Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 28. JIL.


__ADS_3

Yara menata bantal di sofa dengan tangan kanan nya. Karena tangan kirinya terluka, ia tidak leluasa bergerak. Jilian yang melihat Yara nampak kesusahan pun membantu Yara.


" Cih, kau ini pria apa bukan.? Menata bantal saja lelet. Sini biar aku yang taro." Ucap Jilian yang langsung merebut bantal dari tangan Yara.


Jilian menumpuk dua bantal tidur di sofa, dan satu selimut untuk Yara.


" Sudah, begitu saja lelet." Ucap Jilian.


" Terimakasih." Ucap Yara.


Yara teringat, kain pembalut dada nya masih berada di dalam kamar mandi, ia pun masuk kedalam kamar mandi untuk menyembunyikan nya. Yara tak pernah memakai bra semenjak mengubah identitas nya menjadi pria. Setelah dirasa aman, Yara pun kembali keluar dari kamar mandi.


" Y, berapa usiamu.?" Ucap Jil yang tiba tiba bertanya.


" Eh, kenapa kau bertanya.?" Tanya Yara.


" Jawab saja pertanyaan ku, apa kau tidak bisa.?"


" Oh, Aku delapan belas tahun." Jawab Yara.


" Ternyata itu masalah nya, sekarang aku tahu mengapa kau itu sangat lemah dan kurus, ternyata kau masih kecil." Ucap Jilian sembari menganggukkan kepalanya.


" Berapa usia mu.?" Tanya Yara sembari membaringkan tubuh nya di sofa.


" Aku, 23 tahun ini. Hei, kau boleh panggil aku kakak. Aku lebih senior darimu." Ucap Jil.


" Oke, aku harus tidur ini sudah larut, kau matikan lampunya ya, selamat malam." Ucap Yara sembari merapihkan selimutnya.


Suasana seketika hening tidak ada sahutan dari Jilian.


" Y, kau sudah tidur.? " Ucap Jilian tiba tiba.


" Belum, ada apa .? Ini sudah hampir jam 1 pagi kau tidak tidur.?" Sahut Yara.


" Y, Kau mau mendengar sebuah cerita.?" Ucap Jilian.


" Aku sudah delapan belas tahun, aku sudah tidak suka dongeng." Jawab Yara singkat.


" Y, menurutmu apa salahnya anak yang dilahirkan dari hubungan perselingkuhan.?" Ucap Jilian tiba tiba dengan suara serak.


Mendengar itu, seketika Yara membuka matanya.


" Y.. Apa benar kalau anak yang lahir di luar nikah itu pembawa sial.? dan aib bagi keluarga.?" Ucap Jilian lagi.


Yara bangun dari posisi berbaring nya, dan melihat kearah Jilian membelakanginya.


" Apa kau ada masalah.?" Tanya Yara.


" Tidak ada, aku hanya asal berkata. Kau tidur lah.." Ucap Jilian.


" Jika mereka menyalahkan anak yang lahir di luar pernikahan, mereka salah. Seharusnya mereka menyalahkan orang tua anak itu yang berbuat terlalu kelewatan. Siapa anak yang ingin di lahirkan dengan keadaan keluarga seperti itu.? Tidak ada.. Sejak awal, kita hanya bayi yang tidak berdosa, hanya saja kita jadi menanggung kebencian dari orang orang akibat kedua orang tua kita." Ucap Yara..

__ADS_1


Mendengar Yara mengatakan itu, Jilian meneteskan air matanya.


" Aku juga tidak memiliki orang tua. Mungkin aku aku juga anak haram yang di telantarkan.


Tapi aku tidak menyerah dalam menjalani hidup. Siapa aku, dari mana aku, aku tidak tahu. Setidaknya kau beruntung, masih mengenal siapa kedua orang tuamu." Ucap Yara lagi.


Yara tidak mendengar jawaban dari Jil, akhir nya ia membaringkan dirinya lagi lalu tidur.


" Benar, dari awal tidak ada anak yang ingin lahir seperti itu. Y benar.. " Ucap Jilian dalam hati. Ia pun memejamkan matanya dan tertidur.


Ke esokan harinya.


BRAK.!


Suara pintu yang di buka dengan sekuat tenaga dan seketika membangunkan dua orang yang sedang tertidur pulas.


" Jilian.!!" Teriak Ethan.


" Apa.. Kenapa kau pagi pagi marah marah.?" Ucap Jilian yang sedang mengucek matanya.


" Dasar berandal, kesini kau.! " Ucap Ethan yang langsung menarik kerah baju Jil.


