Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 182. SEASON 2. Pekerjaan rahasia.


__ADS_3

Nicholas berada di rumah barunya, hari ini ia melakukan serah terima rumah nya yang telah jadi dan siap di huni. Rumah itu terlihat sangat nyaman dan sesuai dengan keinginan Nicholas.


" Akhirnya aku bisa membangun rumah ini, mama.. Nicholas akan membawa mama pindah kemari, jadi mama tidak akan mengalami kedinginan." Gumam Nicholas.


Nicholas melihat ponselnya dan rupanya dia mendapat pesan dari atasannya untuk memulai misi baru malam ini, Nicholas pun membalasnya dan kemudian ia pergi dari sana.


" Saya akan kembali nanti." Ujar Nicholas.


" Baik tuan muda." Ujar penjaga rumah Nicholas.


Nicholas menuju ke rumah sakit jiwa untuk mengurus prosedur pengeluaran ibunya. Sesampainya di sana, Ia menemui pihak rumah sakit jiwa.


" Nyonya Nely.. silahkan ikut kami." Ujar perawat. Nely, adalah nama ibu Nicholas,


" Apakah Gama sudah pulang sekolah?? Aku lupa membawakannya bekal makanan, dia pasti kelaparan." Ujar Nely.


Di ingatannya hanya memutar mutar keseharian nya bersama Gamalael. Gama sekolah, Gama tidur, dan semua tentang Gamalael.


" Ya, Gama sudah pulang.. Dia mencari nyonya, mari saya antar nyonya menemui Gama." Ujar perawat.


Nely di gandeng lalu di bawa keluar dari ruangannya. Dari Jauh Nicholas meneteskan air matanya, tidak ibunya tidak ayahnya, tidak ada yang mengingat tentang dirinya sama sekali.


Nicholas menghapus air matanya, lalu ia tersenyum dan berjalan mengikuti ibunya yang di bawa menuju mobil yang ia sewa untuk membawa ibunya. Mengapa Nicholas menyewa mobil, karena mobil yang ia sewa sama dengan mobil yang biasanya ibunya gunakan dulu untuk menjemput sekolah Gamalael dan dirinya.


" Dimana Gama?" Tanya Nely ketika tak melihat siapapun di dalam mobil.


" Gama menunggu nyonya di rumah." Ujar perawat.


" Oh, anak itu jika marah langsung meninggalkan mama nya, ayo kita pulang." Ujar Nely.


Yang tidak tahu, mungkin akan mengira bahwa Nely ini tidak gila. Karena ketika ia tidak kumat, ia akan bersikap seperti wanita anggun biasanya. Nely masuk kedalam mobil itu, lalu mobil pun pergi dari sana dengan Nicholas yang mengikutinya dari belakang.


Hingga sampailah mereka di rumah Nicholas yang baru di bangun. Nely terlihat tersenyum dan langsung berlari masuk kedalam, seakan ia telah tinggal lama di sana dan sangat mengenal tempat itu, Nely sama sekali tidak kebingungan.


" Gama.. Mama pulang, Gama dimana?" Teriak Nely.


" Mama.. " Ujar Nicholas, dengan suara berbeda. Nicholas memasang alat pengubah suara di lehernya, dan mengubahnya menjadi suara sang kakak.

__ADS_1


Nicholas juga menggunakan lensa kontak agar warna matanya berubah menjadi cokelat seperti Gamalael, ia juga menggunakan pakaian yang mirip dengan milik Gamalael dan menggunakan masker.


" Gama, kamu sudah makan sayang? Kenapa kamu pakai masker? Apakah kamu sakit?" Tanya Nely sambil memeluk Nicholas.


' Aku selalu ingin mama memelukku seperti ini, dan memanggilku dengan sebutan sayang. Aku merindukan masa itu, masa dimana mama memanggil namaku, bukan kakak.' Batin Nicholas.


" Tidak kok.. Mama, mari kita makan." Ujar Nicholas.


" Mama mau masak makanan kesukaan Gama, Gama mau??" Ujar Nely, dan Nicholas mengangguk.


" Buka maskermu nak, ka.u akan pengap nanti." Ujar Nely. Dan Nicholas pun membukanya.


Nely tidak mengenali bahwa itu adalah Nicholas, bukan Gama. Karena wajah Nicholas sangat mirip dengan Gamalael. Yang membedakan adalah warna mata dan suaranya.


Nely pergi kedapur, rupanya Nicholas membangun rumah itu sesuai dengan rumah di masa kecilnya yang dulu berada di danau. Setiap detailnya, setiap warna bahkan furniture nya sama dengan rumahnya di masa kecil, itulah sebabnya Nely tidak kebingunan sama sekali.


Nely memasak makanan untuk Nicholas dengan semangatnya. Ia sama sekali tidak terlihat seperti orang gila, bahkan perawat yang berdiri melihat Nely pun heran.


