nicholas dan di saksikan banyak orang termasuk Pras.


" Timothy sama sekali tidak jahat, hanya saja tante yang terlalu egois. Tante tidak tahu apa yang Timothy inginkan dan juga tante tidak tahu bahwa keputusan yang tante ambil dulu itu justru semakin membuat Timothy kehilangan jati dirinya. " Ucap Tamara sambil terisak.


" Sayangnya apa yang sudah terjadi tidak bisa di ulang, maafmu sudah sangat terlambat.. Dia sudah pergi dan sudah bahagia disana. Dia sangat menyayangimu, jika anda tidak tahu.. Saya permisi. " Ujar Nicholas dan langsung pergi menggandeng tangan Vaye.


" Permisi tante. " Ujar Vaye.


Nicholas berjalan dan tak jauh dari sana berdiri Prasetya yang sudah bersiap mengajak Nicholas bicara, namun siapa sangka Nicholas berjalan melewati Prasetya begitu saja dan hanya melirik sekilas tanpa berkata sepatah kata apapun.


Media tentu saja menyorot hal itu, dan menjadi bertanya tanya dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka berdua.


Setelah sampai di pintu keluar, Nicholas dan Vaye menghentikan langkah nya ketika melihat seorang pria yang terlihat duduk di dalam mobil hitam mewah nya sambil jendela mobilnya di buka.


Laki laki itu terlihat menatap papan bunga yang bertuliskan ucapan bela sungkawa dari banyak orang untuk Timothy.


" Apakah kamu mengenal dia? " Tanya Vaye.


" Tidak, tapi aku mengenal orang yang duduk di depan kemudi, dia adalah orang yang dulu sering mengantar Timothy, waktu kecil." Ujar Nicholas.


" Apakah dia ayahnya Timothy? " Ujar Vaye.

__ADS_1


" Entah.. Kita jangan ikut campur urusan mereka lagi, ayo kita pulang." Ujar Nicholas dan Vaye mengangguk.


_______________________


Timothy akhirnya dimakamkan, dan sepanjang berjalan nya pemakaman itu, Prasetya berdiri disana. Bagaimanapun orang orang sudah mengenal bahwa Timothy adalah putranya. Sekarang dia bagaikan menelan ludahnya kembali.


Setelah semua orang sudah pergi, Prasetya menghampiri Tamara yang sednag duduk sambil menangis mengusap foto Timothy.


" Seminggu setelah hari ini, kau akan aku ceraikan. Jangan khawatir tentang biaya hidupmu, bagaimanapun aku pernah mencintaimu. Kita akan bertemu di pengadilan satu minggu lagi." Ujar Pras tanpa perasaan, lalu pergi.


Tamara semakin terisak, ia tidak hanya kehilangan putranya, tapi juga orang yang di cintainya. Tapi kali ini, Tamara tidak lagi melawan atau menentang.. Ia sudah kehilangan Timothy, dan tidak lagi ingin membuat orang lain menderita karena keputusan nya.


Setelah Pras pergi, laki laki yang Nicholas dan Vaye lihat di depan rumah duka datang menghampiri Tamara.


" Apakah akhirnya kau sudah puas dengan obsesimu??" Ujar pria itu menatap foto Timothy. Tapi tentu saja dia berbicara dengam Tamara.


Tamara langsung melirik pada pria itu, dia tidak mengenal pria itu tapi mengapa dia berbicara demikian padanya.


" Apa maksud anda? Dan siapa anda? " Ucap Tamara.


" Ayah dari putra kita Timothy, Frans." Ujar pria itu, yang ternyata bernama Frans, tentu saja Tamara terkejut mendengarnya.


" Aku pernah menemuimu sekali, pada saat putra kita berusia 7 tahun. Aku bahkan memberimu pilihan, untuk ikut denganku atau mau hidup menderita tanpa kejelasan. Dan kamu memilih untuk tetap tinggal demi cintamu." Ujar Frans.