" Ada apa .? " Tanya Jilian.


" Kenapa kau tidur disini dengan dia.? " Tanya Ethan sembari menunjuk kearah Yara yang masih mengumpulkan nyawa nya.


" Aduh, jadi kau marah marah karena aku tidur di kamar Y.? " Tanya Jilian.


" Lakukan.? Apa yang bisa di lakukan oleh dua pria dalam satu kamar.? memang nya aku gay.?


Aku hanya tidak terbiasa tidur di kamar lain, dari awal kan ini adalah kamar tempat ku menginap." Jelas Jilian.


Ethan bingung sendiri dengan apa yang ia pertanyakan. Tapi ia juga lega, melihat Yara yang tidur di sofa, sementara Jil tidur di atas ranjang.


" Kau ini, pagi pagi kesetanan." Ucap Jil.


" Cepat keluar ." Bentak Ethan kepada Jil.


" Dan kau, dalam beberapa hari ini kau tidak boleh keluar dari rumah. Pulihkan kondisimu dulu, baru kembali mencari tahu informasi itu." Ucap Ethan kepada Yara.


" Baik tuan." Ucap Yara.


" Y, Ayo kita sarapan bersama.." Ucap Jilian.


" Aku akan sarapan nanti dengan para anggota sniper di belakang, kau duluan saja." Ucap Yara.


" Baiklah.. " Ucap Jilian.


Jilian dan Ethan pun keluar dari kamar Yara.


Yara yang melihat mereka keluar pun langsung bangun menuju kamar mandi.

__ADS_1


Di meja makan, Ethan masih menatap Jilian penuh selidik dan heran.


" Kenapa kau menatap ku terus.?" Ucap Jilian.


" Sejak kapan kau akrab dengan dia.?" Tanya Ethan heran.


" Sejak semalam. Mulai sekarang, dia adalah adik ku. Hehe.. " Ucap Jilian.


" Kau tidak melakukan hal aneh aneh kan.?" Tanya Ethan lagi.


" Tentu saja tidak. Kenapa kau seperti orang yang khawatir begitu.?" Ucap Jilian.


" Tidak ada." Jawab Ethan.


" Tapi.. sekarang aku tahu apa yang membuatnya terlihat aneh. Selama ini aku bertanya tanya apa yang salah darinya, ternyata dia seorang.. " Ucap Jilian tertahan.


" Diam.!!" Bentak Ethan.


" Kau ini kenapa si? sedari tadi marah marah, membentak aku. Kau seperti gadis yang sedang PMS apa kau tahu . " Ucap Jilian.


Ethan seperti orang panik, dirinya mengira bahwa Jil sudah mengetahui rahasia Yara yang adalah seorang wanita.


" Kau sudah tahu rahasianya.?" Tanya Ethan.


" Sudah, semalam aku bertanya padanya." Jawab Jil santai.


" Lalu kau tidak marah mengetahui itu kah.?" Tanya Ethan.


" Kenapa harus marah? Itu wajar, setiap orang punya rahasia. Dan kita seharusnya membantu dia." Ucap Jil lagi.


Ethan yang mendengar apa yang di katakan Jil pun lega.


" Kau tidak boleh beri tahu siapapun tentang rahasia ini, atau aku.. " Ucap Ethan tertahan.


" Iya.. iya.. aku tahu. Tidak perlu kamu suruh juga aku tahu." Ucap Jilian yang memotong perkataan Ethan.


Mereka berdua benar benar sudah salah paham dengan pemikiran mereka masing masing. Jil mengira, rahasia Yara yang di maksud Ethan adalah rahasia kekurangan gizi nya. Sementara Ethan mengira Jil sudah mengetahui rahasia Yara yang adalah seorang wanita.


Semetara itu, Yara kini sudah bergabung dengan kelompok Sniper.


" Y, kau semalam kenapa.? Bos sampai panik dan menggendong mu secara langsung kedalam kamar. " Ucap salah satu rekan Sniper nya.


" Hah? Ketua menggendongku ?" Ucap Yara bingung.


" Benar, awal nya kau di papah oleh tuan Jil, setelah sampai di depan rumah tiba tiba Bos langsung menggendong mu. Apa kau di serang oleh musuh Bos.?"


" Ah, Iya aku hanya mencari informasi, tapi ketahuan. Jadi berakhir seperti semalam." Ucap Yara.


" Apa apa an si Bos, kenapa dia menggendongku.?" Ucap Yara dalam hati.


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2