Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS.103. JATUH CINTA


__ADS_3

Ryu berlari keluar dan menuruni lift terlebih dahulu meninggalkan Ethan. Ia menuju ke bawah Basment untuk mengambil mobillnya. Ryu dengan cepat masuk kedalam mobilnya lalu melesat pergi meninggalkan kediaman itu.


" Sialan, di perusahaan bertemu Roger Dominique, disini bertemu Ethan Dominique. Kenapa keluarga Dominique begitu menyebalkan." Ucap Ryuchie


Ia menambah kecepatan mobilnya dan membelah jalanan kota Jakarta yang mulai padat.


Di belahan dunia lain.


Yara belum bisa memejamkan matanya, padahal hari disana sudah larut malam bahkan, dirinya mengalami jet lag. Karena perbedaan waktu yang cukup banyak, membuat dirinya kini hanya bisa menatap langit langit kamarnya itu.


" Huuftt... Bosan sekali.." Ucapnya.


Yara bangun dari ranjangnya, sampai saat ini dirinya masih menggunakan alat bantu pernafasan berupa selang oksigen. Ia berjalan menuju balkon kamarnya dan melihat pemandangan malam itu.


" Seharusnya disini sudah mulai masuk musim salju kan.? Alangkah bagusnya kalau aku bisa melihat salju pertama turun." Ucap Yara sembari menatap pemandangan sekelilingnya.


Kediaman yang Yara tempati ini adalah kediaman milik Ryuchie selama Ryuchie tinggal sendiri. Kediaman itu berada di pinggiran kota B, hingga Yara bisa melihat pemandangan kota B yang tetap ramai dimalam hari dari tempatnya saat ini.


Terlihat gedung pencakar langit yang tak terhitung jumlahnya, membentang pulau pulau dengan banyaknya kapal berlayar, sungguh indah pemandangan. Saat Yara tengah menikmati pemandangan, tiba tiba tiba sebutir salju jatuh di atas hidungnya.


" Eh.. " Ucap Yara terkejut, ia pun mengusap hidungnya dan tersenyum karena melihat salju untuk pertama kalinya.


" Ini.. Salju.." Ucap Yara.


Yara mengulurkan tangan nya, dan terdapat titik demi titik salju jatuh diatas telapak tangan nya.


' Tuhan, aku berharap semuanya akan kembali baik baik saja, dan aku bisa berkumpul dengan kedua orang tuaku juga kakak ku. Bisakah Tuhan.? ' Batin Yara berdoa dalam hati.


Yara melihat sebuah papan iklan yang menunjukan sebuah gambar pria yang mengiklankan sebuah makanan. Tapi bukan makanan yang Yara fokuskan, melainkan senyum si pria yang ada di papan iklan. Senyum nya mengingatkan Yara pada seseorang.


" Pfft.. Si wajah datar dengan senyum kuda." Ucap Yara menahan tawa.


" Ppfffttt... Hahaha.. Astaga, aku kembali mengingat wajah itu lagi.. Ha.. Sedang apa ya dia." Ucap Yara seketika menyendu.


" Yara.. " Panggil Jackson dari dalam kamar.


" Aku di luar." Teriak Yara.


" Astaga Yara, kau sedang apa diluar.? Ini dingin sekali, kau akan semakin sakit nanti." Ucap Jackson sembari berlari membawa sebuah selimut lalu langsung membungkus Yara.


" Hehe..Salju pertama turun, dan aku melihatnya.." Ucap Yara senang.


" Haih.. Ayo kita masuk. Kau akan sakit nanti, oiyah.. Tuan muda mencarimu." Ucap Jackson.


" Kakak.?? Mana.?" Tanya Yara.


" Dia akan menghubungimu dari laptop saja, agar kamu tidak lelah memegang ponsel katanya." Ucap Jack.


" Astaga.. Kakak selalu saja aneh aneh." Ucap Yara.


Yara pun menyiapkan dirinya duduk di atas ranjang. Lalu Jackson mengeluarkan sebuah laptop dan di taruh diatas paha Yara yang beralaskan bantal.


" Halo kak.. " Ucap Yara.


" Adik.. Kakak sangat merindukanmu. Bagaimana kabarmu.??" Tanya Ryu.


" Semakin baik kak, kakak mewarnai rambut.??" Ucap Yara yang menyadari warna rambut Ryuchie berubah.

__ADS_1


" Iya, agar tidak di curigai banyak orang. Bagaimanapun Rambut kita berbeda warna." Ucap Ryu.


" Oh... Benar juga. Bagaimana kabar kakak disana.? Apakah bertemu banyak kesulitan.?" Tanya Yara.


" Sesulit apapun kakak bisa mengatasinya. Kamu fokus saja pada kesembuhanmu oke." Ucap Ryu.


Terkadang Ryu bisa sangat bijak dalam bersikap, namun terkadang juga bisa sangat kekanak kanakan.


" Aku sudah putuskan, besok aku akan kembali ke tanah air." Ucap Yara.


" Tidak bisa.! Kamu masih lemah.. Lagi pula disini ada kakak yang menggantikanmu." Ucap Ryu


" Semua yang aku mulai, harus aku yang mengakhiri kak. Aku sudah baik baik saja, dan dokter bilang besok aku sudah boleh lepas dari selang oksigen ini." Ucap Yara.


" Tapi tetap saja kamu belum banyak istirahat." Ucap Ryu.


" Kak... Aku baik baik saja, dan lagi.. Aku sangat merindukan kakak." Ucap Yara.


