Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 58 Laki laki mirip Yara


__ADS_3

Ryu telah sampai di sebuah apartmen, lebih tepatnya penthouse. Gedung itu adalah milik keluarga Maxwell, sebelumnya ayah nya telah mengabari staf disana bahwa putranya akan datang dan tinggal disana. Jadi semua karyawan menyambut kedatangan putra sematawayang pimpinan nya itu.


" Selamat datang tuan muda." Ucap seorang staf yang terlihat seperti petugas resepsionis.


" Terimakasih, tolong antarkan saya ke kamar saya." Ucap Ryu sopan.


Mereka pun menaiki lift , dan menuju lantai paling atas gedung itu.


" Silahkan tuan muda, Ini adalah penthouse yang sering di gunakan oleh tuan pimpinan selama kunjungan di Indonesia. Jika tuan muda membutuhkan sesuatu, bisa langsung menghubungi staf lewat telepon." Ucap staf yang mengantarkan Ryu.


" Tidak perlu, terimakasih anda sudah boleh pergi." Ucap Ryu. Ia tidak nyaman dengan tatapan resepsionis itu yang genit.


" Oh, baik tuan muda. Semoga anda betah di sini, kalau begitu saya permisi." Lalu resepsionis itu pun pergi dari sana.


Ryu pun berkeliling melihat lihat ruangan itu. Dan berakhir menatap pemandangan kota Jakarta dari atas gedung apartemen itu.


" Jet leg membuatku pusing, tapi aku penasaran dengan kota dimana adik ku di besarkan ini. Semoga aku bisa menemukan nya di dalam kota yang besar ini." Ryu mengganti pakaian nya, Kini ia menggunakan celana Jeans hitam, dengan kaos biru muda. Lalu tidak lupa kemeja warna putih sebagai luarannya.


Ryu pergi mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan, Ia berencana membeli sesuatu di sana. Saat ia sedang berjalan mengitari Mall itu, tiba tiba seseorang menarik tanganya lalu memeluk Ryu. Ryu yang terkejut pun berusaha memberontak.


" Hei.. "


" Yara, kamu masih hidup.." Ucap pria itu yang tak lain adalah Jackson dan juga Caleb yang berdiri mematung.


" Maaf tuan, anda salah orang." Ucap Ryu.


Suara ngebas Ryu membuat pelukan Jackson terlepas. Jackson dan Caleb pun menatap Ryu lekat lekat.


" Yara, ada apa dengan suaramu? kamu juga.. berotot." Ucap Jackson bingung.


" Tentu saja karena saya laki laki jadi suara saya begini. " Ucap Ryu menatap tajam Jackson.


" Maaf , kami salah mengenali orang. Kami pikir anda adalah teman kami, karena kalian sangat mirip. Maaf kan kami, Jack ayo kita pergi." Ucap Caleb yang menarik tangan Jackson.


" Tapi Caleb, dia Yara.. Hanya saja kenapa suara dan tubuhnya berubah." Ucap Jackdon heran.


Sementara itu Ryu pun mengibas kibaskan kemeja nya, dan pergi dari hadapan Jackson dan Caleb.


" Jack, dia pria tulen. Terlihat Jakun dan otot otot di tubuhnya itu asli. Wajahnya memang sama dengan Yara, tapi dia bukan Yara." Ucap Caleb menjelaskan kepada Jackson.


" Bagaimana mungkin ada manusia yang begitu sama di dunia ini. Kecuali mereka kembar.. Tunggu, Atau jangan jangan dia keluarga Yara." Ucap Jackson menebak.


" Kalau begitu kita ikuti saja dia, barang kali kita menemukan titik terang keberadaan Yara. " Ucap Caleb. Mereka pun pergo dari sana, diam diam mengikuti Ryu.


Di tempat lain..


Tepatnya di Negara C, Yara kini sedang memakan bubur yang di siapkan oleh dokter Li. Kini alat alat bantu pernafasan yang terpasang sebelumnya telah di lepas. Dan Yara sudah bisa duduk dengan baik.


" Dokter Li, bubur buatan mu enak. Biasanya rasa bubur akan hambar, tapi tidak dengan buburmu." Ucap Yara memuji dokter Li.


" Nona, ini hanya bubur biasa." Ucap Dokter Li merendah.


