Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
SEASON 2. MENGEJAR SESEORANG YANG MENCURIGAKAN.


__ADS_3

Vaye dan Timothy kembali ke halaman rumah sakit dimana mobil Vaye terparkir disana.


" Kamu sedang apa di gang itu?" Tanya Vaye pada Timothy.


" Aku sedang berjalan di loby tadi, dan aku melihatmu mengikuti seseorang. Bahkan aku memanggilmu pun kamu tidak mendengarnya, jadi aku mengikuti mu sampai kesana." Ujar Timothy.


" Begitu?? Terimakasih sudah menolong." Ujar Vaye.


" Tidak masalah, sebenarnya siapa yang kamu kejar?" Tanya Timothy.


" Orang yang mencurigakan." Ujar Vaye, dan Timothy mengangguk anggukan kepalanya.


" Pulanglah, ini sudah malam." Ujar Timothy.


" Hmm, bye.." Ujar Vaye, dan Timothy mengangguk sambil tersenyum.


Tapi Vaye masih sedikit merasa heran dan aneh. Selama ini ia selalu siaga dengan sekitar, dan dia yakin tidak ada yang mengikutinya berlari saat ia mengejar pria misterius tadi. Di tambah pria yang muncul dengan pakaian yang sama itu terlihat berbeda.


' Apakah sungguh tingkat kewaspadaanku menurun?' Batin Vaye.


Vaye memasuki mobilnya dan pergi dari sana.


Di tempat lain...


Nicholas telah sampai di sebuah gang sepi dan gelap, ia bertemu dengan seseorang yang menurutnya asing. Karena biasanya orang yang memberinya tugas berbadan sangat besar, tapi ini berbadan normal dan sangat formal.


" Siapa kau?" Tanya Nicholas waspada.


Pria itu menggunakan topeng, juga menggunakan stelan jas formal. Nicholas seperti sedikit mengenal postur tubuh itu.


" Kepala sekolah, apakah itu anda?" Tanya Nicholas.


Pria bertopeng itu tersenyum, lalu kemudian ia membuka topengnya, dan benar.. Itu Jilian. Nicholas pun ketakutan, ia mengira dirinya ketahuan melakukan pekerjaan ilegal. Nicholas pun berbalik hendak berlari namun Jilian memanggilnya.


" Nicholas, tidak perlu takut." Ujar Jilian, dan tiba tiba muncul beberapa pria berbadan besar yang mengepung Nicholas.


' Apakah aku akan berakhir? ' Batin Nicholas.


" Nicholas, tidak perlu takut. Aku tidak akan menyakitimu." Ujar Jilian.


Jilian berjalan mendekat kearah Nicholas, dan dengan sigap Nicholas mengarahkan senjata api ke wajah Jilian, namun anak buah Jilian tidak kalah sigap. Mereka juga mengeluarkan senjata api dan mengarahkan nya kepada Nicholas.


" Jika kita bisa bicara baik baik, mengapa harus saling menyakiti?" Ujar Jilian.

__ADS_1


Nicholas menurunkan senjata apinya perlahan, dan kemudian Jilian melambaikan tangan nya memerintah anak buahnya untuk menurunkan senjata api mereka juga.


" Apa yang anda inginkan?" Tanya Nicholas.


" Hanya ingin duduk berbincang denganmu." Ujar Nicholas.


Dan disinilah akhirnya mereka berdua, duduk di sebuah ruangan yang luas di kediaman Jilian. Ya, Jilian membawa Nicholas ke kediaman nya yang terletak tak jauh dari sana.


" Kau ingin makan sesuatu?" Tanya Jilian.


" Apakah ini yang di sebut memberi makan domba sampai gemuk lalu baru di sembelih?" Ucap Nicholas dan Jilian terkekeh mendengarnya.


" Kata kata itu, aku tidak percaya masih bisa mendengarny. Nely sepertinya sering menggunakan kata kata itu." Ujar Jilian.


Nicholas tentu terkejut, Jilian mengenal ibunya. Memang benar kata kata itu bermula dari Nely saat sering membacakan dongeng kanak kanak dulu.


" Anda mengenal ibuku??" Tanya Nicholas, dan Jilian mengangguk.


" Nicholas, di dunia yang luas ini.. siapa yang akan menyangka bahwa kita bisa bertemu dengan keturunan dari orang yang pernah dekat dengan kita? Kecuali saudara, yang lain mungkin tidak akan menyadarinya." Ujar Jilian, dan Nicholas mengernyit bingung.


" Aku belum lama menyelidiki dirimu, lebih tepatnya menyelidiki ibumu. Dan dari sana aku tahu, bahwa kau adalah anak Nely." Ujar Jilian lagi.


" Apakah anda mantan ibuku?? Itukah sebabnya ibuku mengatakan sangat mengidolakanmu? " Ujar Nicholas, dan Jilian kembali terbahak.


" Jika bukan mantan, lalu apa? Ibuku tidak memiliki kerabat." Ujar Nicholas.


" Ada.. Akulah orangnya." Ujar Jilian, dan Nicholas terkejut.