" Benarkah.?? " Ucap Ryu dengan senyum lebarnya.


" Tentu saja benar, memiliki seorang kakak yang baik hati, penyayang dan tampan siapa yang tidak rinndu." Ucap Yara menggombal.


" Akan kakak siapkan nanti, tunggu kabar dari dokter, jika kamu benar benar baik baik saja, maka kakak izinkan kamu pulang." Ucap Ryuchie akhirnya.


" Terimakasih kak.. " Ucap Yara.


Sungguh, Ryu tidak bisa berkutik dengan adiknya. Bagi Ryu Yara terlalu menggemaskan. Padahal wajah mereka sama, mungkin pembawaan karena Yara perempuan jadi lebih imut.


" Hmm.. Ya sudah, kamu istirahatlah, ini sudah hampir pagi disana. " Ucap Ryu.


" Sampai jumpa nanti sayang." Sahut Ryu. Dan panggilan itu pun berakhir.


" Yara kenapa secepat itu kamu mau kembali? Bukankah kita sudah sepakat seminggu.?? Ucap Jackson.


" Lebih cepat lebih baik kan.? Dan lagi, aku juga sudah sembuh." Ucap Yara.


" Haih.. Keras kepala sekali memang kamu ini." Ucap Jackson jengah.


" Kita akan berperang lagi, dan kali ini tidak ada kata belas kasihan." Ucap Yara serius.


" Kalau begitu kamu tidur, Istirahat dengan baik oke.. Ini hampir pagi." Ucap Jackson.


" Oke.. Oke.." Ucap Yara.


Akhirnya Yara pun memejamkan matanya, ia sudah tidak sabar ingin agar hari cepat berganti pagi.


Ke esokan harinya..


Yara terbangun, ia mendengar suara berisik Caleb dan Jack yang sedang berdebat, entah apa yang di perdebatkan mereka.


" Yara, kamu sudsh bangun.??" Ucap Caleb.


" Caleb, kapan kamu datang.?" Sahut Yara dengan suara serak khas bangun tidur.


" Satu jam yang lalu, aku mendengar dari Jackson kamu mau kembali ke tanah air, apakah benar.?" Tanya Caleb.


" Hmm.. Benar." Sahut Yara.

__ADS_1


" Astaga Yara, kondisimu saja masih belum pulih untuk apa kamu kembali. Bukankah sudah ada tuan muda disana.??" Ucap Caleb.


" Kakak dan aku berbeda Caleb. Meskipun rupa kami sama, tapi kami orang yang berbeda. Dan masalah itu, tidak akan selesai jika bukan aku yang menyelesaikan nya." Ucap Yara.


Yara bangun dan duduk menyender di tepi ranjangnya.


" Hoamm.. Dingin sekali, apa karena salju turun.??" Ucap Yara sembaru mengusap usap lengan nya.


" Iya, dokter sudah menunggumu di luar." Ucap Jackson.


" Oh, dokter sudah datang? Tunggu sebentar aku akan membersihkan diri dulu." Ucap Yara.


Yara pun bangun berjalan menuju kamar mandi, sambil menggendong tabung oksigen berukuran kecil di punggungnya.


" Jangan buru buru Yara, kau bisa jatuh nanti." Teriak Jackson.


" Aku baik baik saja." Teriak Yara dari dalam kamar mandi.


" Jadi kita akan kembali ke tanah air.? " Ucap Caleb.


" Hmm.. " Sahut Jackson.


" Yah.. Sayang sekali, padahal aku baru saja jatuh cinta setelah sekian lama menjomblo." Ucap Caleb.


Jackson melirik tajam sekaligus heran kearah Caleb, Apa katanya tadi? Jatuh cinta.??


" Kau bilang kau jatuh cinta? " Tanya Jackson.


" Hmm.. Iya." Sahut Caleb.


" Dengan siapa.??" Tanya Jackson bingung.


" Kau ingat perawat yang menangani anggota kita.? Yang memiliki badan tinggi, langsing, dengan rambut ikal pirang yang di kuncir kuda.?" Tanya Caleb.


" Astaga... Kau jatuh cinta pada perawat galak itu.?" Ucap Jackson.


" Iya.. " Sahut Caleb dengan cengir kudanya.


" Aku baru tahu kau bisa jatuh cinta, apalagi dengan waktu yang sangat singkat, baru beberapa hari." Ucap Jackson.


" Cinta itu datangnya tidak di duga Jack, Bisa saja bertahun tahun bersama baru sadar ternyata sudah jatuh cinta, ada juga yang jatuh cinta pada pandangan pertama, seperti aku." Ucap Caleb.


" Tidak heran kau betah di rumah sakit, rupanya kau sedang jatuh cinta." Ucap Jsckson.


" Hehehe... " Tawa Caleb.


Rupanya dari dalam kamar mandi, Yara mendengar percakapan antara Jack dan Caleb.


" Bertahun tahun bersama, baru sadar bahwa sudah jatuh cinta? Dan cinta pada pandangan pertama.." Ucap nya sembari memandangi cermin.


Yara mengingat perkataan Ethan, yang selalu menanyakan apakah Yara sudah jatuh cinta pada nya atau belum, Yara jadi teringat dengan kata kata itu.


" Tapi aku sedang tidak ingin jatuh cinta.." Ucap Yara.


" Alu ingin menyelesaikan masalahku dulu, baru menata kembali kehidupanku." Ucap Yara lagi.


TO BE CONTINUED...

__ADS_1


__ADS_2