Yara dan Dokter Li sudah lumayan ada kemajuan.Mereka sudah saling berbicara, Yara juga sudah tau dirinya berada di negara C.


" Dokter Li, apakah ayah dan ibuku orang baik?" Tanya Yara seketika membuat Dokter Li berkaca kaca.


" Nona, Tuan dan nyonya besar adalah orang baik sebaik baiknya orang. Mereka yang menyelamatkan saya dan keluarga saya dari kehancuran, juga mempekerjakan saya sebagai dokter pribafi mereka." Ucap Dokter Li menjelaskan sembari menerawang jauh kasa lalunya.


" Kalau begitu apakah dokter Li tau mengapa mereka membuangku?" Tanya Yara.


" Mereka tidak pernah membuang anda nona, tuan dan nyonya malah tidak tahu jika sebenarnya mereka memiliki anak kembar.."


" Kembar?" Ucap Yara memotong perkataan Dokter Li.


" Benar nona, anda memiliki saudara kembar laki laki. Kakek tua itu yang sudah menitipkan nona pada mendiang Davis Todd. Saat itu sedang terjadi peperangan antar kubu mafia. Dan Tuan juga sedang dalam masalah besar. Nyonya juga koma setelah melahirkan kalian berdua. Jadi Kakek tua itu terpaksa membawa salah satu dari kalian, dan yang satunya di titipkan kepada Davis Todd. Untuk mengapa tiba tiba nona berakhir di panti asuhan, saya juga tidak begitu tau. Tapi tian Derico sedang mencari tau tentang hal itu." Ucap dokter Li panjang lebar.

__ADS_1


Dokter Li ini juga sempat menyaksikan kelahiran Yara dan Ryu. Saat itu dia masih dokter muda yang melayani keluarga Maxwell. Dia adalah salah satu dokter jenius , karena di usianya yang 18 Tahun, ia sudah mendapatkan lisensi dokter bedah saraf. Dan hal itu pula yang membuatnya di incar banyak orang.


" Benar nona, anda memiliki saudara kembar laki laki. Nyonya dan tuan yang sudah lama menantikan nona kembali sangat bahagia namun sesuai perintah kakek tua yang keras kepala itu sebelum usia nona 19 tahun, tuan dan nyonya tidak bisa membawa nona kembali. " Ucap Dokter Li.


" Kakak anda juga sangat bahagia ketika mengetahui jika ia memiliki adik yang ternyata kembaran nya." Ucap Dokter Li lagi.


Yara yang mendengar itu hanya tersenyum sekilas. Namun di dalam hatinya masih sedikit bingung. Apa motif kakeknya menitipkan dirinya kepada Davis Todd? Pikiran Yara melalang jauh. Namun saat mengetahui bahwa kedua orang tuanya juga mencarinya hati nya sedikit menghangat. Setidak nya ia merasa bahwa ia tidak sepenuh nya di buang.


" Dokter Li, aku ingin berjalan jalan keluar." Ucap Yara.


" Baik nona, saya akan ambilkan kursi roda tunggu sebe.. "


" Aku ingin berjalan dengan kakiku sendiri dokter Li." Ucap Yara memotong perkataan Dokter Li.


" Apakah nona yakin?" Ucap dokter Li khawatir.


" Dokter, sebelum ini aku adalah seorang pembunuh bayaran terlatih, aku sudah menghadapi segala macam bahaya di luar sana. Luka luka ini tidak ada apa apa nya." Ucap Yara meyakinkan.


" Baiklah nona."


Akhirnya Yara pun bangun dari ranjang nya, dengan gerakan cepat ia mencabut jarum infusan yang menempel di tangan nya dan hal itu membuat dokter Li panik.


" Nona, kenapa nona cabut jarum infusan nya sekasar itu. Tangan nona bisa sakit."


" Hehehe.. Tidak apa apa dokter."


Yara hanya menyengir kuda melihat raut muka dokter Li yang memucat. Berbeda dengan dokter Li yang kini tengah ketakutan. Jika Derico melihat itu, otomatis dirinya akan langsung di lemparkan ke daerah terpencil.


" Ayo dokter, aku sungguh tidak apa apa. " Akhirnya Yara berjalan duluan.


