Gadis Misterius Kesayangan

Gadis Misterius Kesayangan
EPS. 164. SEASON 2. Tidak sengaja bertemu.


__ADS_3

Satu jam berlalu, dan Nicholas bangun dari tidurnya. Tapi ia tidak melihat keberadaan Vaye, ia pun bangun dengan panik dan mencari Vaye.


" Vaye!" Ucap Nicholas.


" Vaye, kau dimana! " Teriak Nicholas lagi.


Ia melihat kesegala arah, dan tidak menemukan Vaye. Hingga tiba tiba terdengar suara langkah kaki kuda, dan Nicholas melihat ke arah asal suara. Ia terkejut karena melihat Vaye menunggangi kudanya.


" Hai, kamu sudah bangun? Maaf aku pergi tidak bilang padamu, tidurmu nyenyak sekali. " Ujar Vaye.


" Kamu bisa menunggangi kuda?" Tanya Nicholas dengan tatapan terkejut.


" Mmm.. Berkuda adalah kegemaranku di tempat asalku." Ujar Vaye.


Nicholas lagi - lagi di kejutkan dengan fakta baru tentang Vaye, bisa bisanya Vaye menunggangi kuda yang hanya mau di jinakkan oleh dirinya saja.


" Kalau begitu ayo berkeliling." Ujar Nicholas.


Nicholas naik keatas kuda itu, dan kini posisi mereka adalah Vaye di duduk di depan, dan Nicholas di belakang. Sangat romantis, hanya saja Vaye tidak dengan penampilan terbaiknya. Ia setia dengan kaca mata tebalnya.


" Hia!!" Teriak Nicholas, dan kuda itu pun berlari dengan kecepatan lambat.


" Bagaimana bisa kamu menemukan kandang kuda?" Tanya Nicholas.


" Saat kamu tidur, Seorang pria berlari lari mengejar kuda ini, pria itu mengatakan bahwa kuda ini sedang mengamuk, lalu dia datang padaku. " Ujar Vaye.


" Kuda ini, datang padamu?" Ucap Nicholas tidak percaya.


" Hmm.. dia kuda yang baik." Ujar Estelle.


" Mana ada kuda ini baik, dia perusuh dan tukang ngamuk. Ayam, itu adalah namanya." Ujar Nicholas.


Vaye mengernyit bingung, bagaimana bisa seekor kuda di beri nama ayam oleh Nicholas, seperti tidak ada nama lain yang lebih bagus saja. Bahkan kuda itu pun meringik seakan protes.


" Ish, dia selalu meringik saat ku panggil namanya." Ujar Nicholas.


" Astaga, dia kuda jantan yang gagah tapi kau beri nama dia ayam, mana mungkin dia terima." Ujar Vaye sambil terkekeh.


" Aku tidak memiliki opsi nama yang lebih baik." Ucap Nicholas.


Bahkan kuda itu mendengus seolah tidak percaya dan kesal dengan majikannya itu. Vaye pun sampai terperanga, dari sekian juta nama binatang yang bagus untuk kuda, kenapa harus ayam.


" Ayam, kita balik ke kendang." Ujar Nicholas.


Walaupun protes, kuda itu tetap saja mematuhi Nicholas. Mungkin kuda itu tahu, karena Nicholas yang membesarkannya sejak dirinya kecil.


" Yam, kamu baik - baik disini, oke? nanti jika ada waktu aku datang lagi." Ujar Nicholas, dan kuda itu melengos pergi.


Vaye terkekeh melihatnya, bahkan kuda pun kesal pada Nicholas. Vaye yakin kuda itu pasti selalu mengamuk karena memiliki nama yang lain dari yang lain. Terbukti, saat sang pawang kuda memanggil namanya, kuda itu meringik dan menyabet wajah sang pawang dengan ekornya.


" Untung saja ayam masih punya hati, paman itu tidak di tendang dengan kakinya.." Ujar Vaye.

__ADS_1


" Ha? Apa??" Ujar Nicholas.


" Tidak ada. Nicho, dia selalu mengamuk mungkin karena namanya jelek. Coba jika kau ubah namanya menjadi lebih bagus." Ujar Vaye, namun Nicholas terdiam seolah berpikir.


" Apakah ada alasan dibalik kau memberinya nama ayam?" Tanya Vaye.


" Sama sekali tidak ada.. hanya saja aku tidak terpikirkan nama apa yang cocok untuk kuda rese itu." Ujar Nicholas.


" Jadi bagaima asal mulanya kau memberinya nama Ayam?" Tanya Vaye bingung.


" Itu karena aku melihat ayam goreng saat aku ingin memberinya nama." Ujar Nicholas polos.


Vaye terbahak mendengarnya, ayam goreng kata Nicholas. Untung nya kuda itu tidak di beri nama ayam goreng, atau jika tidak kuda itu akan semakin mengamuk.


" Kenapa kau tertawa? Lagi pula dia memang gosong seperti ayam goreng." Ujar Nicholas.


" Tidak ada, sudahlah.. Ayo pulang, ini sudah hampir malam." Ujar Vaye.


" Benar, sebentar lagi hujan." Ujar Nicholas.


Mereka pun pergi dari sana, dan seperti apa yang dikatakan oleh Nicholas.. Tiba tiba saja bumi di guyur hujan.


" Ayo ke cafe itu, jangam menerobos hujan." Ucap Vaye, dan Nicholas mengangguk.