" Tuan, jika nyonya terus seperti ini.. mungkin dia akan cepat pulih kembali." Ujar perawat itu.


" Aku tahu.." Ujar Nicholas.


' Akhirnya ada masa dimana aku melihat mama memasak lagi. ' Batin Nicholas.


Hingga akhirnya hidangan simpel untuk makan siang Nicholas telah selesai. Nely membuatkan sup jamur kesukaan Gama. Nicholas pun memakan sup itu dengan perasaan haru. Kasih sayang Nely untuk Gama begitu besarnya, sehingga apapun tentang Gama terlukis indah di ingatannya.


" Mama, Ayo istirahat." Ujar Nicholas.


" Mama masih ingin membersihkan dapur, oiya.. dimana Ruth?? Apakah dia tidak masuk kerja?" Tanya Nely.


" Ruth sedang izin." Ujar Nicholas berbohong.


" Oh.. " Sahut Nely.


" Mama, minum obat dulu.. Lalu istirahat. Mama tidak boleh lelah, ingat kan mama mudah sakit." Ujar Nicholas.


" Gama memang baik, ya sudah.. Mama istirahat dulu." Ucap Nely.

__ADS_1


Perawat memberikan Nely obat, obat itu adalah obat untuk terapi kesembuhan Nely. Setelah meminum obat, Nely langsung merasa lemas dan hilang kesadaran. Nicholas dengan sigap menangkap tubuh ibunya itu dan menggendongnya menuju ke kamar.


" Tolong jaga ibuku, aku harus pergi. Mungkin aku pulang saat pagi." Ujar Nicholas pada perawat. Dan perawat itu mengangguk.


Nicholas kembali ke apartemennya, ia membuka pakaiannnya dan berganti dengan pakaian khususnya saat bertugas yaitu pakaian serba hitam, ia juga menggunakan anti peluru di tubuhnya. Tidak lupa ia menggunakan masker untuk menutupi wajahnya.


" Ayo, Nicholas." Gumamnya pada dirinya sendiri.


Nicholas mengendarai motornya dan pergi menuju ke sebuah tempat, rupanya selama ini Nicholas bekerja secara rahasia. Dia masuk kedalam kelompok mafia yang berkecimpung di dunia bisnis gelap dan bagian Nicholas adalah penghabisan.


Penghabisan yang berarti Nicholas harus menghabisi seseorang yang di tugaskan padanya untuk di habisi ( bunuh ) secara langsung dengan tangannya sendiri. Bukan tanpa alasan Nicholas masuk ke dunia gelap, ia mencari preman preman yang membunuh sang kakak.


Nicholas tiba di sebuah jalanan yang sepi di ujung gang, di hadapannya saat ini ada pria yang berdiri dengan jaket hitam lengkap dengan masker di wajahnya. Nicholas pun turun dari motornya dan menghampiri pria itu.


" Ini misimu, dan seperti biasanya, uang akan masuk kedalam rekeningmu ketika misimu berhasil." Ujar pria itu, sambil memberikan sebuah foto.


" Dimengerti." Ujar Nicholas, kemudian pergi dari sana.


Nicholas pergi ke alamat yang tertulis di belakang foto itu, dia tidak mengenal siapa orang itu, yang ia tahu ia harus menghabisi pria itu malam itu juga.


Rupanya pria itu berada di bar saat ini, Nicholas yang tidak menyukai tempat seperti itu akhirnya mau tidak mau masuk kesana untuk mengamati. Namun rupanya ia bertemu dengan orang yang ia kenali.


" Apakah Henry mengenalnya?" Gumam Nicholas ketika melihat Henry juga berada disana.


" Ayo lah!! Aku juga butuh itu, cepat berikan padaku." Ujar Henry.


' Apakah Henry seorang pemakai? Tidak heran dia senang berada di tempat seperti ini.' Batin Nicholas.


" Aku membayarmu mahal, beraninya kau memperlakukukan konsumen sepertiku dengan semena mena!" Bentak nya.


Pria itu melirik anak buahnya, dan Henry langsung di tarik keluar dari club itu. Pria itu berjalan pergi dari sana, dan Nicholas pun mengikutinya. Rupanya dia bergerak pergi menuju ke bagian belakang club untuk menerima telepon.


Nichlolas mengamati dan setelah pria itu selesai, Nicholas pun berjalan menuju kearahnya ban menabrak pria itu dengan bahunya. Setelah Nicholas berjalan cukup jauh, pria itu menunduk, rupanya Nicholas menusuk pria itu dengan belati yang di beri racun. Pria itu pun seketika tewas di tempat.


BRRUGGH!!!


Pria itu tewas dengan mata terbuka.

__ADS_1


TO BE CONTINUED..


__ADS_2