Yara duduk di bawah pohon yang sangat rindang. Ternyata kediaman itu berada di perbukitan tinggi yang terpencil. Kanan kirinya terdapat bukit bukit dan pepohonan yang sangat hijau. Berbanding kebalik dengan kota tempat tinggal nya, Jakarta.


" Dokter Li, tempat ini sangat nyaman. Apakah tidak ada penghuni lain di daerah sini?" Ucap Yara.


" Ada nona, hanya saja sangat jarang. Ini adalah kediaman pribadi orang tua tuan Derico. Kedua orang tuanya adalah orang asli negara C, mereka tidak suka tempat ramai jadi tuan Derico membangunkan rumah sederhana di daerah perbukitan tinggi ini untuk mereka." Ucap Dokter Li.


" Mereka telah beristirahat dengan damai tepat satu tahun yang lalu. Tapi tuan Derico masih selalu merawat kediaman ini." Ucap dokter Li.


" Ternyata begitu.. Dokter, kau boleh meninggalkan ku disini . Dokter pasti sibuk kan? aku tidak akan berbuat sesuatu yang membahayakan nyawa." Ucap Yara.


" Tapi nona.. "


" Tidak apa apa, aku juga ingin sendirian." Ucap Yara.


" Baiklah nona, " Akhirnya dokter li pun pergi dari samping Yara.


Sepeninggal dokter Li, Yara melihat kesekeliling nya. Ia menikmati hembusan angin yang menerpa dirinya, rambut nya yang sebelum nya pendek seperti laki laki, kini sudah sedikit panjang, jadi sudah tidak terlalu terlihat maskulin.


Rupanya dari kejauhan ada yang tengah memperhatikan Yara, Orang itu menunjukan senyum misteriusnya, namun matanya menyiratkan kebahagiaan.


' Aku tau kau pasti masih hidup, Valerie.'


Yara merasa seperti ada yang tengah memperhatikan nya, jadi ia melirik kesana kemari dengan siaga. Bagaimana pun rasa kepekaan nya tidak berkurang. Namun sejauh mata memandang, tak terlihat siapapun disana.


" Apakah halusinasiku?" Yara yang belum siap untuk menghadapi perkelahian pun lebih memilih pergi dari sana.


Di negara lain..


Di Jakarta, Jackson dan Caleb masih mengikuti sosok pria yang terlihat sama dengan Yara. Saat ini mereka sedang berada di gang mengikuti langkah Ryu dari belakang.


" Sudah sejauh ini, apakah kalian tidak lelah mengikutiku?" Ucap Ryu tiba tiba, membuat Jackson dan Caleb kaget. Ternyata mereka sudah ketahuan.


" Keluarlah , Aku tahu kalian mengikutiku." Ucap Ryu lagi.


Akhirnya Jackson dan Caleb pun keluar dari tempat persembunyian mereka.

__ADS_1


" Apa yang kalian inginkan? apakah kalian mengenalku?" Tanya Ryu


" Apakah kau kerabat Yara.?" Ucap Caleb


" Siapa Yara.?" Tanya Ryu bingung.


Akhirnya Jackson dan Caleb saling pandang.


" Kau terlihat seperti kenalan kami, dia menghilang sebulan yang lalu, saat melihatmu aku kira kau adalah di tapi ternyata bukan." Ucap Jackson.


' Ada orang yang mirip denganku? tapi mengapa dari namanya itu seperti nama anak perempuan.' Ucap Ryu membatin


" Kami pikir kau kerabat Yara, karena kalian terlihat sama." Ucap Caleb akhirnya.


" Boleh aku lihat foto kenalan kalian yang kalian cari?" Ucap Ryu penasaran.


Jacskon membuka ponselnya dan mencari foto Yara yang beberapa kali tertangkap kamera cctv.


" Ini, dia adalah Yara" Ucap Jackson


Ryu melihat foto di ponsel itu dan seketika matanya membelalak kaget. Bagaimana tida, ia seakan melihat dirinya disana. Hanya saja dengan warna rambut yang berbeda dan postur tubuh lebih kurus. Ryu seakan yakin bahwa foto itu adalah kembaran nya yang ia cari .


" Dia.. Mengapa namanya Yara? dia laki laki atau perempuan?" Ucap Ryu.


" Dia perempuan" Ucap Jackson


" Jack!! " bentak Caleb.