" Puluhan tahun dia pergi dari rumah, dengan mengatakan ingin mengejar cintanya. Dia bahkan tidak mendengarkan ucapan ayahnya, dan tetap berlari bersama kekasihnya, Prasetya. " Ujar Jilian.


" Tapi pada akhirnya, dia hanya sebuah istri yang di bohongi selama bertahun tahun. Aku, adalah kakak dari ibumu Nicholas, Jilian Cavil.. pamanmu." Ujar Jilian.


Nicholas berkaca kaca ketika mendengar betapa bodohnya ibunya dulu, pergi demi cinta yang ia banggakan, namun berakhir di khianati.


" Maafkan paman, karena baru menemukan kalian." Ujar Jilian. Nicholas akhirnya menangis, dan Jilian pun menepuk pundak Nicholas.


______________________


Beberapa saat setelah Nicholas tenang dari tangisnya. Saat ini Nicholas sedang melihat satu satunya foto yang Jilian miliki bersama Nely saat muda dulu.


" Ibuku sangat cantik." Ujar Nicholas.


" Benar, dia memang sangat cantik saat muda dulu.." Ujar Jilian.

__ADS_1


" Paman tidak ingin menyembunyikan apapun darimu, nak. Ibumu, Nely.. Adalah orang yang baik. Disaat semua orang mengucilkan paman, hanya dia yang baik pada paman." Ujar Jilian.


" Kenapa paman di kucilkan?" Tanya Nicholas.


" Karena paman adalah anak haram kakekmu, semua orang membenci paman.. Tapi tidak dengan ibumu. Ibumu selalu baik pada paman, tapi sayangnya karena dia terlalu baik, dia mudah di bodohi oleh Prasetya." Ujar Jilian.


" Intinya, ayahmu bukan orang baik.." Ujar jilian lagi.


" Paman, datanglah temui ibuku.. Dia mungkin akan senang melihatmu." Ujar Nicholas.


" Paman akan mengunjungi kalian nanti, sebelum itu.. Paman ingin bertanya, mengapa kamu bekerja dengan pekerjaan itu." Ujar Jilian, dan kemudian Nicholas terdiam.


" Karena aku tidak ingin menggunakan sepeserpun uang pria itu ( Pras ), paman. Aku juga ingin membawa ibuku pergi bersamaku. Dan untuk orang sepertiku, tidak akan ada pekerjaan yang legal yang cocok untukku.. Jadi aku mengambil pekerjaan itu." Ujar Nicholas.


" Orang sepertimu?? " Tanya Jilian.


" Aku bertempramen buruk, paman. Dulu jika ada ysng menyinggungku, aku langsung menggunakan otot untuk menyelesaikan nya." Ujar Nicholas, dan Jilian mengangguk.


" Sekarang kamu tidak perlu terlibat dengan dunia hitam ( mafia ) , nak. Paman sudsh membunuh orang yang memerintahmu. Karena sebenarnya hari ini kamu yang akan di bunuh." Ujar Jilian.


DEG!


Tentu Nicholas terkejut, bagaimans bisa atasan nya hendak membunuhnya setelah hampir satu tahun dia bekerja pada orang itu.


" Beruntungnya paman tahu hal ini, jadi paman datang sebelum kamu datang kesana. Kamu tahu BLOOD?" tanya Jilian.


" BLOOD, apakah Mafia yang di takuti seluruh negeri?" Tanya Nicholas.


" Hm.. Kamu benar. Kamu bekerja pada musuh BLOOD. Jika kamu menyinggung BLOOD, maka kamu tidak akan hidup damai, nak." Ujar Jilian.


Nicholas ngeri mendengarnya, siapa yang tidak tahu BLOOD. Mafia yang terkenal sangat kejam dengan lawan nya, di tambah lagi BLOOD berkolaborasi dengan GHOST Itu yang Nicholas tahu.


" Terimakasih paman." Ucap Nicholas, karena Nilian sudsh menyelamatkan nyawanya.


" Karena kamu sudah bertemu paman, biar paman ajari kamu berbisnis. Apa yang paman miliki tentu kamu yang akan melanjutkan nya. Tolong jangan terlibat dengan dunia bawah, nak." Ujar Jilian.


Walau Jilian sendiiri mantan anggota BLOOD, tapi dia tidak ingin Nicholas juga terjerumus ke dalam dunia yang sama. Nicholas terlalu rentan, jika harus berurusan dengan dunia bawah ( Mafia ).


" Aku tidak bisa paman, aku sudah terlanjur tercebur. Banyak yang sudah mengenaliku di organisasi pembunuhan kemarin. Walau aku tidak mengenal mereka, tapi aku yakin mereka tahu identitasku. Aku hanya bisa lepas jika aku mengalahkan mereka" Ujar Nicholas.


Jilian terdiam, Nicholas benar.. Tidak mudah lepas dari dunia Mafia.


" Kalau begitu kamu harus mengalahkan mereka." Ujar Jilian, dan Nicholas terkejut.

__ADS_1


TO BE CONTINUED..


__ADS_2