Vaye dan Nicholas meneduh di sebuah cafe terdekat, dan merekapun akhirnya memesan minuman panas.


" Nah, coklat panasmu." Ujar Nicholas.


" Terimakasih." Ujar Vaye.


Wanita itu terlihat sebaya dengan ayah Nicholas, ia kebetulan melihat Nicholas dan menyapanya.


" Nicholas.. kamu disini, nak? " Ujar wanita itu.


Namun bukannya menyahut atau tersenyum, wajah Nicholas justru berubah menjadi dingin dan terlihat sangat emosi.


" Vaye, ayo pergi." Ujar Nicholas.


" Tapi di luar hujan." Ujar Vaye.


" Kamu jangan kemana mana, jika kamu tidak suka melihat tante disini maka tante akan pergi." Ujar wanita itu.


" Rupanya kamu ada di sini, bagaimana jika papa bergabung? " Ujar ayah Nicholas.


Tapi Nicholas hanya membuang wajahnya, sama sekali tidak memberi muka pada ayahnya itu. Ayah Nicholas pun beralih menatap Vaye, dan tersenyum.


" Rupanya kamu bisa punya pacar juga, siapa namamu, nak?" Tanya Ayah Nicholas.


" Vaye, tuan." Ujar Vaye sopan.


" Jangan panggil tuan, panggil paman saja." Ujar ayah Nicholas.

__ADS_1


" Ya.. baik paman." Ujar Vaye.


" Nicholas, kamu tidak mau memperkenalkan papa dan mama pada pacarmu?" Ujar ayah Nicholas.


' Bukankah menurut kabar yang beredar ibu Nicholas di katakan gila dan berada di rumah sakit jiwa? Wanita ini tidak terlihat seperti orang gila sama sekali. ' Batin Vaye, sambil mengernyit bingung.


" Oh.. Apakah akhirnya kalian sudah menikah?" Ujar Nicholas dengan tatapan sinisnya.


" Sepertinya anda menjilat ludah anda sendiri nyonya, anda bilang tidak akan menikah dengan pria ini jika aku tidak setuju, tapi rupanya kalian sudah menikah tanpa persetujuan dariku." Ujar Nicholas menatap tajam wanita itu.


" Nicholas, bisakah kamu bicara yang sopan pada mama mu, saat ini bahkan ada pacarmu." Ujar ayah Nicholas.


" Toh dia bukan mama ku, dia hanya wanita simpananmu yang kau baha masuk kedalam keluarga kita." Ujar Nicholas acuh tak acuh, selaan tak peduli dengan perasaan wanita itu.


" Nicho!" Bentak ayah Nicholas.


" Sayang, tolong jangan marahi Nicholas. Memang yang dikatakannya itu benar. Nicho, Tante tidak akan memaksamu mengakui tante sebagai mama mu, tapi tante sangat menyayangimu." Ujar wanita itu.


" Cih! Sayang.. Aku tidak butuh sayangmu, perempuan munafik." Ucap Nicholas dan.


PLAK!!


Ayah Nicholas menampar Nicholas di depan umum.


Nicholas menatap nanar kearah ayahnya itu, dan tatapan ayah Nicholas seakan merasa bersalah. Vaye juga terkejut melihat ayah Nicholas yang bisa bisanya menampar Nicholas di depan umum.


" Nicho papa.."


" Vaye, ayo pergi." Ucap Nicholas, memotong ucapan ayahnya.


Vaye pun bangun dan mereka berdua keluar dari cafe itu. Nicholas memakaikan helm di kepala Vaye dengan hati hati, dan akhirnya mereka menerobos hujan yang sudsh tidak begitu besar.


Sepenjang perjalanan itu, Nicholas hanya diam begitu juga Vaye. Kini Vaye kurang lebih mengerti mengapa Nicholas menjadi membenci ayahnya. Vaye mengeratkan pelukannya di perut Nicholas seakan menenangkan Nicholas.


Hingga akhirnya mereka sampai di apartemen dengan keadaan basah kuyup. Nicholas memarkirkan motornya namun ia tak kunjung membuka helm nya setelah membuka kan helm di kepala Vaye.


" Vaye, kamu pulanglah, bersihkan dirimu dengan air hangat. Jangan sampai kamu sakit. " Ujar Nicholas.


Vaye menatap mata Nicholas, walau terhalang oleh kaca helm tapi Vaye yakin Nicholas baru saja menangis.


" Kamu baik baik saja?" Tanya Vaye. Nicholas mengangguk segelah beberapa saat terdiam.


" Pulanglah.. nanti kamu sakit." Ujar Nicholas, dan Vaye mengangguk.


" Terimakasih.." Ujar Vaye.


Vaye pun akhirnya pergi dari sana, tapi Vaye tidak benar benar pergi, ia bersembunyi di balik dinding dan melihat Nicholas yang saat ini menelungkupkan dirinya di motor dan tubuhnya bergetar hebat.


' Dia menangis..' Batin Vaye.


Vaye berjalan kembali menghampiri Nicholas, lalu menepuk pundak Nucholas. Nicholas yang sudah tidak kuasa menahan sesak di hatinya pun akhirnya memeluk erat Vaye dan menangis di pelukan Vaye.

__ADS_1


Lagi.. Untuk yang kesekian kalinya, Vaye melihat Nicholas yang begitu lemah. Dan kali ini adalah pertama kalinya Vaye melihat Nicholas yang tampak benar benar hancur.


TO BE CONTINUED...


__ADS_2