" Kenapa? akan lebih bagus jika kita menggunakan identitas asli Yara saat mencarinya. Siapapun yang menemukan Yara pasti menyadari jika Yara perempuan." Ucap Jackson.


" Jadi kembaranku adalah perempuan, adikku.. Perempuan." Ucap Ryu sembari menundukan wajahnya.


Caleb dan Jackson terkejut mendengar apa yang di ucapkan oleh Ryu. Ditambah karena Ryu menunduk, mereka pun semakin bingung.


' Adiku perempuan, tapi dia harus menjalani hidup terpisah dari ayah dan ibu. Besar tanpa kasih sayang, semua itu karena ke egoisan kakek. Jahat sekali kakek membuang adikku yang perempuan, kenapa tidak aku saja yang di buang.' Ryu membatin sedih.


" Katakan, apakah adiku hidup dengan baik selama ini?" Ucap Ryu menatap Caleb dan Jackson.


" Itu... Lebih baik kau ikut dengan kami." Ucap Caleb.


Caleb selalu berhati hati dengan apapun itu. Semenjak ia menerima paket peti mati berisi jasad Bima, ia selalu mencurigai siapapun bahkan orang lewat pun. Ia tidak ingin kabar tentang Yara di dengar oleh Ethan. Baginya Ethan adalah iblis pembunuh berdarah dingin. Meskipun ia sempat mendengar bahwa Ethan mencari keberadaan Yara sampai ke berbagai belahan dunia, tapi itu tidak akan bisa menghapuskan rasa menyesalnya Caleb karena membiarkan Yara bergabung dengan Ethan yang berakhir dengan kematian Bima dan hilangnya Yara yang entah masih hidup atau tidak.


Kini Caleb, Jackson dan Ryu telah sampai di sebuah unit apartmen. Tidak begitu mewah tapi juga tidak kecil. Caleb dan Jackson tidak tinggal di kediaman Bima lagi, Bagi mereka rumah itu bukan milik mereka. Tapi sesekali mereka datang kesana berharap Yara akan kembali kesana.


Caleb memberikan satu map tebal berwarna cokelat kepada Ryu.


" Semua tentang Yara ada didalam map itu. Kau bisa membacanya."


Ryu membuka map itu, di dalamnya ada data diri Yara, ' Nayara Valeri ' Nama itu yang tertulis disana. Lalu ada surat adopsi keluarga Todd, dan semua informasi kehidupan Yara termasuk saat Yara bergabung dengan Blood, yang di ketuai oleh Ethan. Saat Caleb mencari keberadaan Yara, ia tidak sengaja mengetahui semua yang di alami Yara selama ini.


Membaca apa yang telah di lalui oleh adiknya, Ryu emosi namun sekuat tenaga ia tahan.


" Keluarga Todd dan Dominique, beraninya memanfaatkan adik dari Ryuchie Jhose Maxwell" Ucap Ryu yang mengagetkan Jackson dan Caleb.


Siapa yang tidak mengenal keluarga Maxwell, perusahaan raksasa yang berdiri dimana mana, kekayaan yang bahkan tidak bisa terhitung, dan yang terpenting adalah mereka adalah pembuat senjata terbaik dan tercanggih dunia yang di gunakan hampir seluruh belahan dunia. Terutama para kelompok Mafia.


" Anda adalah Tuan Ryuchie sang legenda muda yang memimpin Mafia Ghost di usia 14 tahun?" Ucap Jackson .


" Benar, karena kalian adalah teman teman adikku, maka kalian sekarang adalah anggota Ghost. Terimakasih karena kalian sempat ada dan melindungi adikku." Ucap Ryu tulus.


Ryu sesungguhnya terkenal kejam di mata kelompok mafianya. Namun Ryu bisa bersikap profesional. Mengingat ayah dan ibunya selalu mangatakan agar Ryu tidak selalu memasang wajah angkuh dan dingin.


Jackson dan Caleb sedikit ngeri, mengingat di awal pertemuan nya dengan Yara. Mreka merasa merekalah yang secara tidak sengaja menjerumuskan Yara kedalam dunia gelap, hingga berujung Yara yang harus mengalami semua penderitaan.


" Tuan, maafkan kami.. Sebenarnya Kami jugalah yang secara tidak sengaja menjerumuskan Yara kedalam dunia gelap." Ucap Jackson.

__ADS_1


To be continued..


__ADS_2