" Pada akhirnya putra kita yang menjadi korban, dan aku yakin kamu tidak tahu bahwa dia sakit. " Ujar Frans lagi.


Tamara kembali terisak, dia tidak ingat kejadian itu, karena dulu dia hanya terobsesi dengan Prasetya seorang.


Frans berjongkok dan memeluk Tamara yang terisak.


" Sudahkah kamu cukup dengan obsesi cintamu??" Ujar Frans, dan Tamara mengangguk.


" Kalau begitu ayo ikut pulang denganku, anak kita yang lain juga merindukan kasih sayang ibunya." Ujar Frans.


" Apa maksudmu??" Ucap Tamara bingung.


" Kamu melahirkan bayi kembar Tamara, dan aku mengambilnya satu pada saat kau melahirkan mereka. Dia hidup dengan baik bersamaku, tidak seperti adiknya yang hidup dengan penuh ketidak jelasan." Ujar Frans.

__ADS_1


Tamara tentu saja terkejut mendengarnya, memang dulu dia tidak melakukan USG sama sekali karena dia dan Prasetya ingin itu sebagai kejutan nantinya.


" Tapi aku tidak pantas bahagia, aku sudah membuat putraku menderita bahkan meninggal." Ujar Tamara.


" Setiap orang berhak bahagia, dan memiliki kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahan nya. Kamu bisa menbusnya pada putra kita yang satu lagi." Ujar Frans.


" Satu yang aku sesali, aku mengatakan pada Timothy bahwa aku sudah bahagia bersama keluarga baruku." Ujar Frans.


" Apakah Timothy tahu kau ayah kandungnya?? " Tanya Tamara, dan Frans mengangguk.


" Pulanglah bersamaku dan mulailah lembaran hidup yang baru bersamaku dan putra kita.." Ujar Frans sambil mengulurkan tangan nya.


Tamara berpikir, memang dia tidak ada siapa siapa lagi, sebentar lagi bahkan dia akan di ceraikan oleh Prasetya. Akhirnya ia menyambut uluran tangan Frans dan pergi dari makam Timothy.


__________________________


Vaye dan Nicholas telah sampai di apartemen Vaye, seharian itu adalah hari yang penuh kejutan dari Thimothy.


" Hati hati di jalan. " Ujar Vaye pada Nicholas.


" Iya sayang, masuklah.. mommy dan daddymu pasti menunggumu. " Ujar Nicholas.


" Hmm.. Kabari aku ketika kamu sudah sampai di rumah, Lalu.. jangan menyimpan kesedihan sendirian, kamu punya aku ingat itu.. " Ujar Vaye, dan Nicholas tersenyum.


" Dengan aku memiliki kekasih seperti dirimu ini.. bagaimana aku bisa sedih sendirian? jangan khawatir aku bukan Nicholas yang labil seperti dulu. " Ujar Nicholas, dan Vaye terkekeh mendengar nya.


Akhirnya Nicholas pun pergi dari sana, kembali ke kediaman nya, sementara Vaye naik keatas.


" Sayang, kamu sudah pulang?? Mommy dengar hari ini Timothy langsung di makamkan? " Tanya Yara.


" Ya mom, hari ini juga Timothy di makamkan. " Ujar Vaye.


" Sayang, apakah kamu tidak  merindukan oma dan opa.. kejamnya tidak pernah mengabari kami sedetik pun. " Ujar sebuah suara yang sangan Vaye kenali.


" Oma! Opa! Astaga kalian datang kemari?? " Ujar Vaye ketika melihat Jhosua dan Aiko yang berdiri tak jauh dari dirinya.


" Uhhh... anak nakal ini, sudah punya pacar jadi lupa dengan kami.. " Ujar Aiko dengan nada menggoda

__ADS_1


" Ommmmmaaa.... " Rengek Vaye dan semua orang pun terkekeh.


TO BE CONTINUED....


__ADS_2